Iran Desak Amerika Serikat Kembalikan Aset Bekunya: Tuntutan di Tengah Negosiasi DamaiBerita Internasional by Maman Soleman - May 13, 2026May 11, 20260 Iran desak Amerika Serikat untuk mengembalikan aset beku mereka. Tuntutan ini menjadi bagian dari respons Teheran atas proposal AS. Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Iran menyampaikan hal ini. Pernyataan resmi dikeluarkan pada Senin, 11 Mei 2026. Iran juga meminta penghentian perang di kawasan dan blokade laut. Teheran menegaskan bahwa mereka hanya menuntut hak-hak sah mereka. Tidak ada konsesi tambahan yang diminta dalam proposal terbaru. Aset Iran telah terjebak di bank asing selama bertahun-tahun. Latar Belakang Pembekuan Aset Iran Sejarah Sanksi Ekonomi Pembekuan aset Iran pertama kali terjadi pada 1979. Sanksi diberikan saat krisis sandera di Kedutaan Besar AS di Teheran. Teheran mendapat sanksi pembekuan terkait program nuklir mereka. Hubungan kedua negara terus memburuk sejak saat itu. Sanksi diperketat setelah AS keluar dari kesepakatan nuklir 2015.
Trump Menolak Proposal Iran: Ketegangan Diplomatik Semakin MemanasBerita Internasional by Maman Soleman - May 6, 2026May 4, 20260 Trump menolak proposal Iran yang diajukan melalui mediator Pakistan. Presiden Amerika Serikat menyatakan ketidakpuasannya terhadap tawaran perdamaian tersebut. Ia menilai usulan itu tidak dapat diterima setelah mempelajarinya. Penolakan ini menambah ketegangan hubungan kedua negara yang sudah memanas. Gencatan senjata tiga minggu masih berlangsung meski rapuh. Kedua pihak saling menuding telah melanggar kesepakatan yang ada. Isi Proposal Iran yang Ditolak Rencana Tiga Tahap Perdamaian Iran mengajukan rencana tiga tahap untuk mencapai perdamaian jangka panjang. Tahap pertama mencakup penghentian total permusuhan dalam waktu 30 hari. Proposal juga menawarkan penghentian pengayaan uranium hingga 15 tahun. Tahap kedua mencakup isu nuklir dan pelonggaran sanksi secara bertahap. Iran bersedia membekukan pengayaan uranium maksimal 3,6 persen. Tahap ketiga melibatkan dialog strategis dengan negara-negara Arab tetangga. Poin-Poin Krusial dalam Dokumen Proposal terdiri dari 14
Trump Hadapi Tenggat 60 Hari Soal IranBerita Internasional by Maman Soleman - May 3, 2026May 2, 20260 Presiden Amerika Serikat Donald Trump menghadapi tenggat waktu krusial terkait konflik Iran. Batas waktu 60 hari jatuh pada 1 Mei 2026. Peraturan War Powers Resolution mengharuskan persetujuan Kongres setelah periode tersebut. Konflik militer dimulai pada 28 Februari 2026 lalu. Trump memberitahu Kongres pada 2 Maret, memicu hitungan mundur. Tenggat 60 hari soal Iran menjadi momentum penting dalam sejarah politik AS. Resolusi Kekuatan Perang dan Kewenangan Presiden War Powers Resolution tahun 1973 mengatur batasan kewenangan presiden. Presiden harus memberi tahu Kongres dalam 48 jam setelah aksi militer dimulai. Penempatan pasukan hanya diizinkan selama 60 hari tanpa persetujuan parlemen. Posisi Pemerintahan Trump Pemerintahan Trump mengklaim perang telah berakhir melalui gencatan senjata. Gencatan senjata pertama disepakati pada 7 April 2026. Menurut pejabat senior, tidak ada baku tembak sejak
Ada Apa di Balik Gencatan Senjata Iran-AS?Berita Internasional by Maman Soleman - April 12, 2026April 10, 20260 guhGencatan senjata Iran-AS resmi berlaku mulai 8 April 2026. Kesepakatan ini menghentikan sekitar 40 hari serangan yang melibatkan AS dan Israel ke wilayah Iran. Langkah ini mengejutkan banyak pihak. Dunia bertanya-tanya: apa sebenarnya yang mendorong kedua negara bersepakat? Gencatan senjata Iran-AS dimediasi oleh Pakistan setelah serangkaian serangan udara dan rudal. Ketegangan ini sebelumnya telah mengguncang jalur pelayaran global dan memicu lonjakan harga energi dunia. Situasinya sangat kritis. Kawasan Timur Tengah berada di ambang perang yang jauh lebih besar. Isi Kesepakatan dan Kepentingan di Baliknya Iran resmi menerima gencatan senjata selama dua minggu setelah mediasi intensif yang difasilitasi oleh Pakistan. Salah satu syarat utama adalah pembukaan kembali Selat Hormuz. Selat Hormuz merupakan jalur strategis yang dilalui sekitar 20 persen pasokan minyak dan gas dunia.
