You are here
Home > Politik >

Strategi Politik Moeldoko Gunakan Sistem Hantam, Hajar, dan Caplok

Strategi Politik Moeldoko Gunakan Sistem Hantam Hajar dan Caplok
Bagikan Artikel Ini

Partai politik di Indonesia kembali gonjang ganjing dengan berbagai isu yang mencengangkan. Strategi politik Moeldoko menimbulkan berbagai polemik di tubuh Partai Demokrat. Adanya problematika membuat sosok Moeldoko sempat menghilang beberapa saat.

Strategi Politik Moeldoko Menimbulkan Polemik

Hampir satu bulan Kepala Kantor Staf Presiden Moeldoko menghilang tanpa kabar. Bahkan tidak ada kemunculannya di hadapan publik. Namun, beredar kabar bahwa Moeldoko akhirnya menampakkan dirinya dengan pernyataan yang cukup mengejutkan.

Rupanya sosok Moeldoko menyatakan kesediaannya menjadi Ketua Umum lantaran di Partai demokrat sedang mengalami pergeseran arus demokrasi. Bahkan sedang mengalami pertentangan ideologi partai.

Direktur Eksekutif Indonesia Political Review, ujang Komarudin, menilai bahwa tindakan Moeldoko didapatkan dari hasil strategi politik institusional. Dalam hal ini dianggap menggunakan strategi hajar dan hantam serta caplok kekuasaan orang lain. Tentu saja sangat mengesampingkan nilai moralitas kehidupan.

Direktur eksekutif Institute for Democracy & strategic Affairs (Indostrategic), A Khoirul Umam membeberkan bahwa hilangnya Moeldoko lantaran rasa panik. Pasalnya sudah menjatuhkan moral politik dan mengalami keterpurukan rasa percaya diri.

Hal inilah yang dianggap sebagai kesalahan strategi politik Moeldoko. Justru menghilang dan melarikan diri lalu datang untuk mengejutkan publik.

Manuver Politik Moeldoko

Perlu diketahui bersama bahwa manuver politik Moeldoko tidak mendapatkan dukungan moral dan politik dari manapun. Dari perkembangan dinamika hampir semua simpul kekuatan politik tidak mendukung langkah Moeldoko. Walaupun sudah terlihat bahwa ada indikasi mobilisasi buzzer yang memberikan dukungan.

Bahkan, pihak purnawirawan TNI juga tidak memberikan dukungan sedikitpun dari Moeldoko. Hal ini diungkapkan oleh Umam bahwa salah satu dari Alumni School of Political Science & International Studies, The University of Queensland Megawati Soekarnoputri juga menolak strategi politik Moeldoko.

Telah dikonfirmasi bahwa ia juga tidak pernah menemui Moeldoko. Menurut Umam strategi ini sudah salah kaprah karena terlalu berambisi. Sehingga mengalahkan rasionalitas dalam menjalankan politik.

Cukup sulit untuk memahami hiruk pikuk yang sedang terjadi pada Partai demokrat. Tetapi, sudah ada beberapa benang merah yang sayup-sayup. The Harvard Study of Adult Development kini sedang melakukan studi panjang untuk menemukan langkah terbaik dalam perpecahan ini.

Ungkap Kekecewaan Berbagai Pihak

Tak heran bila strategi politik Moeldoko tidak mendapatkan dukungan dari berbagai pihak. Banyak elemen-elemen politik yang kecewa termasuk para purnawirawan TNI. Hampir tidak ada purnawirawan TNI yang menilai manuver politik Moeldoko mampu menunjukkan watak keperwiraan.

Bagi mereka tidak ada yang bisa diambil untuk diteladani oleh perwira muda. Terutama saat mereka sedang berjuang dalam kompetisi yang fair. Padahal besar harapannya strategi politik bisa mendidik perwira muda untuk berjalan maju.

Selain itu, mayoritas penggiat demokrasi menganggap bahwa manuver Moeldoko adalah ancaman yang real terhadap regenerasi kepemimpinan. Terutama dalam internal partai politik nasonal. Hal ini telah diucapkan oleh Dosen Universitas Paramadina.

Moledoko Harus Menimbang Ulang

Umam menyarankan agar strategi politik Moeldoko ditimbang ulang dan dikaji dengan sebaik-baiknya. Hingga saat ini yang bisa mengalahkan langkah politiknya hanyalah keajaiban. Hal ini bisa terwujud melalui dukungan keputusan Kemenkumham.

Kabar kurang sedap sudah terdengar hingga seluruh penjuru dunia. Pemerintah atau Kemenkumham harus lebih memahami akan tantangan demokrasi yang sedang dihadapi.

Besar harapannya, untuk Moeldoko mundur teratur dalam langkah ini. Sebaiknya segera mengambil langkah tegas sebelum menghadapi realita politik yang cukup keras.

Mengingat bahwa strategi politik Moeldoko sangat mengancam kelangsungan partai politik Nasional. Dalam hal ini sudah terbukti bahwa strategi tersebut benar-benar fatal untuk kedepannya.

adriana
Penulis,suka traveling dan photography

Leave a Reply

Top