You are here
Home > Berita Nasional >

Bendungan Jebol, Banjir Bandang NTT Masih Terus Melanda

Bendungan Jebol Banjir Bandang NTT Masih Terus Melanda
Bagikan Artikel Ini

Pojokjakarta.com – Hingga saat ini, bencana di NTT masih terus terjadi. Kabar baru mengatakan jika bendungan terbesar di sumba timur jebol. Bendungan jebol ini memberikan indikasi jika cuaca ekstrem yang menerjang NTT masih belum usai.

Setelah diterpa oleh badai siklon tropis Seroja pada hari Minggu (4/4/2021), Kecamatan Kambera, NTT masih belum bisa dikatakan pulih. Karena kali ini, bendungan terbesar di daerah tersebut malah jebol dan tentunya menambah keparahan banjir bandang tersebut.

Hal ini merupakan sebuah kabar yang buruk tentunya. Tidak ada yang menginginkan bencana alam ini terjadi. Apalagi hingga menelan korban jiwa. Indonesia harusnya sedang berduka dan tentunya harus segera mengambil langkah.

Bendungan Tidak Kuat Menampung Air

Bendungan yang seharusnya bisa menampung air untuk kebutuhan irigasi, kondisi rusak berat. Maka tidak heran jika bendungan tersebut jebol dan membuat banyak tempat di sekitarnya menjadi rusak berat.

Terjangan air dari jebolnya bendungan tersebut sangatlah parah. Membuat banjir di NTT semakin memburuk. Siklon Tropis Seroja di NTT ini benar-benar menyebabkan bencana yang amat buruk di NTT.

Bahkan hingga Minggu pagi (4/4/2021), banyak sekali sarana dan prasarana yang ludes karena banjir bandang tersebut. Hal ini tentu saja merupakan sebuah bencana yang amat serius dan tidak main-main. Apalagi banyak masyarakat di NTT segera membutuhkan bantuan.

Bagian sayap dan bentangan Bendungan kambaniru patah. Hal itu disebabkan karena hantaman banjir. Luapan air dari bendungan tersebut bahkan menggenangi penduduk di Kecamatan sekitar. Benar-benar parah tentunya.

1.440 Hektare Sawah Rusak

Karena banjir bandang membawa banyak dampak buruk, seluas 1440 hektare sawah tidak bisa ditanami padi pada musim tanam kedua tahun 2021. Hal tersebut tentu saja membuat para petani sangat rugi. Darimana lagi penghasilan mereka jika sawah sudah tidak bisa ditanami padi karena hancur oleh banjir?

Bahkan Bupati Sumba timur Mengatakan jika sawah milik petani tersebut benar-benar tidak bisa ditanami pada. Karena bendungan Kambinaru jebol dan menggenangi sawah mereka. Kondisi tersebut adalah sebuah masalah yang sangat serius.

Bupati Sumba Timur juga mengharapkan Balai Sungai NTT Kementerian PUPR dapat segera membangun Bendungan tersebut. Sehingga sawah yang dimiliki oleh warga bisa kembali ditanami oleh padi dan bisa menjadi sektor penghasilan mereka.

Pemerintah Harus Segera Bertindak

Apapun hal yang dilakukan, pemerintah harus memiliki tindakan tegas. Bencana ini tidak bisa ditunggu saja. Karena jika tidak, korban bisa saja bertambah, karena bencana ini tidaklah main-main dan tidak bisa dibuat santai.

Keputusan apapun yang diambil pemerintah harus tegas dan tepat. Karena masyarakat yang berada di daerah terdampak tentu sangat mengharapkan bantuan. Memang mereka butuh dan tidak bisa melakukan apapun dalam kondisi yang seperti itu.

Maka sangatlah tidak diharapkan jika banyak netizen yang ramai membicarakan kedatangan presiden di pernikahan Atta-Aurel. Karena hal tersebut tidaklah relevan bagi kondisi bangsa Indonesia yang masih dalam status gawat bencana, khususnya pada wilayah NTT.

Bala bantuan benar-benar sangat dibutuhkan oleh warga di daerah tersebut. Bantuan sekecil apapun tentu sangat membantu dan pasti sangat bermanfaat. Karena terjangan banjir, pasti membuat apapun menjadi terkendala di daerah tersebut.

Masih Ada Korban yang Hilang

Bencana banjir ini tidaklah main-main. Hingga saat ini, masih ada orang yang hilang dan tidak ditemukan. Hal tersebut tentu saja menjadi kabar duka. Hilangnya korban ini membuktikan jika bencana ini adalah bencana yang besar.

Banyak orang yang meninggal. Jumlahnya tentu masih update dan berubah. Banjir ini melanda hampir di seluruh wilayah NTT. Selain itu, tanah longsor menjadi bencana lain pada beberapa daerah.

Korban yang banyak inilah, harusnya membuka mata masyarakat Indonesia. Banyak saudara kita di NTT membutuhkan uluran tangan. Sehingga, bantuan sedikit apapun sangat dibutuhkan oleh masyarakat yang terdampak oleh bencana tersebut.

Banjir bandang ini adalah sebuah bencana banjir terbesar di NTT dalam kurun waktu 1 Dekade. Hal ini tentu saja dibutuhkan kolaborasi dari semua pihak untuk saling membantu dan saling mengulurkan tangan. Sehingga korban tidak bertambah dan segera bisa dievakuasi.

Bantuan dalam bentuk apapun, seharusnya segera disalurkan. Entah itu dari pemerintah maupun dari masyarakat Indonesia. Salurkan bantuan terbaik Anda lewat apapun, karena hal itu akan sangat bermanfaat bagi mereka yang membutuhkan.

Bantuan Segera Dibutuhkan

Indonesia sedang berduka, bencana ini seharusnya tidak hanya menjadi bencana di NTT saja. Akan tetapi, semua masyarakat harus sadar dan saling bahu membahu membantu mereka. Karena jika tidak kita, siapa lagi yang akan membantu masyarakat NTT tersebut.

Maka dari itu, jika Anda memiliki rezeki, berapapun semampu Anda silahkan disumbangkan agar bermanfaat untuk mereka yang membutuhkan. Tidak perlu banyak, yang terpenting adalah ikhlas.

Masyarakat tidak perlu menunggu pemerintah, jika hendak ingin membantu, sudah banyak platform yang disediakan untuk membantu korban di NTT. Segera salurkan dan jadilah manusia yang bermanfaat bagi manusia lainya.

Harapan Kedepannya

Semoga dalam kondisi yang seperti ini, masyarakat dan pemerintah bisa berkolaborasi aktif. Sehingga bencana ini segera bisa diatasi dan bisa dikendalikan. Sehingga korban yang timbul tidak bertambah dan wilayah segera bisa diamankan.

Berita bendungan jebol di wilayah NTT ini adalah sebuah kabar buruk. Sehingga, bagi siapapun yang memiliki rezeki, tidak ada salahnya untuk membantu sesama untuk saudara kita di NTT dan sekitarnya.

 

Leave a Reply

Top