You are here
Home > Berita Nasional >

Mudik Beresiko! Hari Pertama Mudik Dilarang 2021, Ribuan Kendaraan Putar Balik

Hari Pertama Mudik Dilarang Ribuan Kendaraan Putar Balik
Bagikan Artikel Ini

Pojokjakarta.com – Mulai tanggal 6 Mei 2021, mudik lebaran 2021 sudah resmi dilarang. Meskipun mudik dilarang 2021, masih banyak orang yang berniat mudik. Akhirnya, polisi memaksa ribuan kendaraan putar balik di seluruh wilayah yang disekat.

Tentu saja, di luar dari yang putar balik, masih banyak kendaraan yang bisa lewat dengan aman. Entah itu dengan lewat jalan alternatif, tidak ketahuan, atau karena hal lainnya. Maka dari itu, tampaknya pemerintah harus lebih siaga terkait kenaikan persentase penularan Covid-19 setelah lebaran.

Pemeriksaaan Kendaraan Berbuntut Macet Panjang

Karena banyaknya volume kendaraan yang ada, polisi tentu saja kewalahan ketika melakukan pengecekan pada kendaraan yang lewat. Akhirnya, pengecekan tersebut diberhentikan sementara aga macet panjang tidak terjadi terus menerus.

Hal tersebut memang logis saja terjadi. Ketika volume kendaraan yang ada melampaui batas harus diperiksa satu per satu, maka macet pasti akan terjadi. Meskipun hal tersebut dilakukan di gerbang tol.

Karena kendaraan yang masuk tol adalah kendaraan beroda empat. Sehingga potensi terjadinya macet semakin besar. Akhirnya, untuk menghindari kemacetan yang parah dan berlarut-larut, akhirnya polisi menghentikan pemeriksaan kendaraan sementara.

Hal itu terjadi di gerbang tol Cikarang Barat. Pemeriksaan tersebut dilakukan pada kendaraan yang meninggalkan Jakarta. Bahkan macet yang terjadi hingga 5 sampai 6 kilometer.

725 Kendaraan Putar Balik di Satu Titik Pemeriksaan

Tidak membutuhkan waktu yang lama, kendaraan yang tidak memiliki persyaratan perjalanan akhirnya dipaksa untuk putar balik. Jumlahnya lebih dari 725 kendaraan yang diberikan sangki putar balik.

Hal ini memberikan isyarat jika banyak orang yang nekat mudik meskipun tanggal 6 Mei sudah diisyaratkan oleh presiden jika mudik dilarang 2021 dengan tegas. Banyak pemudik yang ngeyel dan akhirnya diberikan sanksi oleh polisi.

Tentu saja, polisi tidaklah memiliki pilihan dalam hal ini. Mereka mau tidak mau harus memberikan sanksi karena memang sudah menjadi tugas mereka. Jika hal tersebut dibiarkan, maka konsekuensinya adalah peningkatan kasus Covid-19.

Banyak Pemudik yang Ngeyel

Di hari pelarangan mudik, banyak sekali pemudik yang ngeyel ingin menerjang titik penyekatan. Akhirnya banyak juga yang dipaksa putar balik dan bahkan tidak sedikit yang diamankan.

Selain menggunakan transportasi pribadi seperti sepeda motor dan mobil, banyak orang yang menggunakan jasa travel. Sejak tahun lalu, travel memang menjadi satu kendaraan yang boleh jadi aman ketika digunakan oleh pemudik.

Namun pada tahun ini, polisi akan bertindak dengan tegas. Terutama bagi travel yang membawa pemudik dan melaju pada malam hari. Polisi tidak segan akan memberhentikan dan mengamankan mobil beserta semua penumpangnya.

Maka dari itu, bagi Anda yang belum bisa mudik, tidaklah perlu ngeyel dan memesan jasa travel. Mudik bisa Anda lakukan setelah pelarangan selesai, sehingga tidak ada penyekatan dan sanksi yang diberlakukan.

Instruksi Liburan Aman Tetap Ada

Meski sudah banyak kritik yang disampaikan oleh masyarakat, tempat liburan masih tetap ramai. Banyak orang yang akhirnya memilih berwisata daripada mudik. Karena pemerintah sendiri memberikan isyarat menganjurkan berwisata.

Pada dasarnya, hal tersebut juga tindakan yang kurang benar. Apalagi jika berwisata dengan melupakan protokol kesehatan yang ada. Potensi penularan akan jauh lebih besar, karena pengunjung wisata bermacam-macam dan bahkan banyak dari WNA.

Pemerintah tetap memberikan batasan untuk berwisata di daerah masing-masing. Sehingga tidak ada pariwisata yang terbuka untuk orang luar kota. Namun jika Anda pintar mencari jalan tikus, maka bisa jadi tetap akan bisa sampai di luar kota.

Karena mobilitas polisi tentu saja kurang di jalan-jalan alternatif. Mungkin saja sanski yang ada di jalan utama akan sangat tegas untuk putar balik. Namun di jalan tikus, polisi tentu akan kesulitan.

Ketahuan Nekad Mudik, Jabar Siap 2500 Ruang Isolasi

Kabar terbaru mengabarkan jika pemerintah Jawa Barat telah menyiapkan 2500 ruang isolasi di desa dan kelurahan. Hal tersebut dilakukan demi mengantisipasi para pemudik yang lolos dan sampai di kampung halaman.

Tindakan pemerintah Jawa Barat tentu saja sangat patut diapresiasi. Mengingat proses mudik dilarang kali ini masih memiliki kemungkinan besar lolos. Sehingga di kampung halaman sudah disediakan pos isolasi.

Sehingga, sebelum bertemu keluarga, pemudik bisa isolasi terlebih dahulu. Penyiapan ruang isolasi ini diperkirakan sangat efektif. Boleh dikatakan tindakan antisipatif pemerintah tahap setelah penyekatan di titik-titik pemudik.

Di Jawa Barat, di beberapa wilayah yang berzona merah, wisata akan tetap ditutup. Sehingga semua mobilitas (entah mudik maupun berwisata) tetap dilarang karena ada beberapa daerah yang berzona merah.

Penyekatan Akan Dilakukan 24 Jam, Jangan Ambil Resiko!

Pemerintah di beberapa daerah memberikan instruksi untuk melakukan penyekatan secara ketat selama 24 jam. Artinya, walaupun Anda mudik di malam hari, maka potensi disanksi akan tetap ada. maka dari itu, jangan ambil resiko tetap mudik.

Apalagi jika nekad mudik pada status menjadi penumpang gelap. Maka ada banyak potensi Anda akan diamankan oleh polisi. Bukannya tiba di rumah, Anda bisa jadi malah ada di ruang isolasi di kantor polisi atau ditempat yang sudah ditentukan.

Banyaknya pemudik yang nekat pulang kampung di hari pertama tentu membuat pemerintah dan polisi akan semakin tegas. Jika memang sanksi perlu ditingkatkan, keputusan tersebut boleh jadi akan diambil demi mempertegas mudik dilarang 2021.

Di tengah kondisi mudik dilarang ini, Anda tidaklah perlu nikad dan mengambil resiko. Selain Anda harus menyayangi keluarga di kampung, Anda juga harus menyayangi diri Anda sendiri agar tidak putar balik atau diamankan oleh polisi.

 

Leave a Reply

Top