You are here
Home > Berita Nasional >

Memahami Ciri-Ciri Dan Cara Mengatasi Paranoid Yang Bisa Dilakukan

Cara Mengatasi Paranoid
Bagikan Artikel Ini

Istilah paranoid dapat dipahami sebagai suatu permasalahan terhadap perilaku yang bersifat kronis serta melibatkan sebuah pola pikir yang disebut delusional. Maka dari itu penderita paranoid tergolong rentan untuk terkena gangguan depresi, lalu agoraphobia bahkan hingga mengalami ketagihan akan zat tertentu. Untuk itu terdapat beberapa cara mengatasi paranoid yang bisa dilakukan.

Salah satunya adalah dengan terapi secara psikologis. Dianjurkan bagi orang yang mengalami gangguan paranoid serta berkeinginan untuk menghilangkannya. Maka sebaiknya dilakukan penanganan yang didampingi oleh seorang pakar ahli kesehatan mental. Tidak lain tujuannya adalah agar hasil yang diperoleh lebih efektif. Berikut informasi terkait ciri-ciri paranoid dan juga cara mengatasinya:

Ciri-ciri Paranoid

Pada dasarnya sebuah rasa ketakutan serta kecurigaan yang dialami oleh setiap orang memang wajar terjadi. Meskipun gangguan paranoid identik dengan kedua perasaan tersebut, namun tidak seluruh jenis rasa takut dan juga curiga disebut dengan gangguan paranoid. Maka dari itu untuk mendiagnosis seseorang terkena gangguan paranoid adalah melalui sejumlah pemeriksaan kejiwaan.

Banyak dari kasus pengidap paranoid yang memperlihatkan tindakan berupa sikap yang lebih perfeksionis. Kemudian bertindak independen dalam berbagai macam hal serta memiliki perasaan tidak ingin bergantung dengan orang lain. Untuk ciri-ciri dari gangguan paranoid diantaranya adalah sebagai berikut:

  • Sulitnya melakukan sistem kerjasama dengan pihak lain.
  • Tergolong sensitif untuk masalah kritikan.
  • Cepat timbul rasa marah.
  • Mudahnya untuk memusuhi pihak kain.
  • Merasa kesulitan untuk paham akan permasalahannya sendiri.
  • Dalam lingkup sosial penderita paranoid terbilang mudah untuk terisolasi.

Orang yang mengalami gangguan paranoid menilai bahwa orang yang baru ditemui memiliki niat bahwa akan menyakiti serta berbuat jahat kepadanya. Dari alasan inilah penderita paranoid sering bersikap acuh dan curiga ketika bertemu orang lain terutama yang masih baru baginya.

Cara Menangani Paranoid

Pada umumnya gejala yang sering ditunjukkan oleh orang yang mengalami paranoid adalah tidak memiliki rasa percaya terhadap pihak lain. Dimana penderita tersebut mempunyai perasaan takut jika dirinya akan disakiti. Adapun cara mengatasi paranoid dapat dilakukan seperti berikut:

1. Menggunakan Obat-Obatan

Pemberian sejumlah obat umumnya dilakukan kepada penderita paranoid yang mempunyai gangguan bawaan. Diantaranya seperti gejala depresi, kemudian mengalami ketergantungan terhadap narkoba dan lainnya.

Biasanya penggunaan obat akan disertai dengan bentuk penanganan lain seperti terapi masalah psikologis. Cara ini dijalankan bukan lantaran sebagai penanganan utama. Mengingat masih dibutuhkannya pencarian terhadap penyebab paranoid yang kemudian baru dilakukan penanganan.

2. Menjalankan Terapi Psikologis

Cara lain yang juga bisa dilakukan sebagai bentuk penanganan terhadap gangguan paranoid adalah dengan melakukan terapi secara psikologis. Tentunya cara satu ini harus didampingi oleh seorang psikolog ataupun psikiater.

Umumnya untuk menjalankan terapi semacam ini dibutuhkan waktu yang cukup lama. Dimana psikolog yang bertugas menangani penderita paranoid akan melakukan sejumlah pemeriksaan terlebih dahulu sebelum memberikan diagnosis.

3. Detoksifikasi

Cara ini perlu dilakukan terhadap orang yang mengalami paranoid sekaligus diketahui mengkonsumsi obat terlarang. Dari hal inilah perlu dilakukan pembersihkan atas pengaruh dari obat tersebut. Mengingat efek yang ditimbulkan akibat konsumsi obat terlarang, salah satunya adalah gangguan pada bagian mental seseorang. Namun kebanyakan dari orang yang mengkonsumsi obat tersebut tidak menyadarinya.

Itulah ulasan terkait ciri-ciri serta cara mengatasi paranoid yang sudah tergolong berlebihan. Sejumlah cara tersebut dilakukan tidak lain supaya dapat meminimalisir gejala paranoid yang terjadi. Serta diharapkan mampu membuat pola pikir penderita menjadi lebih baik lagi. Dimana dari sejumlah ciri yang disebutkan di atas bisa dijadikan acuan untuk segera melakukan penanganan.

 

 

lilik sumarsih
Petualang,photographer dan penulis artikel tentang traveling dan alam liar

Leave a Reply

Top