You are here
Home > Berita Nasional >

#MuralkanIndonesia Viral, Masyarakat Mengeluh Kelaparan saat PPKM

muralkanIndonesia
Bagikan Artikel Ini

Pojokjakarta.com – #MuralkanIndonesia menjadi viral setelah pihak berwajib menghapus mural Jokowi Not Found. Banyak foto-foto mural yang dishare lewat media sosial. Bahkan mereka menyinggung jika pemerintah saat ini sangat tidak pro dengan rakyat atas semua kebijakan yang diambil.

Masyarakat menganggap mural adalah sebuah seni untuk menyalurkan aspirasi. Namun disisi lain, pihak berwajib mengatakan jika presiden adalah lambang negara. Sehingga tidak boleh dihina atau malah dijadikan mural dengan konotasi buruk seperti Jokowi Not Found. Setelah viralnya murah tersebut, bahkan polisi aku mengusut siapa pelaku yang bertanggung jawab atas pembuatan mural tersebut.

Setelah mural tersebut dihapus oleh pihak berwajib, kini masyarakat memviralkan sebuah foto yang bertuliskan, “wabah sebenarnya adalah kelaparan.” Sebuah mural yang diciptakan karena banyak lapisan masyarakat yang kesulitan mendapatkan pekerjaan dan pemasukan di masa pandemi ini. Mural tersebut ditujukan untuk pemerintah yang tidak begitu memperhatikan nasib ekonomi masyarakat bawah.

Beredar Meme Mural yang Dihapus

Banyak foto-foto mural yang beredar dengan pihak berwajib yang menghapus mural tersebut. Tentunya hal semacam ini adalah sebuah kritik yang dilontarkan oleh masyarakat yang tampak otoriter terhadap kritik. Apalagi sampai pada tahap ingin mengusut siapa yang membuat mura Jokowi Not Found tersebut.

Semakin dihapus, masyarakat akan semakin emosi dan memberikan ungkapan rasa kekecewaan mereka kepada pemerintah. Beberapa pengamat juga mengatakan jika pemerintah saat ini sangatlah anti pada kritik. Padahal negara ini merupakan negara demokratis yang membolehkan berbagai macam jenis penyaluran aspirasi. Semua elemen masyarakat memiliki hak bersuara dan menyalurkan pendapat. Maka dari itu, di masa pandemi yang serba sulit ini, masyarakat dibingungkan dengan pemerintah saat ini yang anti terhadap kritik.

Sujiwo Tejo: “Hapus Juga Mural yang Memuji”

Budayawan kondang, Sujiwo Tejo mengatakan jika pemerintah ingin menghapus Mural yang mengkritik, maka pastikan juga mural yang memuji. Sebab, mengkritik adalah ciri khas negara demokrasi untuk keperluan check and balance. Sedangkan memuji adalah sebuah tindakan para penjilat (mohon maaf) Pak Jokowi untuk mendapatkan rezeki.

Intinya, Sujiwo tejo mengatakan sebuah perbandingan konkret jika memang mural Jokowi Not Found hendak dihapus. Pemerintah dan penegak hukum harus adil memposisikan hal tersebut. Agar rakyat merasa mendapatkan keadilan dari kebebasan berpendapat yang ada di Indonesia ini. Melarang kritik artinya menjadikan masyarakat pasif dan terkekang dengan berbagai kebijakan pemerintah yang tidak pro rakyat.

Rakyat Butuh Makan

Berbagai kebijakan PPKM yang diambil oleh pemerintah membuat masyarakat tertekan. Adanya  #MuralkanIndonesia merupakan bentuk komplain masyarakat yang merasa kelaparan saat Pandemi ini.

Selain itu, banyak elemen masyarakat yang mengeluh kesulitan mendapatkan nafkah saat PPKM ini. Pelarangan-pelarangan tersebut seringkali menghambat masyarakat mencari penghidupan.

 

Leave a Reply

Top