You are here

Pengaruh Body Image pada Kesehatan Mental Perlu Diwaspadai

Pengaruh Body Image pada Kesehatan Mental Perlu Diwaspadai londynek.net
Bagikan Artikel Ini

Pengaruh body image pada kesehatan mental dapat mengakibatkan hal buruk. Setiap orang tercipta dengan memiliki kondisi fisik yang berbeda-beda. Perlu dipahami, adanya perbedaan tersebut tidak seharusnya menjadi masalah untuk siapapun.

Citra tubuh atau body image bukanlah menjadi tolak ukur kebahagiaan yang Anda miliki. Namun saat body image yang dimiliki tidak sesuai dengan kondisi fisik dan penampilan. Hal ini akan menjadikan diri Anda memiliki masalah lainnya, bahkan mengganggu kesehatan mental.

Ketahui Pengaruh Body Image pada Kesehatan Mental

Body image yakni citra tubuh yang didapat dari orang lain, baik dari penampilan maupun fisik. Body image yang positif tentunya akan mempunyai kesehatan psikis jauh lebih baik.

Hal ini berbeda dengan orang-orang yang kurang menerima kondisi fisiknya sendiri. Berikut ini beberapa kondisi kesehatan mental dari pengaruh body image negatif.

Depresi

Apabila memiliki citra diri negatif kemungkinan lebih besar akan mengalami depresi. Selain itu, mengalami gangguan kecemasan, kecenderungan pemikiran, serta percobaan bunuh diri.  Berbeda dengan kelompok yang dapat menerima penampilan tubuhnya secara apa adanya.

Sebagai contohnya, apabila menerima komentar “gendut”. Semakin sering memikirkan komentar seperti itu, maka semakin rendah kepuasan terhadap tubuh sendiri. Hal ini menjadikan semakin tingginya tingkat depresi yang dialami.

Body Dysmorphia Disorder

Pengaruh body image pada kesehatan mental lainnya yaitu Body Dysmorphia Disorder. BDD klasik merupakan obsesi citra tubuh yang tampak dengan kekhawatiran secara terus menerus. Bahkan hingga taraf mengganggu tentang ‘cacat’ fisik dan penampilan yang dibayangkannya. Namun perhatian yang dinilai berlebihan mengenai kekurangan tubuhnya yang sangat minimal. Hal itu seperti halnya hidung bengkok atau kulit yang tidak sempurna.

Penderita BDD dapat melakukan berbagai tindakan kompulsif atau berulang. Untuk dapat mencoba menyembunyikan atau menyamarkan kekurangannya. Meskipun perilaku ini biasanya hanya memberikan jalan keluar sementara waktu saja. Sebagai contohnya, kamuflase makeup, ukuran baju, gaya rambut, dan memilih prosedur operasi plastik. Bahkan menghindari cermin, menggaruk kulit, dan yang lainnya.

Anoreksia Nervosa

Anoreksia termasuk gangguan jiwa yang paling mematikan. Hal ini membawa peningkatan risiko kematian hingga enam kali lipat dan empat kali risiko kematian karena depresi berat. Pengidap anoreksia nervosa biasanya melihat dirinya sebagai orang yang kelebihan berat badan. Namun sebenarnya memiliki berat badan jauh di bawah standar yang sehat.

Anoreksia menyebabkan pengidapnya untuk menyangkal kebutuhan makanan. Bahkan dengan sengaja membawa dirinya sendiri pada titik kelaparan. Namun di saat lain membalasnya dengan makan berlebihan dan kembali membuang asupan kalorinya. Caranya dengan memuntahkan makanan atau berolahraga mati-matian di luar batas wajar  tubuhnya.

Bulimia Nervosa

Pengidap bulimia menunjukkan adanya kehilangan kontrol saat makan. Nantinya akan makan dalam porsi besar di waktu singkat. Kemudian menggunakan semua kemampuan diri untuk membuang asupan kalori. Caranya dengan memuntahkannya, olahraga mati-matian atau penyalahgunaan obat pencahar.

Pengaruh body image pada kesehatan mental dapat mengakibatkan hal yang sangat buruk. Mulai dari depresi hingga membawa peningkatan risiko kematian lebih besar.

adriana
Penulis,suka traveling dan photography

Leave a Reply

Top