You are here
Home > Berita Nasional >

Perayaan 1 Tahun RSDC Wisma Atlet: Semangat Pahlawan Covid-19 Hingga Kini

Perayaan 1 tahun RSDC Wisma Atlet
Bagikan Artikel Ini

Pojokjakarta.com –Pada hari kamis (24 Maret 2021) terdapat acara perayaan 1 tahun Rumah Sakit Darurat Covid-19 (RSDC) Wisma Atlet yang berlokasi di pelataran halaman RSDC. Perayaan itu nampak begitu meriah dengan puluhan tenaga kesehatan covid-19.

Selain itu, nampak pula hadir Kementerian Sosial, Tri Rismaharani. Hadir juga Koordinator RSDC Wisma Atlet, Mayjen TNI Dr. dr. Tugas Ratmono. Tidak ketinggalan terdapat pula Dirjen Kebudayaan dari Kemdikbud, Hilmar Farid.

Acara perayaan 1 Tahun RSDC ini merupakan inisasi dari Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan. Acara ini bertujuan untuk mengapresiasi para tenaga kesehatan yang sudah berjuang 1 tahun melawan virus corona, terutama yang bertugas pada RSDC Wisma Atlet. Selain itu, perayaan ini juga untuk menghormati para nakes yang sudah gugur dalam menjalankan tugasnya selama mengabdi.

Rayakan Sambil Gunakan Atribut Nakes Lengkap

Perayaan 1 tahun RSDC ini dihadiri oleh puluhan tenaga kesehatan dan beberapa tamu terhormat yang diundang. Acara nampak ramai dan begitu meriah.

Meskipun demikian, sebagai pemberi contoh yang baik, perayaan 1 tahun RSDC Wisma Atlet ini tidak luput dari penerapan protokol kesehatan secara tepat dan ketat. Hal ini bisa dilihat dari busana serta atribut yang mereka kenakan saat perayaan tersebut.

Seluruh tenaga kesehatan yang terlibat dalam perayaan 1 tahun RSDC Wisma Atlet nampak menggunakan atribut Nakes Lengkap. Mulai dari baju hazmat, masker medis, face shield, sarung tangan, dan sepatu bot.

Tidak hanya tenaga kesehatan dan relawan, semua yang terlibat dalam acara perayaan itu juga mengenakannya. Bahkan termasuk pembawa acara,pemain musik atau band, dan seluruh elemen dari acara perayaan 1 tahun RSDC Wisma Atlet.

Jika dilihat dari kejauhan, mereka nampak kompak mengenakan atribut dominan berwarna putih. Terlihat seperti pahlawan yang telah berjuang keras untuk menyelamatkan Indonesia dari kasus pandemic covid-19 yang tidak kunjung berakhir.

Sambutan Oleh Koordinator RSDC Wisma Atlet

Koordinator RSDC Wisma Atlet, Mayjen TNI Dr. dr. Tugas Ratmono hadir dan secara resmi membuka acara perayaan ini sekaligus memberikan sambutan kepada peserta perayaan. Dalam sambutannya, ada berbagai poin dan harapan yang ia sampaikan, berkaitan dengan kasus covid-19 dan keberadaan dari Rumah Sakit Darurat Covid.

Dalam sambutannya, ia berharap bahwa perayaan RSDC ini merupakan perayaan yang pertama dan terakhir. Hal ini berarti, pada tahun berikutnya kasus covid-19 di Indonesia sudah menurun bahkan menunjukkan 0 kasus sehingga tidak perlu lagi adanya Rumah Sakit Darurat Covid untuk menampung para pasien covid.

Selain itu, beliau juga meminta tolong kepada seluruh peserta perayaan itu. Ia meminta tolong untuk semua yang hadir agar selalu bekerja sama dan bahu-membahu untuk menuntaskan kasus covid-19 yang ada saat ini. Ia meminta terciptanya suatu kerja sama yang baik antara semua tenaga medis dan pasien yang terpapar, sehingga dapat dengan mudah mengatasi kasus covid-19.

Mayjen TNI Dr. dr. Tugas Ratmono juga menyampaikan agar para penghuni RSDC Wisma Atlet, baik itu nakes, relawan atau pasien, sama-sama memberikan contoh dan melakukan sosialisasi kepada masyarakat. Agar mereka selalu memakai masker, serta tetap melakukan berbagai ketentuan protokol kesehatan lainnya.

Apresiasi Oleh Kemensos

Tidak hanya Koordinator RSDC Wisma Atlet, Tri Rismaharani selaku Kementrian sosial juga memberikan sambutan pada acara perayaan itu. Ia menyampaikan segala bentuk apresiasi dan harapan pada pidatonya.

Risma menyatakan sangat mengapresiasi semua tenaga kesehatan dan juga relawan yang sudah berjuang dan mengabdi selama satu tahun untuk melawan virus corona yang ada di negeri ini. Ia mengucapkan terimakasih yang sebesar-besarnya.

Selain itu, ia juga menyatakan agar seluruh tenaga kesehatan dan relawan saling bergotong royong untuk menuntaskan kasus corona yang ada saat ini. Risma menyatakan dalam pidatonya, bahwa ini memang bukan perjuangan yang mudah. Namun mereka berhasil melewatinya.

Risma juga menyatakan pasti sulit menyatukan berbagai latar belakang elemen yang terlibat dalam pengelolaan RSDC. Pasti membutuhkan disilpin yang tinggi. Namun mereka telah berhasil melakukannya

Permainan Angklung Oleh Nakes Covid-19

Setelah acara sambutan-sambutan selesai, melangkahlah ke acara selanjutnya. Pada bagian ini merupakan bagian paling mengharukan dari perayaan 1 tahun Rumah Sakit Darura Covid Wisma Atlet.

Mula-mula, seluruh tenaga kesehatan, pasien, dan semua yang hadir pada acara tersebut menyanyikan lagu mengheningkan cipta. Pembawaan lagu yang begitu mellow dan suasana saat itu menciptakan nuansa haru.

Seakan sedang flashback kembali pada kejadian 1 tahun lalu. Dimana kasus Covid-19 di Indonesia semakin meingkat, orang yang terpapar ada dimana-mana. Hingga muncullah inisiasi RSDC yang mengalih fungsikan Wisma Atlet.

Tidak hanya sampai di situ, suasana haru juga ditambah dengan permainan angklung serempak dari puluhan tenaga kesehatan. Nampak puluhan nakes memainkan angklung dengan nada yang kompak dan bersamaan. Bagi Anda yang melihatnya, pasti terharu dan menitikkan air mata.

Yel-Yel Penyemangat Tenaga Kesehatan Covid-19 yang Terus Menggema

Menariknya, pad acara itu, terdapat suatu yel-yel yang terus menggaung dari awal acara sampai akhir. Yel-yel itulah yang seakan menjadi penyemangat dan motivasi bagi seluruh elemen yang sedang mengabdi demi tertuntasnya kasus corona pada nusantara tercinta.

Yel-yel tersebut adalah “Pantang pulang sebelum corona tumbang”. Nampak seluruh elemen ketika menyuarakannya, dengan suara yang berani dan lantang. Seakan mereka memang sudah siap dan akan selalu siap untuk menghadapi dan berjuang melawan virus covid-19 yang ada saat ini.

Leave a Reply

Top