You are here
Home > Ekonomi >

BI Akan Terbitkan Rupiah Digital, Berikut Bocoran Informasinya

BI Akan Terbitkan Rupiah Digital Berikut Bocoran Informasinya
Bagikan Artikel Ini

BI akan terbitkan Rupiah Digital atau Central Bank Difgital Currency (CBDC). Hal ini bertujuan untuk memberikan sokongan digitalisasi ekonomi serta membendung popularitas cryptourrency.

Adanya rencana penerbitan uang digital ini telah resmi diungkapkan oleh Gubernur Bank Indonesia, Perry Warjiyo pada saat memberikan jawaban atas pertanyaan Founder atau Chairman CT Corp Chairul Tanjung.

Pertanyaan tersebut berhubungan dengan cryptocurrency yang terselenggara dalam diskusi bertajuk CNBC Indonesia Economic Outlook 2021.

Dalam kesempatan tersebut, Perry Warjiyo memberikan pernyataan BI sedang merumuskan Central Bank Digital Currency yang akan diterbitkan serta diedarkan bersama dengan bank-bank serta fintech secara wholesale dan ritel.

Rencana BI Akan Terbitkan Rupiah Digital

Secara dia-diam, ternyata BI sedang mempersiapkan penerbitan Central Bank Digital Currency (CBDC) atau rupiah digital. Dalam hal ini, BI diminta untuk memperhatikan mengenai kesiapan infrastruktur pendukung yang berhubungan dengan rencana penerbitan mata uang digital tersebut.

Namun, Senior Parner UMBRA, Putu Raditya Nugraha berpendapat bahwa pengguna mata uang digital di Indonesia masih mempunyai tantangan. Baik dari sisi literasi ataupun infrastruktur pendukungnya.

Selain itu, Putu juga menyatakan jika tidak semua penduduk Indonesia juga mempunyai alat yag mampu memberi dukungan dalam penggunaan mata uang digital, salah satunya gawai.

Rencana BI akan terbitkan rupiah jenis baru dalam bentuk digital bertujuan untuk bersaing dalam menghadapi cryptocurrency. Seperti Bitcoin serta Ethereum yang sedang populer saat ini.

Program pembuatan rupiah digital ini merupakan bagian dari proes digitalisasi ekonomi Indonesia yang saling terintegrasi. Bahkan BI berencana menjadi rupiah digital sebagai mata uang resmi Indonesia. Oleh karena itu, Bank Indonesia juga akan melakukan adanya koordinasi dengan bank sentral pada negara lain.

Pengertian Uang Digital

Hingga bertahun-tahun, otoritas pengatur perbankan tradisional di seluruh dunia telah berjuang dalam mengendalikan pengaruh cryptocurrency populer seperti Ethereum serta Bitcoin yang bekerja pada jaringan blockchain.

Mata uang virtual sejenis ini sudah memperoleh popularitas yang sangat luas biasa. Pasalnya, mata uang tersebut mempunyai sifat yang terdesentralisasi serta bebas regulasi.

Hal ini tentunya menjadi ancaman tersendiri bagi sistem perbankan tradisional yang beroperasi di bawah lingkung serta kendali pengatur keuangan suatu negara, salah satunya bank sentral.

Dalam hal ini tidak terdapat kejelasan mengenai pemeliharaan cadangan yang sesuai untuk mendukung penilaian mata uang kripto. Selain itu, peluncuran cryptosurrency baru yang berkesinambungan juga telah menimbulkan adanya kekhawatiran mengenai kemungkinan penipuan, peretasan hingga pencurian.

Hal ini dikarenakan tidak dapat mengontrol pertumbuhan serta pengaruh cryptocurrency sejenis itu. Sedangkan bank sentral terkemuka di seluruh dunia saat ini sedang mengerjakan atau mempertimbangkan untuk meluncurkan versi cryptocurrency milik mereka sendiri.

Cryptocurrency yang mereka atur tersebut memiliki istilah uang digital bank sentral. Uang ini akan dioperasikan oleh otoritas moneter atau bank sentral dari negara tersebut.

