Gangguan Body Dysmorphic Disorder (BDD) Lebih dari Sekadar Kepedulian Terhadap PenampilanKesehatan Mental by Maman Soleman - October 3, 20240 Bagikan Artikel IniGangguan Body Dysmorphic Disorder (BDD) atau dalam bahasa Indonesia sering disebut Gangguan Dismorfik Tubuh, adalah kondisi kesehatan mental di mana seseorang sangat terobsesi dengan kekurangan yang dianggap ada pada penampilan fisiknya. Kekhawatiran ini begitu intens sehingga mengganggu kehidupan sehari-hari mereka. Meskipun orang lain mungkin tidak melihat kekurangan yang mereka khawatirkan, penderita BDD sangat yakin bahwa penampilan mereka cacat dan tidak menarik.Gejala Umum BDDGejala Gangguan Body Dysmorphic Disorder (BDD) bisa sangat bervariasi dari satu orang ke orang lain, tetapi beberapa gejala umum yang sering muncul meliputi:Khawatir berlebihan tentang kekurangan fisik: Kekhawatiran ini bisa terfokus pada satu bagian tubuh tertentu, seperti hidung, kulit, rambut, atau ukuran tubuh secara keseluruhan.Perbandingan diri dengan orang lain: Penderita BDD sering membandingkan diri mereka dengan orang lain dan merasa tidak sebanding.Menghindari situasi sosial: Rasa malu dan tidak percaya diri yang intens dapat membuat penderita BDD menghindari situasi sosial atau aktivitas yang melibatkan penampilan fisik.Perilaku berulang: Untuk mengurangi kecemasan, penderita BDD sering melakukan perilaku berulang seperti bercermin berulang kali, menghindari kontak mata, atau melakukan ritual tertentu.Mencari persetujuan: Mereka sering meminta pendapat orang lain tentang penampilan mereka atau mencari jaminan bahwa mereka tidak terlihat aneh.Mengalami kesulitan dalam fungsi sehari-hari: BDD dapat mengganggu pekerjaan, sekolah, hubungan sosial, dan kehidupan pribadi secara keseluruhan.Apa yang Menyebabkan BDD?Penyebab pasti BDD belum sepenuhnya dipahami, namun beberapa faktor yang mungkin berperan meliputi:Genetika: Riwayat keluarga dengan gangguan kecemasan atau obsesif-kompulsif dapat meningkatkan risiko seseorang terkena BDD.Kimia otak: Perubahan dalam neurotransmitter tertentu di otak, seperti serotonin, dapat berkontribusi pada perkembangan BDD.Pengalaman masa lalu: Trauma masa kecil atau pengalaman bullying terkait penampilan fisik dapat menjadi pemicu.Faktor lingkungan: Standar kecantikan yang tidak realistis di media dan masyarakat dapat memperburuk gejala BDD.Dampak BDDBDD dapat memiliki dampak yang sangat signifikan pada kualitas hidup seseorang. Beberapa dampak yang mungkin terjadi meliputi:Depresi: Rasa rendah diri dan isolasi sosial yang terkait dengan BDD seringkali memicu depresi.Kecemasan: Kecemasan yang intens dan berkelanjutan dapat mengganggu kehidupan sehari-hari.Gangguan makan: Beberapa penderita BDD mungkin mengembangkan gangguan makan sebagai upaya untuk mengubah penampilan fisik mereka.Perilaku merusak diri: Dalam beberapa kasus, penderita BDD mungkin melakukan tindakan yang merusak diri sendiri, seperti melukai diri sendiri atau menjalani operasi plastik berulang kali.Risiko bunuh diri: Penderita BDD memiliki risiko bunuh diri yang lebih tinggi dibandingkan populasi umum.Pengobatan BDDBDD adalah kondisi yang dapat diobati. Beberapa pendekatan pengobatan yang efektif meliputi:Terapi perilaku kognitif (CBT): CBT membantu individu mengidentifikasi dan mengubah pikiran dan perilaku negatif yang terkait dengan BDD.Terapi kelompok: Terapi kelompok dapat memberikan dukungan sosial dan memungkinkan individu berbagi pengalaman dengan orang lain yang memiliki kondisi serupa.Psikoterapi lain: Terapi interpersonal dan terapi penerimaan dan komitmen juga dapat bermanfaat.Medikasi: Obat-obatan antidepresan dan anti-kecemasan dapat membantu mengurangi gejala.************Penting untuk diingat bahwa Gangguan Body Dysmorphic Disorder (BDD) adalah kondisi kesehatan mental yang serius dan bukan sekadar masalah penampilan fisik. Dengan pengobatan yang tepat, pemulihan adalah mungkin. Terapi dan dukungan yang tepat dapat membantu Anda mengatasi kondisi ini dan meningkatkan kualitas hidup Anda.