You are here
Home > Berita Nasional >

Ki Warseno Minta Maaf Soal Wayang Berpeci yang Dikaitkan dengan Ustadz Khalid

Ki Warseno Minta Maaf Soal Wayang Berpeci
Bagikan Artikel Ini

Pojokjakarta.com – Kontroversi Ustadz Khalid yang dikatakan memberikan ungkapan jika wayang haram masih belum berhenti. Ki Warseno minta maaf soal wayang berpeci yang ditampilkan saat pementasan wayang di Ponpes Ora Aji milik Gus Miftah.

Beredar sebuah video pementasan wayang yang dimainkan oleh Ki Warseno. Pada pementasan tersebut, ada sebuah wayang berpeci dan berjenggot yang disinyalir mirip dengan ustadz Khalid Basalamah.

Banyak pihak yang berpendapat jika pementasan wayang tersebut disengaja untuk membalas ungkapan ustadz Khalid yang menyarankan untuk meninggalkan wayang. Pada dasarnya, Ustadz Khalid dalam ceramahnya tidak secara eksplisit mengatakan jika wayang haram, namun lebih ke mencoba meninggalkannya.

Tidak Bermaksud Menyinggung Siapapun

Dalam pementasan wayang pada Jumat (18/2/2022) di Ponpes Ora Aji miliki Gus Miftah tersebut, Ki Warseno mengungkap jika tidak bermaksud menyinggung siapapun. Terlebih lagi dalam pementasan tersebut dirinya tidak menyebutkan nama siapapun.

Ki Warseno mengatakan jika ia adalah pelaku seni tradisi Jawa. Sehingga dirinya tetap akan berpegang teguh pada ajaran-ajaran dan petuah para leluhur untuk saling menjaga keharmonisan hubungan dengan Tuhan, alam, dan manusia. Selain itu juga senantiasa untuk berusaha tidak menyakiti hati sesama.

“Saya secara pribadi dari lubuk hati paling dalam meminta maaf jika ada pihak-pihak yang merasa kurang nyaman setelah melihat pementasan kami di Ponpes Gus Miftah pada Jumat malam yang lalu,” Ucap Ki Warseno pada Wartawan di Solo.

Ki Warseno juga memberikan ketegasan jika pementasan tersebut adalah ekspresi sni pemanggungan wayang sesuai dengan kaidah-kaidah yang diatur secara baku dalam pake pewayangan. Dia juga sempat menyebutkan jika tokoh Baladewa yang tempramental selalu digambarkan seperti dalam pementasan Jumat lalu.

Dirinya juga mengatakan jika pada dasarnya tidak ada yang perlu merasa didiskreditkan atau dilecehkan dalam pementasan tersebut. Sebab tidak ada penyebutan nama sama sekali di acara yang berdurasi 4 jam tersebut.

Tafsir-tafsir dari pementasan wayang tersebut bisa berbeda-beda tergantung pemahaman dan referensi masing-masing orang. Namun dari Ki Warseno sendiri mengaku tidak bermaksud melecehkan pihak manapun.

Wayang yang Digambarkan Mirip Ustadz Khalid

Jika penonton mengikuti kasus ini, kemungkinan besar mereka pasti beropini jika wayang tersebut memang dimaksudkan untuk menyinggung ustadz Khalid. Sebab dari penggambarannya dan konteks ucapan juga sedikit sesuai.

Sehingga tidak heran jika akhirnya netizen banyak pro dan kontra. Banyak yang mengatakan jika yang merusak wayang bukan yang mengharamkan, tapi malah dalang-dalangnya sendiri.

Namun keluar dari konteks tersebut, tindakan Ki Warseno minta maaf soal wayang berpeci ini patutnya harus diapresiasi. Sehingga dari pihak manapun sudah bisa saling menerima dan kembali melebur dalam persatuan di negara republik Indonesia ini. Setiap orang tentu memiliki keyakinan masing-masing. Sehingga harus saling bertoleransi.

Leave a Reply

Top