You are here
Home > Berita Nasional >

Pinjol Semakin Meresahkan, Nagih Pake Foto Porno

Pinjol Semakin Meresahkan
Bagikan Artikel Ini

Pojokjakarta.com – Platform Pinjaman online (Pinjol) hari-hari diperbincangkan. Bahkan bisa dikatakan, pinjol semakin meresahkan sebab beberapa waktu lalu, polisi menggerebek kantor pinjol yang memiliki modus nagih hutang pakai foto porno.

Modusnya, para debitur menagih hutang dengan foto-foto syur hasil editan. Bisa dikatakan, foto-foto editan tersebut nantinya dijadikan gretakan agar peminjam segera mengembalikan hutang beserta bunganya.

Hal tersebut tentu sangat meresahkan. Bagi kaum awam yang tidak begitu tahu menahu, tentu gerakan tersebut sangat menakutkan. Sehingga mereka akan segera memutar otak agar segera bisa melunasi hutang yang mereka lakukan beserta bunganya.

Platform Pinjol Semakin Meresahkan, Tidak Terawasi OJK

Saat ini, ada banyak sekali platform pinjaman online yang tidak resmi dan bersertifikat. Artinya, pinjaman tersebut sering kali memberikan pinjaman dengan bunga yang sangat tidak manusiawi. Benar-benar terkesan mencekik peminjam.

Selain itu, proses peminjaman juga diberikan semudah mungkin agar akses pinjaman online bisa dijangkau oleh semua orang yang terdesak. Beberapa hanya bisa pinjam dengan kartu KTP saja. Setelah itu bisa cair dalam hitungan jam atau bahkan menit.

Namun, semua fasilitas tersebut tentu memiliki resiko yang besar. Bunga yang tinggi dengan jangka waktu pengembalian yang cepat, membuat para peminjam tentu ketar-ketir. Sehingga akhirnya mereka kesulitan mengembalikan pinjaman tersebut.

Dari situlah awal kejar-kejaran para debitur dan peminjam. Karena sulitnya menarik uang dari peminjam, maka para pemilik platform memutar otak agar pengembalian hutang tersebut bisa segera dilakukan. Salah satunya adalah dengan modus editing gambar porno dengan ancaman akan disebar.

Secara teknis, hal tersebut tentu melanggar undang-undang. Selain undang-undang tentang pinjam-meminjam, juga undang-undang ITE yang dijatuhkan pada debitur maupun pemilik platform pinjol.

Pada dasarnya, selain metode itu masih banyak metode lain yang digunakan oleh para debitur untuk menarik hutang. Cara-caranya pun kadang melanggar aturan sehingga jika ketahuan, polisi tidak akan segan untuk bertindak memberantas keberadaan pinjol-pinjol yang semakin meresahkan tersebut.

Masyarakat Diharapkan Tetap Waspada

Selain waspada ketika meminjam uang, masyarakat juga diharapkan untuk melindungi kartu identitas yang mereka miliki. Sebab dengan kartu tersebut, orang-orang bisa menyalahgunakan data yang nantinya bisa merugikan pihak yang bersangkutan.

Banyaknya platform pinjaman online yang tidak resmi ini harus direspon secara baik oleh masyarakat. Perlu pikiran yang cerdas dan benar-benar matang untuk memutuskan atau memilih platform pinjaman online.

Dengan adanya pinjol semakin meresahkan ini, masyarakat diharapkan tidak tergiur dengan iming-iming  apapun. Cara peminjaman cepat, bisa cair dengan cepat, dan berbagai fasilitas lain tidak bisa dijadikan indikator baik tidaknya sebuah pinjaman online.

Maka dari itu, selagi pihak berwajib mengamankan oknum-oknum yang masih berkeliaran, masyarakat diharapkan untuk tetap cerdas dan tidak sembarangan meminjam uang kepada pinjol yang beredar di jagat media maya.

 

Leave a Reply

Top