You are here
Home > Berita Nasional >

Yuk Kenali Gejala Claustrophobia dan Penyebabnya!

Yuk Kenali Gejala Claustrophobia dan Penyebabnya
Bagikan Artikel Ini

Claustrophobia merupakan salah satu jenis gangguan mental yang sering menyerang kita. Di mana keadaan ini akan mengakibatkan pengidapnya merasa ketakutan, khawatir, atau cemas berlebih bila ada di ruang yang sempit. Contohnya di toilet umum, kereta bawah tanah, terowongan, atau lift. Bila pengidapnya tidak menjauhi tempat-tempat itu ataupun tempat sempit yang lainnya keadaan ini cenderung akan kian menguat. Lantas seperti apa gejala claustrophobia adan apa saja penyebabnya?

Mereka yang merasakan ketakutan, khawatir, atau cemas berlebih bila ada di ruang yang sempit disebut dengan istilah claustrophobic. Ada beberapa gejala claustrophobia serta penyebabnya yang penting kita ketahui dan berikut ini uraiannya.

Gejala Claustrophobia

Seperti yang telah dikatakan di atas bahwa gejala yang muncul pada penderita claustrophobia ialah serangan panik atau rasa cemas ketika ada di ruangan sempit dan tertutup sehingga merasa frustasi dan ketakutan serta ingin keluar dari situasi dan tempat itu. Di samping itu, ada pula gejala claustropobhia lainnya, seperti:

  • Ingin buang air kecil yang tak terkontrol
  • Merasa seperti dinding yang ada di sekeliling akan menghimpit
  • Merasa bingung
  • Telinga berdenging
  • Mulut kering
  • Kesemutan atau mati rasa
  • Ingin pingsan
  • Pusing atau sakit kepala
  • Mual
  • Nyeri di dada.
  • Jantung berdebar kencang
  • Napas yang sesak terasa
  • Gejala kedinginan atau panas
  • Gemetar
  • Berkeringat

Pada keadaan yang lebih parah, pengidapnya pun bisa mengalami:

  • Takut mati
  • Timbulnya perasaan ngeri
  • Takut pingsan
  • Cemas kehilangan kendali

Penyebab Claustrophobia

Umumnya keadaan ini diakibatkan oleh trauma pada kejadian yang dialami pada waktu dulu. Khususnya bila dirasakan ketika masih anak-anak atau bisa juga disulut oleh beberapa hal berikut ini, yakni:

  • Adanya catatan orang tua yang menderita claustrophobia
  • Pernah menjadi korban dari suatu bullying atau perundungan, malahan kekerasan
  • Terjebak di ruang tertutup dalam waktu yang lumayan lama.

Pemicu Claustrophobia

Tiap-tiap pengidapnya dapat dipicu oleh situasi yang berlainan sebab makna sempit antara orang satu dengan yang lainnya juga bisa berbeda-beda. Berikut ini contoh-contohnya:

  • Tempat pencucian mobil otomatis
  • Mobil kecil
  • Pesawat
  • Ruang ganti
  • Toilet umum
  • Gua
  • Terowongan

Ada juga beberapa situasi lainnya yang bisa mendorong claustrophobia, antaar lain:

  • Berada di dalam sebuah lift yang penuh sesak
  • Ada di tengah-tengah keramaian
  • Sedang menjalankan pemeriksaan CT Scan atau MRI
  • Ada pada ruangan kecil tanpa jendela

Penanganan Claustrophobia

Psikiater atau psikolog akan menjalankan sederetan pemeriksaan mulai dari gejalanya, keadaan fisik sampai psikoterapi serta pemberian obat untuk pengidap claustrophobia. Tindakan-tindakan pemeriksaan itu di antaranya adalah:

1. Terapi Desensitisasi

Desensitisasi adalah terapi yang meletakkan penderita di dalam kondisi atau situasi yang ditakuti guna membantunya menghadapi rasa takut itu. Tetapi tentu saja, pada umumnya terapi ini dilaksanakan dengan cara bertahap.

2. Terapi Perilaku Kognitif

Sementara itu terapi perilaku kognitif biasanya mengikut sertakan pembicaraan antara penderita dan psikiater atau psikolog untuk memahami ketakutan yang dirasakan dan bagaimanakah cara buat mengatasinya.

3. Pemberian Obat

Psikiater pun bisa memberikan obat anticemas atau antidepresan untuk membantu meredakan gejala panik yang bisa jadi terjadi ketika sedang ada di suatu ruang yang sempit.

Demikianlah ulasan tentang gejala claustrophobia dan penyebab serta penanganannya yang amat penting untuk Anda ketahui dan pahami. Keadaan ini memang bisa menghambat segala kegiatan dan aktivitas seseorang, termasuk Anda. Oleh sebab itu hendaknya untuk Anda maupun kerabat yang mengalami keadaan serupa dengan gejala yang sudah disebutkan di atas secepatnya berkonsultasi kepada psikiater atau psikolog guna penanganan yang lebih tepat.

Leave a Reply

Top