You are here

Tak Dikasih Uang, Kader Demokrat Kubu Moeldoko Kembali ke AHY

Tak Dikasih Uang Kader Demokrat Kubu Moeldoko Kembali ke AHY
Bagikan Artikel Ini

Pojokjakarta.com – Polemik dualisme partai Demokrat hingga saat ini belum selesai. Kali ini, beberapa kader demokrat kubu Moeldoko kembali ke AHY sebab tidak dikasih uang. Hal tersebut diungkapkan oleh salah seorang peserta Kongres Luar Biasa (KLB) Partai Demokrat, Gerald Piter Thomas yang kembali ke DPP AHY.

Ia mengaku diiming-imingi uang. Kemudian karena setelah masuk ke kubu Moeldoko tidak mendapatkan uang tersebut, akhirnya dia kembali ke AHY dan melaporkan ke DPP kubu AHY.

Tentu saja, hal ini menjadikan semakin jelas jika ada permainan uang yang cukup kuat pada konflik internal partai Demokrat. Ada beberapa orang yang diiming-imingi masuk ke kubu Moeldoko hingga akhirnya terjadi dualisme di badan partai demokrat.

Iming-iming 100 Juta

Tak tanggung-tanggung, salah satu peserta KLB tersebut diiming-imingi uang 100 juta ketika masuk ke Kubu Moeldoko. Namun hingga saat ini, tidak ada kejelasan dari uang tersebut. Tidak lebih dari 10 juta saja yang benar-benar cair.

Uang tersebut dijanjikan pada DPC Demokrat Kota Kotamobagu, Sulawesi Utara. Perjanjiannya adalah, jika Geralt hadir di KLB, maka nanti DPC akan mendapatkan uang 100 juta. Namun, hal tersebut tampaknya masih menjadi janji hingga saat ini.

Sebab tidak ada kejelasan dari janji akan dikasih 100 juta dari kubu Moeldoko. Ia juga menambahkan jika uang tersebut akan diberikan secara berkala. Artinya tidak langsung 100 juta, namun bertahap sesuai kebutuhan DPC.

Disisi lain, di pihak kubu Moeldoko malah membantah memberikan uang pada kader yang hadir pada kongres tersebut. Sehingga, ada sebuah miss informasi yang terjadi dari insiden tersebut. Sehingga ada beberapa anggota di kubu Moeldoko yang menganggap hal tersebut adalah sebuah iming-iming saja.

Karena uang 100 juta tidak diberikan, akhirnya mereka memutuskan untuk kembali ke kubu AHY dan meninggalkan kubu Moeldoko. Terjadi pembelotan di dalam dualisme partai demokrat ini. Menjadikan sebuah noda atau corak yang tidak baik bagi keseimbangan elektabilitas partai demokrat sendiri.

Partai Demokrat Terus Berkonflik

Gerald pun saat ini dituduh sebagai mata-mata yang dikirim untuk mengecek permainan uang di dalam insiden tersebut. Sehingga, ketika ada permainan sogok atau permainan uang di KLB, maka pihak AHY akan semakin lebih mudah memberikan bukti dan menyatukan partai demokrat seperti sedia kala.

Dari semua pergulatan partai demokrat tersebut, publik tentu terus menilai. Bahkan beberapa kader partai demokrat pun juga terkena imbasnya. Partai yang terpecah ini memiliki elektabilitas yang turun akhir-akhir ini.

Adanya kader demokrat kubu Moeldoko ini membuktikan jika dualisme dan problem di dalam partai Demokrat masih belum berakhir. Jika hal ini terus menerus terjadi, maka sudah sangat jelas akan merusak citra dari partai demokrat itu sendiri.

Leave a Reply

Top