You are here

3 Perbedaan Psikosis dan Skizofrenia yang Mesti Diketahui

3 Perbedaan Psikosis dan Skizofrenia yang Mesti Diketahui
Bagikan Artikel Ini

Pada intinya psikosis dan skizofrenia adalah dua penyakit yang berbeda. Tetapi masih banyak yang yang tak mengetahui hal ini dan salah dalam mengartikan gejala-gejala yang ditimbulkannya. Inilah mengapa penting sekali untuk mengetahui perbedaan psikosis dan skizofrenia.

Perbedaan Psikosis Dan Skizofrenia

Seperti yang sudah disebutkan sebelumnya, psikosis dan skizofrenia merupakan dua keadaan yang berbeda. Psikosis itu sendiri merupakan nama gejala yang mencakup halusinasi dan delusi. Halusinasi menjadikan seseorang mengalami hal yang sebetulnya tidak dialaminya. Halusinasi pun menyebabkan seseorang melihat maupun mendengar hal yang sebetulnya tak ada.

Sedangkan delusi itu sendiri ialah mempunyai keyakinan yang tak biasa yang tak dipunyai orang lain. Sementara itu skizofrenia merupakan penyakit mental yang memengaruhi perasaan dan pikiran seseorang. Halusinasi dan delusi memang tergolong dalam gejala skizofrenia.

Namun seringkali seseorang dengan skizofrenia dapat mempunyai gejala lain, seperti merasa datar dan atau tanpa emosi maupun hingga menarik diri dari interaksi dengan orang lain. Untuk lebih jelasnya simaklah paparan berikut ini.

Perbedaan Penyebab

Penyebab yang pasti dari skizofrenia ini masihlah belum dikenali, tetapi para ahli berpendapat bahwa faktor lingkungan dan faktor genetika ikut berperan serta dalam timbulnya gangguan ini. Sebuah teori menyatakan kalau penurunan kadar dopamin karena pengecilan bagian otak tertentu dapat menjadi salah satu penyebab timbulnya skizofrenia.

Sementara itu psikosis bisa diakibatkan oleh beberapa hal. Seperti misalnya skizofrenia, penyakit alzheimer, infeksi HIV yang mengenai otak, epilepsi, kista otak atau tumor, penyakit Parkinson, stroke, ganja, amfetamin, dan penggunaan alkohol.

Perbedaan Gejala

Beberapa gejala skizofrenia yang bisa ditemui antara lain

  • Kurangnya motivasi
  • Menurunnya kemampuan untuk menilai sesuatu hal
  • Tak memerhatikan penampilannya atau kebersihan dirinya sendiri
  • Menarik diri dari lingkungan
  • Menurunnya respon emosional terhadap orang lain ataupun situasi
  • Anhedonia (tak dapat merasakan bahagia saat melakukan apapun)
  • Gangguan proses berpikir dan berbicara
  • Halusinasi
  • Delusi

Psikosis adalah bagian dari skizofrenia, namun skizofrenia itu sendiri bukanlah merupakan bagian dari psikosis. Halusinasi dan delusi adalah gejala utama psikosis dan skizofrenia menjadi salah satu dari penyebab timbulnya psikosis.

Dalam skizofrenia, psikosis merupakan hal terpenting yang mesti dipenuhi untuk melakukkan diagnosis skizofrenia. Tanpa psikosis, maka tak akan timbul skizofrenia. Tetapi, psikosis sendiri tak tergolong skizofrenia. Di bawah ini merupakan gejala dari psikosis.

Psikosis bukanlah gangguan mental yang berdiri sendiri, tetapi merupakan sekumpulan pengalaman dan gejala dengan tanda yang lebih lengkap di antaranya:

  • Halusinasi (mengalami hal-hal yang tak ada)
  • Delusi (amat percaya dengan hal-hal yang tak benar)
  • Kebingungan
  • Ketidakmampuan untuk berpikir jernih dan meletakkan pikiran bersama secara terpadu
  • Kebingungan dalam berbicara (menunjukkan pemikiran yang kacau dan amat berkecamuk)
  • Sikap tak teratur (tak menentu, tak bisa diprediksi, gelisah, tak logis, dan tak tepat)
  • Sikap katatonik (tak responsif)
  • Dalam psikosis, tak semua gejala ini timbul bersamaan, cuma dua gejala utama saja yang umumnya selalu ada, yakni halusinasi dan delusi.

Pengobatan

Baik skizofrenia ataupun psikosis ditangani memakai obat yang sama. Yakni obat anti psikotik seperti clozapine atau risperidone. Selain itu dibutuhkan pula terapi intervensi sosial seperti terapi kelompok untuk dapat mengatasi kecenderungan pengidap menarik diri dari lingkungan dan gangguan peranan pengidap skizofrenia, terapi keluarga, dan terapi perilaku kognitif.

Jika psikosis diakibatkan oleh penyakit atau penyalahgunaan zat, maka menyudahi konsumsi zat dan menyembuhkan penyakit penyebab bisa membantu menanganinya.

Demikian tadi berbagai perbedaan dari psikosis dan skizofrenia yang mesti diketahui. Kini Anda sudah mengetahuinya sehingga tidak salah lagi dalam membedakan diantara keduanya.

Leave a Reply

Top