You are here
Home > Berita Nasional >

Baliho Puan di Lokasi Erupsi Semeru Dinilai Tidak Etis, PDIP: Kami Tidak Tahu

Baliho Puan di Lokasi Erupsi Semeru
Bagikan Artikel Ini

Pojokjakarta.com – Publik kembali dijadikan geram oleh baliho puan di lokasi erupsi Semeru. Masyarakat mungkin saja tidak masalah jika baliho tersebut ada di pinggir jalan. Namun kali ini, pemasangan baliho tersebut dinilai sudah keterlaluan dan dinilai tidak etis.

Hal tersebut juga disampaikan oleh salah satu relawan bencana erupsi Gunung Semeru, Qomaruddin. Menurutnya, baliho tersebut tidak perlu menonjolkan sosok Puan Maharani secara personal. Bisa dikatakan, baliho semacam itu tidak begitu berfungsi di lokasi yang terimbas erupsi.

Bahkan, ia membandingkan dengan baliho-baliho lain seperti dari NU dan lembaga zakat yang hanya pasang bendera yang menunjukan arah posko pengungsian.

Tidak Hanya Satu Baliho

Baliho puan di lokasi erupsi Semeru ternyata cukup banyak. Hal tersebut dikatakan oleh beberapa relawan yang sedang bertugas di lokasi. Para relawan pun tidak tahu kapan baliho tersebut dipasang di sekitar tempat tersebut.

Jika dipasang di wilayah yang tidak terkena bencana, mungkin masih tidak masalah. Baliho dengan gambar Puan Maharani semacam itu dinilai tidak etis. Sebab masyarakat bisa jadi menilai hal tersebut sebagai sebuah pencitraan. Terlebih pihak yang bersangkutan tidak hadir di tengah masyarakat yang terdampak.

Apapun tujuannya pemasangan baliho tersebut, masyarakat menilai hal itu sebagai hal yang tidak diperlukan. Masyarakat butuh bantuan tenaga dan logistik, bukan baliho ucapan ataupun sejenisnya.  Hal semacam ini tentu sangat sederhana dan bisa dipikirkan secara akal sehat oleh siapapun.

Beredarnya baliho Puan di lokasi erupsi Semeru tersebut dikritik oleh berbagai pihak. Banyak pengamat yang menilai jika baliho tersebut diadakan untuk menyongsong pemilihan presiden tahun 2024. Namun sasarannya tentu sangat salah jika pada korban yang terkena bencana alam erupsi semeru.

Baliho tersebut bertuliskan, “Tangismu, tangisku, ceriamu, ceriaku, saatnya bangkit menatap masa depan” Dengan background korban yang terdampak dan foto Puan yang terpampang besar di baliho tersebut.

Pada dasarnya, baliho tersebut tidak ada masalah. Hal yang jadi masalah adalah penempatan lokasi dan timing yang tidak tepat. Tajuknya pun juga sangat minim esensi bagi korban yang terdampak.

Pihak PDIP Tidak Tahu

Baliho tersebut memampangkan foto Puan Maharani sebagai Ketua DPR-RI. Pihak PDIP sudah mengklarifikasi jika tidak ada anggota PDIP yang ditugaskan untuk memasang baliho di lokasi terdampak erupsi.

Pihak PDIP juga menambahkan jika baliho semacam itu bukan ditempel oleh partai, akan tetapi oleh relawan Puan yang disinyalir memiliki maksud mengharumkan nama puan di pemilu Presiden 2024.

Kembali ditegaskan, baliho semacam itu pada dasarnya tidak masalah. Hanya saja kurang esensi jika diletakkan di tempat bencana. Masyarakat pun juga tidak begitu termotivasi ketika melihat baliho tersebut seperti tajuk narasi yang tertulis di dalamnya.

Leave a Reply

Top