You are here
Home > Berita Nasional >

Apa itu “Kelas Orgasme” yang Hebohkan Bali? Bukan yang Pertama!

Kelas Orgasme Hebohkan Bali Sebuah Pelanggaran Norma
Bagikan Artikel Ini

Pojokjakarta.com – Ramai di Bali bicarakan Kelas Orgasme yang mana diindikasi merupakan sebuah acara yang melanggar norma. Bagaimana tidak membuat heboh, kelas ini disebar lewat platform eventbrite.com dengant ajuk “Tantric Full Body Orgasm”.

Benar-benar secara nyata terlihat jika ada unsur erotik dalam acara tersebut. Apalagi, bahasa yang dipakai adalah orgasm yang dalam KBBI artinya: puncak kenikmatan seksual setelah senggama. Artinya, acara ini disinyalir akan sangat melawan norma agama, susila, dan tentunya adat-istiadat Indonesia.

Tentu saja, acara Kelas Orgasme yang hendak dilaksanakan tersebut akhirnya batal. Hal tersebut disebabkan oleh acara tersebut memang tidak sesuai dengan Indonesia. Apalagi, penyelenggaranya adalah orang yang berkebangsaan Kanada.

Memperburuk Citra Bali

Acara tersebut hendak dilaksanakan di Bali. Tepatnya di Karma House Tattoos di jalan Penestanan No. 8 Kec. Ubud Bali. Beberapa tokoh Bali juga menyesalkan acara tersebut bisa hampir terselenggara.

Karena bali menjadi salah satu tempat pelancongan warga negara asing atau mancanegara, karena acara tersebut lah, Bali semakin memiliki citra yang kurang enak didengar. Seakan-akan, Bali melegalkan hal-hal semacam tersebut.

Meskipun Bali adalah tempat para Bule berwisata, Bali tetaplah Indonesia. Bali tetap memiliki adat istiadat yang kental dan tidak terpisahkan dari Pancasila. Sehingga, acara seperti Kelas Orgasme tentu saja akan sangat dilarang.

Orang di Balik “Bisnis Kelas Orgasme”

Pada dasarnya, acara tersebut adalah sebuah kelas yang dipatok harga. Artinya, ada bisnis yang bermain di didalamnya. Bisnis jenis ini pada dasarnya sudah ada beberapa waktu lalu, juga di Bali.

Kali ini, bisnis serupa muncul kembali dibawakan oleh orang Kanada. Kelas Orgasme ini bahkan menawarkan harga HTM sebesar 20 Euro atau sekitar 344 ribu rupiah. Cukup mahal memang untuk sebuah kelas sekali pertemuan.

Namun harga tersebut boleh saja murah, bila dipandang dari kacamata orang yang memang memiliki kepentingan di bisnis tersebut. Namun akhirnya, Bule yang memiliki rencana kelas tersebut berhasil ditangkap dan akan dikonfirmasi kembali bagaimana kelanjutannya.

Acara tersebut memiliki akun instagram @intimacyunleashed yang merupakan akun resmi dari acara tersebut. Karena Kelas Orgasme ini diselenggarakan oleh Intimacy Unleashed  untuk dipasarkan secara meluas.

Bahkan sasaran dari acara tersebut adalah orang-orang eropa. Boleh dikatakan, acara ini memang sudah terencana dengan baik dan tidak main-main. Namun saat ini, semua situs yang berhubungan dengan Kelas Orgasme sudah dihapus agar tidak menyebar luas.

Bagaimanapun, acara semacam itu akan membahayakan moralitas bangsa. Karena wilayah sasaran yang digunakan sudah di Bali. Banyak sekali generasi Indonesia yang ada di Bali, sehingga warga Asing seharusnya tidak boleh sembarangan membuat acara di Bali.

Acara Tersebut akan Terus Diidentifikasi

Hingga saat ini, belum ada kabar yang jelas terkait Kelas Orgasme ini. Namun polisi akan terus mengidentifikasi bagaimana acara ini akan dijalankan hingga siapa yang memberikan sponsor dari acara ini.

Jika sudah meminta keterangan orang-orang yang bersangkutan, polisi akan segera menyampaikan klarifikasi terkait acara yang berbau hal-hal erotik ini. Sudah menjadi tugas polisi untuk mengamankan masyarakat dari acara-acara yang kemungkinan besar merusak.

Namun hingga saat ini, tampaknya acara tersebut hanya digembor-gemborkan saja. Pasalnya, tempat yang akan dibuat acara masih tutup dan iklan yang ada boleh dikatakan tidak benar atau hoax. Namun hal tersebut akan terus diidentifikasi hingga akar masalahnya ditemukan.

MUI Kritik dengan Keras Bisnis Kelas Orgasme

Sebagai inisiator norma agama nomor satu, MUI tentu saja mengkritik dengan keras acara tersebut. Karena memang secara nama saja, tidak sesuai dengan budaya Indonesia. Hal tersebut di Indonesia sangatlah tabu.

Sehingga, sangat tidak cocok jika dilaksanakan di Indonesia. Apalagi mayoritas penduduk Indonesia ini beragama islam. Di dalam agama islam, acara semacam itu pasti dilarang dengan keras dan tegas.

Jangankan hal yang berbau erotis, konten semi pornografi saja akan dilarang. Islam tidak memperbolehkan hal semacam itu karena bisa merusak mental dan moral generasi muda. Jika acara tersebut dilegalkan dan dimaklumi, lambat laun Indonesia pasti akan rusak.

Tidak ada dari kita yang ingin hal semacam itu terjadi. Indonesia harus bebas dari kerusakan moral. Setiap acara publik yang diadakan harus bersifat positif dan membangun, siapapun yang menjalankan acara tersebut.

Terbalut dalam Acara “Yoga”

Beberapa orang mengatakan jika ternyata acara tersebut adalah acara Yoga. Sementara yang dimaksud orgasme adalah sebuah titik dimana tubuh kita berada di puncak Yoga. Sehingga dikatakan tidak ada hubungannya dengan seksualitas.

Hal tersebut sepertinya memang membenarkan bisnis Kelas orgasme tersebut. Namun pada faktanya, orgasme adalah istilah yang mau tidak mau dilekatkan pada puncak dari hubungan seksual. Tidak ada pengertian lain yang layak selain itu.

Sehingga, bagaimana istilah tersebut dibalut dengan “Yoga”, tentu saja Yoga berbeda dengan acara Kelas Orgasme. Dari segi diksinya saja sudah sangat beda. Apalagi di pamflet atau pengumuman acara tersebut tidak ada kata “Yoga” yang tertulis.

Maka dari itu, semua elemen masyarakat dan pemerintah harus tetap mawas diri. Acara semacam ini harus diberantas di Indonesia. Karena kalau tidak, bisa jadi potensi masuknya kerusakan moral terjadi pada generasi muda kita.

Tentu saja, tidak ada dari kita yang mau jika anak cucu kita mengikuti Kelas Orgasme yang di dalamnya bisa jadi memang mengandung acara yang negatif. Entah itu hal-hal yang bersifat tabu atau bahkan sudah merambah ke kegiatan yang merusak moral manusia.

 

Leave a Reply

Top