Bank Indonesia atau BI beberapa waktu lalu mengeluarkan laporan bahwa cadangan devisa RI saat ini per akhir Februari melonjak tinggi. Bahkan, dikatakan bahwa ini merupakan rekor tertinggi devisa negara Indonesia sepanjang sejarahnya. Diketahui, nilai devisa RI saat ini menyentuh angka $US 13,8 miliar. Angka tersebut dicatat naik sampai dengan 0,57 persen dari bulan terakhir.
Erwin Haryono saat ini selaku Kadep Komunikasi BI memberikan pernyataan bahwa cadangan devisa sekarang bahkan sama nilainya dengan cost 10 sampai 10.5 impor bulan. Banyak yang bertanya-tanya apa yang menjadi penyebab naiknya cadangan devisa negara ini. Berikut adalah beberapa penjelasan terkait fakta dan alasan naiknya nilai tersebut.
Pertumbuhan Ekonomi RI Sempat Minus
Dibalik kabar bahwa cadangan devisa saat sekarang sangat tinggi. Ternyata, pada tahun 2020 kemarin, pertumbuhan ekonomi RI menembus angka minus, tepatnya pada minus 2,07 persen. Data tersebut disampaikan langsung oleh Badan Pusat Statistik yang memberikan laporan terkait produk domestik bruto Indonesia selama tahun 2020.
Meski faktanya demikian, ternyata pertumbuhan ekonomi RI yang minus ini dikabarkan masih mendingan dari pada negara Singapura dan Thailand. Singapura tercatat minus sampai 5.8 persen sedangkan negara Thailand minus 9.5 persen. Ada pula kabar mengejutkan dari negara Amerika yang terkontraksi sejauh 3.5 persen sedangkan Uni Eropa min 6.4 persen.
Cadangan Devisa Diharap Mampu Memenuhi Kebutuhan Pada Sektor Eksternal Pertahanan
Kabar baiknya, saat ini cadangan devisa Republik Indonesia telah melebihi kecukupan standar nasional 3 bulan impor lamanya. BI kemudian memberikan pernyataan bahwa dengan adanya cadangan yang tinggi ini, bisa membuat kebutuhan sektor pertahanan eksternal Indonesia akan terpenuhi. Diketahui bahwa adanya peningkatan ini dipengaruhi besar oleh penerimaan pajak serta penarikan pinjaman pemerintah.
Pemerintah Terbitkan Global Bonds, Sebab Cadangan Devisa Bisa Naik
Beberapa waktu kemarin, Bank Indonesia sempat memberitahukan keadaan dari cadangan devisa RI di akhir januari 2021 lalu tembus angka 138 miliar USD. Angka yang terbilang cukup fantastik jika dibandingkan dengan akhir tahun kemarin yang hanya berkisar 135 miliar nilai USD. BI pun menilai peningkatan ini tak jauh dari kegiatan penerbitan Global Bonds / utang LN dari pemerintah.
Bank Indonesia Menduga Hal Ini Akan Menjadi Pemulihan Ekonomi Kedepan
Terkait dengan adanya rekor tertinggi sepanjang sejarah Indonesia ini. Bank Indonesia kemudian optimis bahwa cadangan devisa negara RI akan cenderung stabil seiring berjalannya waktu. Hal itu pastinya tetap harus didukung dengan stabilitas beserta masa depan ekonomi yang terjamin, seiring dengan banyak respon kebijakan yang mendorong pemulihan ekonomi.
Apakah Nilai Rupiah Bisa Bangkit?
Meksi pemberitaan di dalam negeri cadangan devisa di Indonesia menyentuh angka tertingginya, fakta dilapangan bahwa nilai tukar mata uang rupiah kembali terpuruk. Nilai rupiah kembali kalah telah melawan dolar Amerika Serikat. Kejadian ini dilandasi karena yield obligasi kembali naik.
Rupiah sempat membuka perdagangan di angka 14 260 rupiah per dollar. Namun, tak lama kemudian, mata uang tersebut kembali terjun payung secara tajam ke angka 14 340 rupiah per dollar. Dalam hal ini, nilai rupiah turun sampai ke angka 0,56 persen. Tercatat bahwa angka itu adalah angka tertinggal sejak tanggal 5 November tahun lalu.
Diperkirakan bahwa nilai rupiah akan kurang bisa bangkit menguat. Namun, optimisnya masih bisa menghalau pelemahan. Alasannya adalah nilai tersebut terindikasi oleh NDF sedikit menguat pada siang ini per tanggal 5 maret 2021.
Itulah sedikit penjelasan mengenai informasi cadangan devisa RI yang saat ini mencapai rekor tertinggi. Saat ini pihak BI masih optimis dengan pertumbuhan dan pemulihan perekonomian Indonesia. Namun, tak menutup kemungkinan terjadi jungkir balik di masa yang akan datang.