Trauma masa kecil senantiasa menjadi bayang-bayang yang menghantui. Walau tak membekas secara fisik, mengalami trauma masa kecil tetapi kerap menyisakan luka emosional dan psikis. Trauma masa kecil (childhood) merupakan sebuah pengalaman yang menyebabkan seseorang menderita. Hal itu dapat disulut dari beragam hal, seperti pelecehan, kurang kasih sayang, kekerasan, kehilangan, dan lain sebagainya. Parahnya, seseorang yang menderita trauma masa kecil bisa berakibat buruk yang terjadi selama hidupnya. Oleh sebab itu, amat penting sekali untuk mengetahui tanda-tanda trauma masa kecil sehingga Anda dapat mengetahui bagaimana cara menanganinya. Tanda Mengalami Trauma Masa Kecil 1. Memiliki Emosi yang Tidak Stabil Mereka yang mengalami trauma masa kecil (childhood) condong mempunyai emosi yang labil atau mood swing. Karena di masa kecilnya ia tak bisa mengungkapkan perasaannya secara benar. Apapun keinginannya akan selalu mendapat tentangan dari orang lain, khususnya orangtuanya. 2. Sulit Memercayai Orang Lain Sulit memercayai orang lain merupakan salah satu tanda mengalami trauma masa kecil. Umumnya mereka yang menderita hal ini pelan-pelan menumbuhkan masalah kepercayaan. Masalah ini dapat terus berlarut-larut sampai mereka meningkat dewasa. Hal ini bisa memengaruhi fundamen dari suatu pertemanan dan hubungan romantis. 3. Tidak Dapat Menerima Kritik Kenapa mereka yang mempunyai trauma masa kecil tak dapat menerima kritik sekecil apapun? Bisa saja ketika kecil dahulu, ia kerap diabaikan oleh orangtuanya, entah secara emosional maupun mental. Hal ini lalu membentuknya jadi seseorang yang tak dapat menerima kritik. Karena mereka selalu mementingkan emosinya. Bila telah seperti ini, orangtua mesti menyadari kalau perhatian dan kasih sayang merupakan hal penting yang mesti diberikan pada anak. 4. Memiliki Reaksi yang Berlebihan Jika seseorang senantiasa mempunyai reaksi yang berlebihan bisa jadi itu menjadi salah satu pertanda kalau dirinya mempunyai trauma masa kecil. Mereka bereaksi berlebihan tentunya bukan tanpa penyebab sebab mereka cuma ingin menjaga dirinya supaya tidak merasa terluka kembali. 5. Kurang Konsentrasi Kurangnya konsentari atau fokus memang bisa timbul karena beragam hal. Dapat diakibatkan lantaran suatu masalah atau akibat terdapat trauma masa kecil. 6. Bersikap Pasif dan Tidak Menunjukkan Perasaan Bila trauma masa kecil dikarenakan kehilangan ataupun ditinggalkan seseorang yang mereka cintai, umumnya penderita lebih menjauhi perasaan buruk masa lalunya tersebut. Sampai akhirnya memilih untuk bersikap pasif dan tidak ingin hanyut dari perasaan yang selalu mengikutinya. 7. Merasa Depresi, Malu, Hingga Putus Asa Tanda seseorang menderita trauma masa lalu selanjutnya adalah mereka kerap mempunyai perasaan yang tidak menentu. Misalnya putus asa, perasaan bersalah, penyesalan, dan dendam. Itulah kenapa faktor-faktor tersebut dapat berdampak sampai dewasa dan menyebabkan penderita jadi sedih dan depresi. 8. Bersikap Overprotective Mengapa orang yang mempunyai trauma masa kecil selalu bersikap overprotektif? Hal ini lantaran di waktu kecil ia merasa kurang mendapatkan kasih sayang dan perhatian. Sikap overprotektif yang mereka miliki pula karena rasa takut akan kehilangan seseorang sehingga mereka amat hati-hati. Cara Memulihkan Diri dari Trauma Masa Kecil Mempunyai trauma masa kecil menjadikan seseorang terasa seperti tengah dipenjara. Sehingga mereka tak nyaman, malah terus dihantui kejadian yang bisa jadi menyakitkan itu. Guna mencegah hal itu memang mesti melakukan pemulihan semenjak kejadian itu berlangsung. Trauma masa kecil merupakan rasa sakit seseorang yang terbawa sampai dewasa, entah secara sadar ataupun tidak. Namun, sesudah menginjak dewasa, kita mempunyai kemampuan untuk belajar memperbaiki diri dan jadi lebih bijak pada kehidupan kita kini, bukan?