You are here
Home > Berita Nasional >

Ecky Lamoh Mantan Vokalis Edane Meninggal Dunia: Legenda Rock Indonesia Tutup Usia 64 Tahun

Ecky Lamoh Mantan Vokalis Edane Meninggal Dunia Legenda Rock Indonesia Tutup Usia 64 Tahun
Bagikan Artikel Ini

Dunia musik rock Indonesia kembali berduka. Ecky Lamoh, mantan vokalis band legendaris Edane dan Elpamas, menghembuskan napas terakhir pada Minggu dini hari, 30 November 2025, di RSUP Dr. Sardjito Yogyakarta. Musisi berusia 64 tahun ini meninggalkan jejak mendalam dalam sejarah musik rock Tanah Air.

Detik-Detik Kepergian Ecky Lamoh

Manajemen Edane, Chafiz, mengonfirmasi kabar duka tersebut setelah menerima informasi langsung dari putri Ecky, Pohachie Ariani. Menurut keterangan resmi, jantung Ecky berhenti berdetak pada pukul 02.11 WIB dan secara medis dinyatakan meninggal empat menit kemudian oleh tim dokter.
Sebelum kepergiannya, Ecky menjalani perawatan intensif selama beberapa hari akibat komplikasi penyakit. Kondisi kesehatannya sempat menjadi perhatian komunitas musik Indonesia, hingga rekan-rekan sesama musisi menggalang dana untuk membantu biaya pengobatan.

Gitaris Edane, Eet Sjahranie, bahkan sempat menjenguk Ecky di rumah sakit dan membagikan momen haru tersebut melalui media sosial dengan harapan kesembuhan. Dalam percakapan dengan musisi Indra Lesmana yang dibagikan Edane, Ecky mengaku tengah menjalani cuci darah untuk fungsi ginjal.

Perjalanan Karier Sang Legenda

Lahir dengan nama lengkap Alexander Theodore Lamoh di Jakarta pada 13 Juli 1961, Ecky merupakan musisi keturunan Eropa dengan akar keluarga dari Minahasa, Sulawesi Utara. Nama panggilan “Ecky” berasal dari masa kecilnya ketika ia belum bisa melafalkan nama “Leki” dengan sempurna.

Karier musik Ecky dimulai saat ia bergabung dengan Elpamas pada periode 1986-1988. Band rock legendaris ini membentuk karakter vokal khasnya yang kuat dan berenergi. Pada 1992, Ecky kemudian bergabung dengan Edane bersama Eet Sjahranie (gitar), Iwan Xaverius (bas), dan Fajar Satritama
(drum).

Formasi inilah yang melahirkan album monumental berjudul “The Beast” di bawah label Airo. Album berisi sembilan lagu ini menghasilkan hit legendaris “Ikuti” yang hingga kini masih sering didendangkan pecinta rock Indonesia. Kesuksesan album tersebut terbukti dengan masuknya “The Beast” ke posisi ke-89 dalam daftar 150 Album Indonesia Terbaik Sepanjang Masa versi Rolling Stone Indonesia tahun 2007.

Ecky memutuskan mundur dari Edane pada 2006 dan kembali berkiprah bersama Elpamas, band yang pertama kali membawanya ke panggung musik rock nasional. Selain bermusik, ia juga aktif di dunia seni peran, baik di teater maupun layar lebar, termasuk membintangi film “Pencopet” dan karya lainnya.

Duka dari Komunitas Musik

Kabar kepergian Ecky diumumkan pertama kali melalui Instagram resmi Edane dengan latar hitam dan tulisan penuh duka. Sejumlah musisi papan atas seperti Doddy Katamsi, Ratna Listy, dan gitaris Balawan turut menyampaikan belasungkawa.

“Selamat jalan kawan kami, Eki Lamoh,” tulis akun Instagram Edane. Ucapan duka serupa membanjiri media sosial dari berbagai kalangan musisi lintas generasi yang menganggap Ecky sebagai inspirasi.

Jenazah Ecky disemayamkan di Rumah Duka RS Panti Rapih Yogyakarta sebelum proses pemakaman dilaksanakan secara tertutup bersama keluarga dan rekan terdekat.

Warisan Abadi untuk Musik Indonesia

Ecky Lamoh bukan sekadar vokalis rock biasa. Suara tinggi khasnya, aksi panggung penuh energi, dan dedikasi terhadap musik telah menginspirasi generasi musisi rock Indonesia. Meski sudah lama tak aktif di kancah musik mainstream, kontribusinya tetap melekat dalam memori kolektif pencinta musik cadas Tanah Air.

Album “The Beast” dan lagu “Ikuti” menjadi bukti nyata bahwa karya Ecky telah melampaui zamannya. Hingga kini, lagu-lagu tersebut masih diputar di berbagai stasiun radio dan platform streaming sebagai bagian dari soundtrack kehidupan para penggemar rock Indonesia.

Kepergian Ecky Lamoh meninggalkan kekosongan besar dalam dunia musik rock Indonesia. Namun, warisan musikalnya akan terus hidup dan menginspirasi generasi mendatang. Selamat jalan, Ecky Lamoh. Suara dan semangat rock-mu akan selamanya bergema di hati para penggemarmu.

Leave a Reply

Top