Ayatollah Ali Khamenei Meninggal: Pemimpin Tertinggi Iran Tewas dalam Serangan AS-IsraelBerita InternasionalRelationship by Maman Soleman - March 1, 2026March 2, 20260 Bagikan Artikel IniPada 28 Februari 2026, Ali Khamenei tewas dalam serangan rudal gabungan Amerika Serikat dan Israel yang menargetkan kawasan Teheran. Ayatollah Ali Khamenei meninggal dalam serangan yang mengguncang dunia dan mengubah peta geopolitik Timur Tengah secara drastis. Kejadian ini menjadi salah satu peristiwa paling mengejutkan dalam sejarah modern Iran.Khamenei lahir pada 19 April 1939 dan telah menjabat sebagai pemimpin tertinggi Iran sejak 1989. Selama lebih dari tiga dekade, ia memegang kendali penuh atas Iran. Masa jabatannya selama 36 tahun menjadikannya kepala negara yang paling lama berkuasa di Timur Tengah.Kronologi Serangan yang Menewaskan KhameneiSerangan dimulai setelah matahari terbit di Iran pada Sabtu pagi. Ledakan besar terdengar di ibu kota Teheran, disertai kepulan asap tebal yang tampak dari kejauhan.Saat meninggal, Khamenei sedang berada di kantornya dalam kompleks kediamannya. Ia tengah menjalankan tugasnya saat serangan berlangsung. Setidaknya lima pejabat senior Iran juga tewas bersama Khamenei dalam serangan tersebut.Di antara mereka yang tewas adalah penasihat keamanan utama Khamenei, Ali Shamkhani, serta panglima tertinggi Korps Garda Revolusi Islam (IRGC), Mohammad Pakpour.Kantor berita resmi Iran, IRNA, akhirnya mengonfirmasi kematian Khamenei. Iran menetapkan masa berkabung nasional selama 40 hari atas kepergian pemimpin berusia 86 tahun tersebut.Reaksi Dunia atas Kematian KhameneiKematian Khamenei memicu beragam respons dari berbagai penjuru dunia. Reaksi itu terbagi antara duka dan perayaan.Presiden Rusia Vladimir Putin menyebut pembunuhan tersebut sebagai tindakan yang tidak bermoral dan melanggar semua norma hukum internasional yang berlaku.Presiden Turki Recep Tayyip Erdoğan menyampaikan rasa dukanya dan menyatakan komitmen Turki untuk terus mendorong perdamaian dan stabilitas kawasan.Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu menjadi orang pertama yang mengumumkan dan merayakan kematian itu, dengan menyebut selama hampir lima dekade rezim Ayatollah telah mengancam kehancuran Israel dan Amerika.Di dalam Iran sendiri, sebagian warga turun ke jalan merayakan kematian Khamenei. Namun pada keesokan paginya, ribuan orang berkumpul di ibu kota sambil meneriakkan slogan anti-Amerika.Masa Depan Iran Pasca-KhameneiKematian Khamenei membuka babak baru yang penuh ketidakpastian bagi Iran. Pertanyaan terbesar adalah: siapa yang akan memimpin selanjutnya?Berdasarkan konstitusi Iran, Pasal 111 mengatur bahwa sebuah dewan sementara harus menjalankan tugas kepemimpinan hingga pemimpin tertinggi baru terpilih. Dewan itu terdiri dari Presiden Masoud Pezeshkian, Ketua Mahkamah Agung, dan seorang ulama dari Dewan Wali.Para analis memperingatkan bahwa perayaan di jalanan tidak serta-merta berarti perubahan sistem. Menggantikan seorang pemimpin tidak otomatis mengubah struktur kekuasaan yang sudah mengakar kuat.Kematian Khamenei berpotensi memicu perubahan dinamika regional terbesar sejak serangan Hamas ke Israel pada Oktober 2023. Iran kini berada di persimpangan jalan yang sangat krusial.********************Ayatollah Ali Khamenei meninggal pada 28 Februari 2026 dalam serangan militer gabungan AS dan Israel. Selama 36 tahun, ia mengendalikan Iran dengan tangan besi. Kematiannya meninggalkan kekosongan kekuasaan yang besar. Dunia kini menunggu dengan waspada arah yang akan ditempuh Iran selanjutnya. Satu hal yang pasti: babak baru sejarah Timur Tengah telah dimulai.