Sudah pernahkah membaca berita buruk terus-terusan? Bagaimana perasaan anda sesudah membacanya? Kenyataannya, beberapa orang malah merasa lega atau suka sesudah mencari tahu berbagai berita buruk. Menurut kaum pakar fenomena ini dinamakan sebagai doomscrolling dan mengancam kesehatan mental. Kenali makna dan bahaya doomscrolling secara lebih dalam melalui pembahasan berikut ini. Sebutan doomscrolling makin terkenal di masa pandemi COVID-19 yang telah terjadi lebih kurang 2 tahun terakhir. Pada kondisi pandemi COVID-19 masyarakat disarankan untuk terus cari tahu informasi terkini yang dapat menambah pengetahuan mereka. Tapi bila hal itu memberikan dampak negatif pada seseorang, maka hal ini dinamakan doomscrolling. Rutinitas droomscrolling jika dilanjutkan tentu saja akan berpengaruh pada kesehatan psikis. Apa saja bahaya doomscrolling? Seperti apakah dampak negatifnya bagi kesehatan? Apa itu doomscrolling? Doomscrolling merupakan sebutan yang dipakai buat melukiskan kecondongan seseorang yang mencari berita buruk atau konten media sosial yang negatif. Semenjak pandemi COVID-19, tidak sedikit orang yang terjebak melakuan doomscrolling dan menguras waktu sampai beberapa jam cuma buat membaca beragam konten negatif. Beberapa peneliti menyebut fenomena ini selaku ‘social media panic'. Bahaya doomscrolling Menambah buruk kesehatan mental Jika anda menderita kecemasan atau stres, melakukan doomscrolling bisa menyebabkan tanda-tanda yang anda alami jadi tambah buruk. Bahaya doomscrolling pun dapat dialami oleh orang yang gampang merasakan kuatir, rasa kuatirnya akan lebih susah buat dikendalikan. Tingkatkan stres Dikutip dari Psychology Today, saat dipertemukan pada kabar dan info yang memilukan, tubuh akan memberi respon dengan menambah rasa kuatir, takut ataupun bersedih. Jika timbul berkelanjutan keadaan ini bisa menyebabkan tubuh mengalami stres. Menurunkan kualitas tidur Bahaya doomscrolling yang lain bisa berpengaruh pada kualitas tidur. Doomscrolling dikenali bisa menurunkan kualitas tidur karena otak dan tubuh berusaha keras buat menangani depresi dan kekhawatiran. Tingkatkan pembuatan hormon stres Hormon adrenalin dan kortisol merupakan hormon yang dikeluarkan tubuh saat merasa stres. Doomscrolling bisa menyulut pembuatan hormon itu, akibatnya tubuh lebih gampang merasa letih walau sebenarnya tak menjalankan aktivitas fisik yang berat. Cara Mengurangi Doomscrolling Barangkali anda akan kesusahan buat mengakhiri doomscrolling secara keseluruhan. Namun terdapat banyak langkah yang dapat anda jalani guna meredakan doomscrolling. Berikut ini panduan mengurangi doomscrolling yang diringkas dari verywellmind: Jalani kegiatan lain. Saat anda mengetahui tengah melaksanakan doomscrolling, berhenti sajalah dan alihkan perhatian dengan hal lain. Anda dapat mencari kegiatan yang lain yang tak mengikutsertakan handphone atau komputer. Buatlah batas waktu. Membaca informasi maupun konten di jagat maya merupakan aktivitas yang dapat menghabiskan energi. Untuk itulah anda butuh membatasi durasi waktu membaca dan terhubung ke jagat maya. Misalkan, cukup batasi saja waktunya menjadi sekitar 20 menit tiap hari. Mencari hal lainnya yang positif. Ketimbang menguras waktu dengan mengakses konten maupun informasi negatif, coba lihat film yang lucu ataupun baca buku yang menentramkan. Latihlah rasa bersukur. Guna menurunkan rasa cemas dan takut, anda dapat berlatih mengucapkan syukur dengan cara menetapkan beberapa hal yang dapat anda syukuri dalam kehidupan.