You are here
Home > Berita Nasional >

Baliho Puan Maharani Dimana-dimana, Ada Apa?

baliho puan maharani
Bagikan Artikel Ini

Pojokjakarta.com – Beberapa orang mempermasalahkan baliho Puan Maharani dimana-dimana. Sebuah banner besar yang bergambarkan Puan Maharani sebagai ketua DPR-RI. Tajuk yang diambil adalah berbau Indonesia Kuat dan Maju.

Baliho ini tentu saja terlihat sangat mengganggu. Pasalnya, saat ini tidak ada urgensinya foto Ketua DPR-RI dipajang dimana-dimana. Orang kecil tentu hanya bisa berpikir jika uang untuk mencetak Baliho tersebut bisa digunakan untuk menolong orang kecil.

Daripada untuk mencetak sebuah baliho besar tanpa ada esensi. Fakta beredarnya baliho Puan Maharani dimana-mana ini tentu menimbulkan pro dan kontra di tengah masyarakat. Menampilkan satu pertanyaan, “Buat apa dan Kenapa?”

Netizen, “Pasti Bermakna Politis”

Hingga saat ini, banyak warganet yang mempermasalahkan hal tersebut. Sekarang masa Pandemi Covid-19, pemerintah sibuk dan bingung mengurus semua hal. Ini kok ketua DPR-RI malah cetak baliho besar dan dicetak dimana-mana.

Tidak ada kepentingan sama sekali. Bahkan masyarakat tidak akan relate apa maksud dan tujuan dari pembuatan Baliho tersebut. Akhirnya, tidak salah jika masyarakat awam mengirim hal tersebut merupakan sebuah tindakan politis.

Entah itu menyambut Pilpres 2024 ataupun tujuan lain, intinya tidak ada urgensi pada kondisi saat ini untuk menyebarkan baliho semacam itu. Bahkan beberapa masyarakat yang melihatnya ikut marah sebab ekonomi dimana-mana sedang sulit.

Vandalisme Baliho Puan Maharani

Masyarakat yang geram terhadap Baliho tersebut melakukan tindakan Vandalisme dengan mencoret-coret baliho tersebut. Satu diantaranya malah ditulisi “Open BO”. Sebuah istilah yang sangat kotor tentunya bisa dicoretkan pada Baliho Puan Maharani.

Open BO adalah istilah Booking Order yang digunakan dalam dunia prostitusi online. Sehingga, menurut pihak berwajib Vandalisme ini harus ditindak. Sehingga, beberapa pelaku sudah diamankan.

Selain Open BO, ada istilah-istilah kotor lainnya yang dicoretkan pada Baliho Puan Maharani ini. Diantaranya adalah Koruptor hingga PKI. Sehingga dapat dilihat jika aksi Vandalisme tersebut memang sengaja dilakukan oleh orang-orang yang ‘benci’ dengan Baliho tersebut.

Diperkirakan, aksi Vandalisme terhadap Baliho Puan Maharani tersebut dilakukan sebab geramnya masyarakat terhadap Puan Maharani. Setelah beberapa waktu dikritik habis-habisan oleh mahasiswa, sekarang malah menampilkan tampang di Baliho-baliho pinggir jalan.

PDIP: Baliho Dipasang Kader, Tidak Berkaitan dengan Pilpres 2024

Setelah diklarifikasi, pihak Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) mengatakan jika baliho tersebut merupakan sebuah baliho yang dipasang oleh Kader PDIP. Sehingga tidak ada unsur kampanye Pilpres 2024.

Baliho-baliho tersebut memang murni dipasang untuk memberikan bukti keikutsertaan ketua DPR-RI dalam proses penanganan Covid-19 dan persatuan masyarakat di Indonesia untuk tetap kuat meskipun Pandemi ini belum usai.

Setiap partai politik tentu saja memiliki misi untuk membawa kadernya menjadi pemimpin negara ini. Namun untuk baliho Puan Maharani ini dikatakan tidak memiliki unsur kampanye Pilpres 2024.

Hal tersebut memang harus ditangkap oleh masyarakat secara positif. Jika memang dari partai tidak berniat membawa kampanye, maka masyarakat tentu harus percaya dan berpikir positif jika baliho tersebut murni untuk edukasi dan ajakan pada rakyat Indonesia.

Jangan sampai masyarakat mengesankan Baliho-baliho tersebut adalah sebuah usaha kampanye dini untuk Pilpres 2024. Apalagi situasi dan kondisi kita saat ini masih belum stabil karena penanganan Covid-19 yang tidak usai-usai.

Dijadikan Bahan Meme oleh Netizen

Sebab maraknya foto Puan Maharani di baliho-baliho di tempat-tempat strategis, banyak netizen yang berpikir kreatif menjadikan Puan sebagai bahan meme dan bahkan partai PDIP juga dibawa-bawa.

Hampir semua kritik yang menyerang, menganggap baliho tersebut merupakan sebuah kampanye dini dan branding untuk seorang Puan Maharani. Sehingga, ia akan semakin siap di kencan pertarungan elektabilitas politik di pilpres 2024.

Tanggapan itu tentu saja merupakan sebuah kajian oleh para pengamat. Sehingga, menimbulkan satu kesimpulan jika baliho Puan Maharani untuk saat ini tidak urgen diadakan. Sebab ekonomi masyarakat Indonesia masih sangat terpuruk.

Seperti yang sudah disampaikan sebelumnya, beberapa pengkritik mengatakan jika biaya untuk pembuatan baliho tersebut lebih baik diberikan pada masyarakat terdampak Covid-19 dan aturan-aturan pembatasan yang diberikan oleh pemerintah.

Meskipun dari pihak PDIP menyangkal ada unsur politis dari Baliho tersebut, masyarakat awam tidak akan kaget lagi. hal semacam itu sudah pernah terjadi di masa sebelum-sebelumnya. Sehingga mata masyarakat akan lebih sensitif.

Masih Terlalu Dini untuk Kampanye

Para pengkritik baliho tersebut menyampaikan jika saat ini terlalu awal untuk melakukan kampanye. Meskipun baliho-baliho tersebut dicetak oleh kader untuk menyampaikan hal-hal baik, tentu masyarakat akan menangkap jika hal tersebut pasti ada unsur politis.

Sehingga, akhirnya timbul satu kesimpulan tersendiri jika Puan Maharani sedang melakukan branding agar lebih dikenal oleh masyarakat. Dengan begitu, elektabilitas Puan akan semakin naik seiring mendekatnya Pilpres 2024.

Saat ini, yang paling urgent dan penting untuk dilakukan adalah menangani Covid-19 yang semakin hari trennya belum juga turun. Maka dari itu, Baliho Puan Maharani dalam konteks situasi dan kondisi, menurut para pengkritik sama sekali tidak diperlukan saat ini.

Jika memang ingin memberikan edukasi terkait Covid-19 maupun ajakan masyarakat untuk mematuhi protokol kesehatan, maka tidak perlu mencantumkan foto Puan Maharani. Sebab akhirnya bisa menyebabkan kesalahan perspektif dari masyarakat.

Intinya, baliho Puan Maharani pada dasarnya tidak ada masalah. Namun dari situasi dan kondisi Indonesia saat ini, baliho besar tersebut tidak begitu urgen untuk dibuat. Apalagi membawa foto Megawati beserta Ir. Soekarno. Sebab, masyarakat akhirnya berpikir jika hal tersebut adalah bentuk kampanye dari PDIP untuk mengusung Puan sebagai calon presiden di pilpres 2024.

 

Leave a Reply

Top