You are here
Home > Berita Nasional >

Kasus 3 Anak Saya Diperkosa, Polisi Hentikan Penyelidikan

Kasus 3 Anak Saya Diperkosa
Bagikan Artikel Ini

Pojokjakarta.com – Kasus 3 anak saya diperkosa menjadi viral setelah berbagai beredar di jagat media sosial. Namun baru-baru ini, polisi memberikan keterangan jika kasus tersebut dihentikan karena beberapa laporan tidak bisa dibuktikan. Terlebih, ketiga anak tersebut dinyatakan memiliki interaksi yang baik dengan sang ayah.

Kasus ini melibatkan seorang ayah yang dilaporkan memperkosa tiga anaknya sendiri. Tindak kejahatan yang berat tersebut diduga dilakukan oleh pegawai sipil terhadap tiga anaknya. Menurut laporan dari sang ibu dari ketiga anak tersebut, sang ayah telah memperkosa ketiga anaknya.

Hal tersebut dilaporkan dengan beberapa indikasi. Menurut laporan sang ibu, anak sulung merasakan sakit ketika buang air kecil dan besar. Setelah itu, sang anak juga melapor pada sang ibu jika telah diperkosa oleh ayahnya. Hal tersebut juga dibenarkan oleh anak bungsu.

Polisi Menghentikan Penyelidikan

Laporan tersebut masuk pada tanggal 9 Oktober 2019. Setelah itu, polisi langsung menindaklanjuti laporan tersebut. Berbagai proses sudah dilakukan. Mulai dari visum et repertum, hingga proses pemeriksaan lainnya.

Namun, hasil atau data yang diperoleh pihak polisi tidak membenarkan jika telah terjadi pemerkosaan terhadap anak. Asesmen dari P2TP2A menyatakan jika tidak ada tanda-tanda trauma pada ketiga anak tersebut. Terlebih saat bertemu dengan sang ayah yang dilaporkan sebagai pelaku.

Tiga anak tersebut bahkan langsung duduk di pangkuan ayahnya. Sehingga, polisi memberikan kesimpulan jika laporan tersebut tidak bisa ditindaklanjuti lagi. Tidak ada gangguan yang bisa dijadikan indikator dari tindakan asusila terhadap anak.

Bahkan, hubungan anak dan ayah tampak terlihat harmonis, termasuk fisik dan mental. Sehingga akhirnya, kasus 3 anak saya diperkosa tersebut dihentikan karena tidak ditemukan bukti yang cukup untuk membawa ke ranah pengadilan.

Pada tanggal 6 Oktober 2021, Polda Sulawesi juga melakukan gelar perkara khusus. Namun hasilnya tetap sama. Sehingga mau tidak mau, pihak kepolisian akhirnya menutup kasus tersebut karena tidak ada bukti yang kuat.

#PercumaLaporPolisi Jadi Tren

Keputusan polisi untuk menyudahi penyelidikan tersebut berbuah emosi netizen. Kasus-kasus yang menjerat pemerkosaan terhadap anak tentu sangat sensitif terhadap moral manusia. Sehingga tidak heran jika warganet akhirnya memviralkan hastag percuma lapor polisi.

Bahkan ada yang membuat sebuah narasi dan cerita yang begitu emosional terhadap kasus tersebut. Sehingga berita tersebut akhirnya semakin viral dan menjadi topik yang disorot oleh berbagai komunitas-komunitas.

Beberapa pengamat juga ingin polisi membuka penyelidikan tersebut. Namun dari pihak polisi tetap pada posisi untuk menutup penyelidikan. Polisi bisa membuka penyelidikan kembali jika memang ada bukti-bukti yang kuat.

Kasus 3 anak saya diperkosa ini benar-benar menjadi sorotan publik saat ini. Selain rasa kemanusiaan disayat, social trust dari kepolisian saat ini digadaikan. Meskipun demikian, polisi memberikan keterangan jika proses penyelidikan sudah dilakukan sesuai dengan aturan.

Leave a Reply

Top