Pojokjakarta.com – Sekali lagi, pernikahan Youtuber no.1 di Indonesia, Atta Halilintar membuat banyak cuitan netizen. Pasalkan, pernikahan Atta-Aurel ini memang sangatlah megah. Sampai, netizen iri akan hadirnya presiden di pernikahan Atta-Aurel. Hingga timbul satu pertanyaan, sepenting itukah pernikahan Atta-Aurel hingga patut dihadiri oleh pejabat publik sekelas presiden dan menteri pertahanan, Prabowo Subianto. Tentu saja, dari segi taraf influencer, Atta memang memiliki penggemar terbanyak di Indonesia. Selain itu, Aurel juga demikian. Maka kehadiran presiden tersebut mungkin saja bisa memberikan tanda jika Presiden memperhatikan public figure yang bisa menjadi percontohan seperti Atta Halilintar. Hadirnya presiden dan menteri ini mungkin saja harus dibaca sebagai apresiasi pejabat publik. Acara Pernikahan Atta Penuh dengan Kontroversi Saking berpengaruhnya youtuber yang satu ini, acara pernikahan mereka hendak disiarkan secara live di tv swasta. Hal tersebut tentu saja tidak disetujui oleh KPI. Karena memang tidak ada urgensinya sama sekali. Tidak ada manfaat yang didapatkan dari siaran pernikahan Atta-Aurel. Sehingga tidak perlu disiarkan di TV manapun. Cukup masuk pada berita saja, tidak perlu diberikan acara khusus yang berderet sehingga memenuhi stasiun televisi Indonesia. Namun, salah satu stasiun televisi pun tidak menggubris peringatan KPI tersebut. Mereka tetap ngotot menyiarkan acara pernikahan Atta Halilintar. Sehingga, tentu saja hal tersebut membuat banyak pro dan kontra. Ada yang bahagai karena acara tersebut berhasil dilirik oleh banyak pihak. Namun ada yang tidak suka karena sepertinya, pernikahan tersebut nampak berlebihan. Sehingga akan membuat citra siaran Tv Indonesia semakin terpuruk. Acara yang mempertontonkan pernikahan Atta-Aurel tidak akan memberikan manfaat atau mengedukasi masyarakat, apalagi anak-anak. Hal tersebut tentu harus diperhatikan, karena memang anak-anak juga menonton televisi. Netizen Sindir Protokol Kesehatan Sama-sama pernikahan, acara tersebut disandingkan dengan kasus Habib Rizieq. Keduanya acara pernikahan yang meriah, namun satu bermasalah dan satunya tidak. Hal seperti itulah yang disampaikan beberapa netizen yang geram. Tentu saja, hadirnya presiden di pernikahan Atta-Aurel ini memang bisa dibaca sebagai tindakan apresiasi seorang presiden pada public figure. Namun pada situasi yang seperti ini, nampaknya netizen tidak setuju dengan tindakan tersebut. Seakan-akan, presiden terlalu luang waktunya, sehingga bisa masuk pada acara pernikahan Atta-Aurel yang tidak memiliki sangkut pautnya dengan permasalahan negara. Masalahnya juga, kunjungan presiden tersebut diupload di akun resmi negara. Maka dari itu, seakan-akan hal tersebut adalah sebuah hal yang sangat dilematis. Satu sisi presiden menegaskan di Petamburan dan kasus yang menimpa Anies Baswedan, di satu sisi lain, presiden juga melakukannya bersama menterinya. Maka tidaklah heran jika netizen benar-benar berkicau akan masalah ini. Karena bukan lagi pada masalah protokol kesehatan, akan tetapi batasan etis seorang presiden dan pejabat publik hadir dalam acara pernikahan tersebut. Banyak Kasus Pembubaran Acara Pernikahan Disisi lain, banyak orang yang menyebarkan video dimana petugas membubarkan sebuah pernikahan atau acara di rumah masyarakat. Video tersebut dibandingkan dengan acara pernikahan Atta-Aurel yang tampak sangat mewah dan bahagia. “Semuanya menerapkan protokol kesehatan.” Hal tersebut yang malah disoroti juga oleh netizen. Karena bagaimana seseorang menerapkan aturan protokol kesehatan, pada saat kondisi tertentu, pasti akan terjadi singgungan dan protokol tersebut akan seakan-akan disepelekan. Sebuah hal yang tampaknya tidak patut untuk dipertontonkan. Karena ada sebuah ketimpangan sosial. Dimana yang mewah akan aman dan masyarakat biasa akan dimarah-marahi seperti anak kecil yang melakukan sebuah kesalahan fatal. Malah dengan bangganya, akun Twitter Sekretariat Negara memposting hal seperti itu. Sehingga tidak salah jika netizen geram dan merasa ada yang salah pada Indonesia ini. Kenapa tidak semuanya sama dan sama-sama tidak melakukan resepsi mewah-mewahan. Seperti itulah, sekilas dari emosi netizen yang ada di Indonesia ini melihat presiden, ibu negara, dan menterinya melakukan tindakan yang kurang etis. Intinya dari postingan tersebut, banyak sekali netizen yang marah dan geram. Netizen Mempertanyakan Keadilan Karena postingan tersebut viral dan membuat nama Atta kembali trending di Twitter, banyak netizen ikut membahas dan menanyakan mana keadilan di Indonesia. Ada yang menganggap hukum itu tumpul ke atas dan tajam ke bawah. Selain itu, banyak netizen yang mempertanyakan sila ke-5 Pancasila apakah masih diberlakukan di Indonesia ini. Karena memang pemandangan tersebut tidak bisa dibuat santai oleh masyarakat yang sudah tertekan karena Pandemi Covid-19. Terlepas dari netizen yang memang hobi nyinyir, kali ini cuitan netizen masih rasional dan mengkritik pejabat publik. Maka dari itu, hal ini harus dijadikan sebuah pembelajaran dan tidak diulangi kembali. Apalagi ketika situasinya masih genting di era Pandemi Covid-19 ini. Pemerintah Harus Evaluasi dan Refleksi Karena kejadiannya sudah ada, maka tidak ada yang bisa disalahkan lagi. Akan sulit juga membandingkan kasus ini dengan kasus lainnya. Karena presiden sendiri yang memang terjun ke pernikahan Atta-Aurel bersama ibu negara. Kesalahannya adalah, hadirnya presiden tersebut seakan-akan sangatlah resmi. Sehingga, netizen merasa ada yang janggal. Citra seorang presiden yang menjadi pimpinan negeri ini, menjadi anjlok ketika ia melakukan tindakan tersebut di tengah kondisi yang seperti ini. Maka dari itu, untuk semua pejabat publik, seharusnya kembali evaluasi. Hadirnya presiden di Pernikahan Atta-Aurel ini seharusnya tidak diulangi pada public figure lainnya. Jika kondisinya tidak pandemi sebenarnya tidak masalah. Namun karena kondisinya seperti ini, maka tidak heran jika masyarakat geram dan emosi melihatnya.