You are here
Home > Berita Nasional >

Purnawirawan TNI Setor 300 Juta ke Anggota Provos, Cucu Gagal Jadi Polisi

Setor 300 Juta ke Anggota Provos
Bagikan Artikel Ini

Pojokjakarta.com – Salah satu pekerjaan yang diinginkan banyak generasi muda adalah polisi. Terlepas dari kontroversinya, menjadi polisi terlihat begitu keren. Sehingga, seorang kakek setor 300 juta ke anggota provos untuk memasukkan cucunya jadi polisi.

Kejadian ini dialami oleh seorang purnawirawan TNI yang bernama Mimid Achmid. Ia ingin cucunya yang bernama Dimas Eka Pernama menjadi anggota Polri. Namun, ia gagal saat mengikuti tes kesamaptaan jasmani pada tahun 2017.

Akhirnya, karena hal tersebut, Mimid memutuskan untuk membayar uang seorang Provos Polda Jatim sebanyak 300 juta. Namun setelah mengikuti seleksi, dimas akhirnya tetap tidak diterima di kepolisian. Tentu hal tersebut begitu memukul Mimid, terlebih ia sudah mengirimkan uang Rp 300 juta secara bertahap pada Provos tersebut.

Pernah Mengalami Hal Serupa Sebelumnya

Adik dari Mimid yang bernama Abdul Muiz Hadi juga pernah mengalami hal serupa. Abdul adalah seorang anggota TNI yang juga pernah menjadi korban dari Provos yang bernama Sutikah tersebut.

Namun jumlah yang disetor tidak sebanyak Mimid, yaitu Rp 150 juta Meskipun tidak sebanyak Mimid, nilai tersebut amat begitu besar bagi sebuah kekayaan yang diembat oleh seorang penipu yang berada di dalam kepolisian.

Saat Abdul sudah membayar uang Rp 150 juta, anaknya juga gagal masuk pendidikan bintara. Hal-hal semacam ini memang menjadi rumor umum di dalam dunia kepolisian ataupun tentara. Dimana, ada uang pangkal untuk masuk lewat jalur khusus agar jauh lebih mulus.

Mungkin saja, hal tersebut dilakukan karena persaingan calon anggota yang masuk. Sehingga, karena sulitnya persaingan tersebut, tidak sedikit orang yang mengambil jalan yang tidak baik dengan memanfaatkan ‘orang dalam’ yang menyelewengkan tugas yang diemban.

Jika praktik semacam itu memang benar-benar terjadi di negeri ini, maka reputasi tentara dan polisi begitu dipertaruhkan. Jika masih banyak orang yang bisa masuk lewat jalur ‘orang dalam’, maka kemurnian kepolisian ataupun tentara bisa dipertanyakan. Akhirnya, kualitas dari prajuritnya yang dipertanyakan.

Praktik Suap Masuk Polri dan Konsekuensi Hukumnya

Kasus seorang kakek setor 300 juta ke anggota provos

ini menjadi salah satu fakta yang mengejutkan dari seleksi kepolisian. Ternyata, hal tersebut bukan sebuah hal yang pertama kali terjadi.

Beberapa bahkan banyak kasus serupa yang ketahuan dan tidak ketahuan sebelumnya. Tentu saja, hal tersebut merupakan sebuah tindakan yang melanggar undang-undang dan memiliki konsekuensi hukum yang tegas. Sebab selain mengurangi kualitas lembaga, praktik ini tentu mencederai kode etik prajurit negara.

Menempuh jalan yang tidak benar untuk menggapai cita-cita bukanlah hal yang patut dilakukan. Sebab, selain merusak etika penegak hukum, hal tersebut juga merusak citra dari kepolisian di mata masyarakat.

Leave a Reply

Top