Mata uang fiat ataupun uang digital negara. Nantinya CBDC berperan sebagai representasi digital. Di mana dari mata uang fiat negara. Lalu memperoleh dukungan dari sejumlah cadangan moneter yang sesuai dengan masa serta cadangan mata uang asing.

Setiap CBDC akan bertindak sebagai instrumen digital yang lebih aman serta setara dengan tagihan kertas. Dan juga dapat digunakan sebagai cara pembayaran, unit akun resmi hingga penyimpan nilai.

Sama seperti uang kertas berbasis kertas yang mempunyai nomor seri uni, dari setiap unit CBD juga dapat dibedakan untuk mencegah adanya peniruan.

Mengenal Rupiah Digital

Sebagaimana telah kita ketahui, saat ni terdapat dua bank sentral yang cukup agresif dalam mendorong penerbitan CBDC. Dua bank tersebut adalah bank sentral di Swedia serta China.

Rupiah digital diharapkan akan menjadi Central Bank Digital Currency (CBDC) miliki Indonesia. Central Bank Digital atau CBDC merupakan bentuk mata uang digital atau fiat dari suatu negara yang juga merupakan klaim miliki bank sentral.

CBDC adalah sebuah representasi digital dari uang yang menjadi simbol kedaulatan negara atau Sovereign currency. CBDC diterbitkan oleh bank sentral serta menjadi bagian dari kewajiban monternya.

BI pun dalam beberapa saat lalu menyatakan masuk terus melihat urgensi serta kebutuhan masyarakat sehubungan dengan rencananya penerbitan mata uang digital.

Uang digital ini juga dapat digunakan sebagai alat pembayaran yang sah, yakni menggantikan uang kartal. Rupiah digital yang akan diterbitkan oleh BI memiliki konsep yang berbeda dengan cryptocurrecy seperti Bitcoin.

Di mana uang internet ini dihasilkan dari adanya proses penambangan file komputer. Sedangkan untuk Bitcoin memiliki sifat desentralisasi, tidak memerlukan bank sentral serta bank dalam setiap transaksinya. Karena transaksi Bitcoin berlangsung secara peer to peer dari pengirim menuju ke penerima.

Desain Rupiah Digital

Sehubungan dengan rencana BI akan terbitkan rupiah digital nantinya akan bergantung dengan desain yang dimiliki. Termasuk dengan cara mengaksesnya, apakah dapat langsung dari Bank Indonesia atau tidak.

Berdasarkan penjelasan Direktuk Eksekutif Departemen Komunikasi Bank Indonesia, Erwin Haryono menjelaskan bahwa Rupiah digital akan hadir dalam beberapa desain.

Jika Bank Indonesia mengeluarkan CBDC saat ini disebut dengan uang primer sebagai uang kertas yang telah dikeluarkan oleh BI, maka secara statistis ini sudah dalam bentuk digital.

Selain itu Erwin Haryono juga mengatakan bahwa CBDC akan mempercepat proses menontunaikan uang. Dengan demikian hal ini juga akan mempercepat transformasi digital.

Bagian terpenting dari transformasi digital adalah mengenai pembayaran digital itu sendiri. Hal ini bertujuan untuk mempercepat ke arah ekonomi serta keuangan digital.

Desain menjadi salah satu elemen penting dalam pembuatan mata uang digital. Dengan adanya desain yang jelas bertujuan agar tidak menyebabkan adanya disrupsi serta membuat orang malas menyimpan uang di bank.

Selain itu, desain berfungsi sebagai faktor keamanan siber yang perlu diperhitungkan. Pasalnya, saat ini semua sistem bergantung dengan jaringan sehingga serangan siber menjadi sangat rentan.

Oleh karena itu, untuk mengantisipasi hal ini perlu membentengi dengan Firewall. Karena telah banyak orang yang mengatakan krisis finansial yang terjadi pada masa depan berasal dar adanya serangan siber.

Dengan adanya rencana BI akan terbitkan rupiah digital ini, maka penting untuk memperhatikan desain serta sistem keamanan. Keduanya harus dipersiapkan betul, yang akhirnya rupiah digital pun dapat dimanfaatkan oleh masyarakat nantinya.

adriana
Penulis,suka traveling dan photography

Leave a Reply

Top