You are here
Home > Berita Nasional >

Potensi Tsunami Jawa Timur, Tinggi Hingga 29 Meter

Potensi Tsunami Jawa Timur Tinggi Hingga 29 Meter
Bagikan Artikel Ini

Pojokjakarta.com – Ramai orang membicarakan tentang potensi gempa di pesisir Jawa Timur yang diinformasikan oleh BMKG. Gempa tersebut berkekuatan sekitar 8,7 SR dan bisa melahirkan potensi Tsunami hingga tinggi 29 meter.

Informasi dari BMKG tersebut tentu sangat menghebohkan, sehingga banyak orang yang panik dan bingung bagaimana jika hal tersebut benar-benar akan terjadi. Potensi ini akhirnya dibenarkan setelah beberapa saat lalu ada SMS yang dinyatakan salah.

Potensi Terburuk Bencana Tsunami 29 Meter

Sebuah masalah yang cukup besar jika Tsunami terjadi hingga 30 meter tingginya. Apalagi terjadi di wilayah pesisir Jawa Timur. Karena dipicu oleh gempa dengan kekuatan 8.7 SR, tidak heran jika bisa berpotensi Tsunami.

Ketinggian 29 meter hanyalah sebuah informasi dari BMKG saja. Apakah hal tersebut benar atau tidak, kita semua patut untuk terus berdoa yang terbaik. Agar semua tetap baik-baik saja dalam lindungan Tuhan yang maha Esa.

Posisi gempa  tersebut terjadi diperkirakan di lepas Pantai di perairan Kabupaten Trenggalek. Sehingga, jika gempa ini benar-benar terjadi nantinya, maka wilayah yang paling berdampak adalah Trenggalek dan sekitarnya. Namun itu semua hanya sebuah potensi.

Model Skenario Terburuk dari BMKG

Dalam kajian mitigasi, hal semacam ini diperlukan agar masyarakat mawas diri dan tidak malah panik. Semau prediksi yang dikatakan oleh BMKG merupakan sebuah skenario terburuk dan model dalam merancang mitigasi.

Sehingga bagaimanapun kejadian nantinya, semua tentu tidak ada yang tahu.Hanya Tuhan yang tahu kapan bencana akan datang dan ada. Maka dari itu, masyarakat tidak perlu panik dengan berita tersebut. Hanya perlu mawas diri dan terus berdoa agar diberikan yang terbaik.

Jadi, semua informasi yang diberitakan oleh BMKG diatas merupakan sebuah informasi potensi. Masyarakat tidak perlu panik dan bingung. Tidak ada yang tahu kapan dan dimana terjadinya gempa serta Tsunami tersebut. Karena BMKG hanya memberikan informasi perkiraan atau skenario terburuk.

Informasi Potensi, Bukan Prediksi

Masyarakat dimohon bisa membedakan mana prediksi mana potensi. Berita yang beradat adalah potensi, bukan prediksi. Karena BMKG pun tidak tahu wilayah dan waktu persis terjadinya gempa dan Tsunami yang diinformasikan.

Bisa disimpulkan, masyarakat sama sekali tidak perlu panik. Terpenting, masyarakat harus siap siaga, mengingat Indonesia adalah sebuah kawasan yang rentan Gempa dan bencana alam lainnya. Sehingga mitigasi bencana merupakan sebuah hal yang wajib dilakukan kapanpun dan dimanapun.

Semua informasi potensi gempa dan Tsunami Jawa Timur ini diharapkan menjadi salah peringatan kepada masyarakat. Apapun bisa terjadi kapanpun, sehingga jangan sampai lupa diri dan tidak mempersiapkan segala kemungkinan yang terjadi.

BMKG Sudah Memasang Banyak Sensor Gempa

Karena potensi itu memang ada, BMKG sudah memasang banyak sensor gempa di beberapa wilayah jawa timur. Sehingga tidak perlu lagi khawatir terkait potensi ini. BMKG akan melakukan kinerjanya dengan baik sehingga mitigasi bisa cepat dilakukan.

Sekolah-sekolah juga diperingatkan agar ramah pada mitigasi gempa. Harus ada tanah yang lapang, sirine yang berfungsi jika dalam bahaya, dan edukasi terkait penyelamatan diri ketika gempa terjadi.

Semua pihak tentu akan bekerja secara maksimal di bidangnya masing-masing. Sehingga, masyarakat dimohon untuk tetap tenang dan melakukan aktivitas seperti sedia kala. Tidak perlu resah atau bingung terkait informasi dari BMKG ini.

Jangan Dibesar-besarkan Informasinya

Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa mengatakan untuk tidak menggembar-gemborkan informasi tersebut. Karena hal tersebut hanya sebuah informasi dari BMKG agar masyarakat lebih mawas dengan bencana apapun yang kemungkinan bisa terjadi.

Tidak perlu dibesar-besarkan, pemerintah sudah memetakan mitigasi dan sudah berkolaborasi dengan ahli dibidangnya. Hal tersebut sudah menjadi sebuah kewajiban, karena wilayah Indonesia ini merupakan wilayah yang rawan sekali terjadi bencana alam.

Namun bencana yang paling membahayakan adalah keresahan masyarakat. Jika masyarakat panik, maka pemerintah akan kesulitan memberikan edukasi mitigasi. Akhirnya penanganan terhadap bencana tidak bisa berjalan secara maksimal.

Pemerintah hanya butuh semua pihak bisa bersatu, dalam hal ini saling bahu-membahu untuk kolaboratif. Apapun instruksinya, hal itulah yang terbaik. Mengingat Indonesia adalah negara dengan potensi bencana yang besar, semua pihak harus mau dijak berkolaborasi aktif mengatasi itu semua.

Lebih Baik Berdoa untuk yang Terbaik

Daripada masyarakat panik terkait informasi tersebut, lebih baik berdoa yang terbaik. Karena yang namanya potensi tidaklah mengenal waktu terjadinya. Bisa kapanpun, karena memang masih bersifat potensi (kemungkinan).

Bahkan juga masih ada potensi tidak terjadi. Karena informasi potensi Tsunami ada untuk mitigasi.  Masyarakat diharapkan untuk selalu siaga dan tidak perlu menyebarkan berita-berita hoax yang tidak jelas kebenaranya.

Berdoa adalah hal yang paling baik untuk dilakukan saat ini. Tidak perlu risau dengan gempa maupun tsunami, serahkan itu semua kepada Tuhan dan jalani aktivitas seperti sedia kala. Kita tidak akan bisa mencegah sebuah bencana, apalagi hal tersebut merupakan sebuah gempa ataupun tsunami. Sebuah kehendak Tuhan dengan perantara faktor alam.

Kita diperintahkan untuk menjaga alam ini dengan baik. Jangan menebang pohon sembarangan, membuang sampah sembarangan, dan melakukan kerusakan-kerusakan kecil lainnya. Karena hal itulah yang bisa jadi membuat alam memberikan dampaknya pada kita sendiri. Daripada memikirkan gempa dan tsunami, lebih baik perbaiki prilaku kita sebagai manusia.

Kesehatan psikologis itu jauh lebih penting daripada mengkhawatirkan sesuatu yang belum tentu terjadi. Semoga potensi tsunami jawa timur ini menjadi bahan renungan kita semua, sehingga lebih mawas diri terhadap apapun yang terjadi di hari esok.

 

Leave a Reply

Top