You are here
Home > Berita Nasional >

Covid-19 Klaster Sekolah, Apakah PTM Tetap Dilanjutkan?

Covid 19 Klaster Sekolah
Bagikan Artikel Ini

Pojokjakarta.com – Pembelajaran Tatap Muka (PTM) kembali menghadapi masalah serius. Setelah Nediem Makarim memberikan instruksi untuk pelaksanaan PTM, ada klaster sekolah yang menyebabkan peningkatan kasus Covid-19 di dunia pendidikan.

Hal ini menjadi sorotan para pengamat. Dari data yang didapat dari survey Kemendikbud terhadap kesiapan belajar tatap muka, menunjukkan jika terjadi peningkatan kasus Positif Covid-19 di berbagai sekolah di seluruh Indonesia.

Namun hingga saat ini, Nadiem tetap kekeh untuk melanjutkan PTM. Ia mengatakan jika PTM tidak akan dihentikan dan terus dilanjutkan. Semua akan dilakukan dengan monitoring terus menerus dan penerapan protokol kesehatan yang lebih ketat lagi. Nadiem kekeh untuk melanjutkan PTM sebab pembelajaran tatap muka sangat dibutuhkan oleh siswa saat ini.

Klaster Berdasarkan Jenjang Pendidikan

Bisa dihitung berdasarkan jenjang pendidikan, maka ada 1,91% dari PAUD, 2,77% dari SD, 3,42% dari SD, 3,42% dari SMP, 4,55% dari SMA, 3,07% dari SMK, dan 3,27% dari SLB. Bisa dikatakan klaster pendidikan sangat signifikan kali ini.

Semua subjek yang positif Covid-19 dihitung dari tenaga pendidikan dan siswa. Artinya, bisa di total, data ini tidak bisa disepelekan. Beberapa pihak lain mengatakan jika PTM harus ditinjau kembali. Sebab jika tidak, ditakutkan klaster sekolah akan terus meningkat dan membahayakan kesehatan guru dan siswa.

Ketua DPR-RI, Puan Maharani mengatkana jika sekolah saat ini belum siap jaga protokol kesehatan. Banyaknya data siswa yang terpapar adalah bukti jika PTM harus dianggap serius oleh para tenaga kependidikan.

Meskipun tarafnya masih belum 100%, peningkatan klaster sekolah ini cukup pesat. Sehingga, banyak pihak yang ingin PTM dihentikan terlebih dahulu. Apalagi Presiden Joko Widodo mengatakan jika PTM hanya bisa dilakukan jika semua sudah vaksin.

Puan menambahkan kepada semua elemen di dunia pendidikan untuk bersiap menghadapi lonjakan kasus di akhir tahun. Dari beberapa prediksi, Covid-19 dengan berbagai variannya kemungkinan besar akan memberikan paparan ke banyak masyarakat dengan serangan yang lebih kuat.

Nadiem Kekeh Melanjutkan PTM

Dari awal program pelaksanaan pembelajaran tatap muka, Nadiem adalah orang yang paling kekeh untuk melaksanakannya. Ia merasa pembelajar daring akan sangat mengganggu kualitas pembelajaran yang dirasakan oleh siswa.

Maka dari itu, mau tidak mau pembelajar tatap muka harus dilaksanakan. Bagaimanapun resikonya, semua elemen tenaga kependidikan harus tanggap untuk menerapkan protokol kesehatan dan mawas diri terhadap penularan Covid-19.

“Prokes akan dikuatkan dan sekolah dimana ada situasi seperti itu harus ditutup segera sampai aman,” Kata Nediem.

Artinya, ia hanya memberikan instruksi bagi sekolah yang di dalamnya terjadi paparan Covid-19. Selain itu, pembelajaran tatap muka di sekolah lain harus dilakukan seperti rencana awal dengan penguatan protokol kesehatan.

Leave a Reply

Top