You are here
Home > Berita Nasional >

Tanda dan Gejala Halusinasi Ini Wajib Diketahui

Tanda dan Gejala Halusinasi Ini Wajib Diketahui
Bagikan Artikel Ini

Tanda dan gejala halusinasi bisa saja berlangsung pada seseorang, tentunya hal itu penting Anda pahami. Penyebabnya beragam, bisa lantaran lingkungan atau diri sendiri. Bila hingga berketerusan, hal ini bisa fatal dan menyebabkan masalah besar. Oleh sebab itu, ketahui berbagai tanda dan gejalanya. Dengan demikian bila kerap terjadi pada diri ataupun orang lain, maka dapat mengambil langkah untuk secepatnya melakukan penyembuhan.

Disamping disebabkan oleh gangguan mental, halusinasi pun dapat berasal dari efek samping obat. Maka dari itu, perhatikan tanda dan gejala halusinasi di bawah ini, apakah pernah melihatnya di sekitar ataukah tidak.

1. Melihat Suatu Objek yang Tak Ada

Hal ini timbul pada pengidap halusinasi penglihatan. Seolah-olah ada benda atau seseorang ada di dekatnya. Padahal objek itu cuma bayangan dari dalam pikirannya.

Bukan cuma pada benda atau orang, halusinasi ini pun terjadi pada pola visual dan cahaya. Contohnya melihat seolah-olah lampu berkedip. Tentunya orang lain yang tak menderita halusinasi tidak bisa melihat peristiwa itu.

Hal ini umumnya berlangsung lantaran rasa takut yang mendalam, entah itu pada seseorang atau lainnya. Hal yang paling umum ialah kekerasan fisik sehingga korbannya selalu terpikir oleh orang yang menyakitinya.

2. Mengecap Rasa yang Aneh

Pengecapan penderita halusinasi akan kerap merasakan rasa yang ganjil dalam makanannya. Bukan cuma makanan, pada minuman juga sama. Dalam artian, segala hal yang berhubungan dengan indra perasa.

Misalnya merasakan adanya rasa logam pada makanan atau minuman yang ia konsumsi. Padahal bila orang lain yang mencicipi makanan atau minuman tersebut tak ada rasa logam sama sekali. Penyebabnya adalah pikiran dari halusinasi itu dan hal ini umumnya merupakan sebagian gejala pada pengidap epilepsi.

3. Mendengar Suara Perintah atau Ancaman

Tanda ini menjadi gejala dari timbulnya halusinasi pendengaran. Telinganya seolah-olah selalu mendengar suara ancaman atau perintah. Hal itu dapat membuat pengidapnya kian tertekan dan tidak terkontrol.

Bukan cuma seolah mendengar suara, bisa pula seperti ada alunan musik atau orang berjalan. Peristiwa masa lalu yang buruk memang sering mendatangkan masalah di kemudian hari. Sulit sekali untuk menghilangkan kenangan itu.

Biasanya halusinasi pendengaran tergolong gejala pada penderita gangguan bipolar, skizofrenia, dan demensia. Penyembuhannya mesti dilakukan secara pelan-pelan dan bertahap.

4. Tubuh Seolah-olah Merasakan Sentuhan

Hal ini berlangsung pada pengidap halusinasi sentuhan. Sesuatu yang tak ada kerapkali dialami, seperti ada hewan yang merayap atau sentuhan orang lain. Sebuah kejadian yang menjadikan seseorang trauma dapat menyebabkan hal ini. Rasa takut terhadap kejadian yang sama terus mengganggu dan terlintas. Oleh sebab itu, sentuhan itu senantiasa dirasakannya.

5. Mencium Aroma yang Sebenarnya Tidak Ada

Halusinasi penciuman ini menjadikan seseorang seolah-olah mencium aroma atau bau sesuatu. Misalnya aroma tidak sedap atau bau yang wangi. Padahal sesungguhnya hal tersebut tak ada. Ada halusinasi yang sifatnya sementara, ada juga yang menetap. Semua itu tergantung padda kondisi pengidapnya. Bila peristiwa yang menyebabkannya berhalusinasi amat berat, maka akan mengalami kesulitan dalam menyembuhkannya.

Tetapi bila datang dari kesedihan lantaran kehilangan seseorang, maka bisa sembuh bersamaan dengan mereda kesedihannya. Oleh sebab itu, sesuatu yang menyebabkan emosi negatif mesti secepatnya diubah ke hal positif. Dengan demikian, perasaan itu akan berhenti dan tak akan mengakibatkan beragam halusinasi. Pengaruh dari orang-orang di sekeliling dan lingkungan amat penting dalam mengatasi hal ini.

Rasa peduli dari orang-orang sekitar akan menghindari timbulnya tanda dan gejala halusinasi. Disamping itu, lingkungan yang nyaman pun bisa berpengaruh. Bila tanda dan gejala ini tidak cepat membaik atau memperlihatkan tanda-tanda yang baik, maka Anda mesti secepatnya berkonsultasi ke dokter supaya dapat memperoleh penanganan yang tepat.

Leave a Reply

Top