Reaksi Netanyahu Saat Trump Ingin Hentikan Perang dengan IranBerita InternasionalPolitik by Maman Soleman - March 27, 2026March 27, 20260 Dunia menahan napas menyaksikan ketegangan di Timur Tengah yang terus meningkat. Di tengah konflik yang berkecamuk, reaksi Netanyahu saat Trump ingin hentikan perang dengan Iran menjadi sorotan internasional. Pernyataan Netanyahu mengungkap dinamika rumit di balik hubungan dua sekutu dekat itu. Dua pemimpin yang sebelumnya tampak satu suara kini mulai memperlihatkan perbedaan arah. Hubungan antara Donald Trump dan Benjamin Netanyahu dilaporkan mulai menunjukkan tanda-tanda keretakan setelah serangan terhadap ladang gas Iran memicu eskalasi besar di kawasan Teluk. Ini bukan sekadar perbedaan taktik. Ini adalah pertanda dua negara sekutu mulai berjalan di jalur yang berbeda. Latar Belakang: Bagaimana Perang Ini Dimulai Perang ini tidak terjadi tiba-tiba. Kurang dari 48 jam sebelum serangan terjadi, Netanyahu menelepon Trump. Netanyahu menyampaikan perlunya melancarkan perang yang kompleks ke Iran,
Ayatollah Mojtaba Khamenei: Pemimpin Tertinggi Iran yang Baru dan KontroversinyaBerita InternasionalPolitik by Maman Soleman - March 13, 2026March 13, 20260 Ayatollah Mojtaba Khamenei resmi menjadi Pemimpin Tertinggi Iran yang baru pada Maret 2026. Ia menggantikan sang ayah, Ali Khamenei, yang tewas dalam serangan udara gabungan Amerika Serikat dan Israel. Majelis Ahli Iran — dewan ulama Syiah yang bertugas memilih pemimpin tertinggi — memilih pria berusia 56 tahun ini sebagai pemimpin ketiga Republik Islam Iran. Pengangkatan Mojtaba menuai perhatian dunia. Ia dikenal sebagai sosok garis keras yang selama bertahun-tahun beroperasi di balik layar. Meski belum pernah menduduki jabatan resmi pemerintahan, ia lama diyakini menggerakkan kekuasaan dari balik panggung. Kini, tanpa pengalaman publik yang luas, ia harus memimpin Iran di tengah krisis terbesar dalam sejarah 47 tahun Republik Islam itu. Latar Belakang dan Perjalanan Hidup Mojtaba Khamenei lahir pada 1969 di kota suci Mashhad, Iran
Ayatollah Ali Khamenei Meninggal: Pemimpin Tertinggi Iran Tewas dalam Serangan AS-IsraelBerita InternasionalRelationship by Maman Soleman - March 1, 2026March 2, 20260 Pada 28 Februari 2026, Ali Khamenei tewas dalam serangan rudal gabungan Amerika Serikat dan Israel yang menargetkan kawasan Teheran. Ayatollah Ali Khamenei meninggal dalam serangan yang mengguncang dunia dan mengubah peta geopolitik Timur Tengah secara drastis. Kejadian ini menjadi salah satu peristiwa paling mengejutkan dalam sejarah modern Iran. Khamenei lahir pada 19 April 1939 dan telah menjabat sebagai pemimpin tertinggi Iran sejak 1989. Selama lebih dari tiga dekade, ia memegang kendali penuh atas Iran. Masa jabatannya selama 36 tahun menjadikannya kepala negara yang paling lama berkuasa di Timur Tengah. Kronologi Serangan yang Menewaskan Khamenei Serangan dimulai setelah matahari terbit di Iran pada Sabtu pagi. Ledakan besar terdengar di ibu kota Teheran, disertai kepulan asap tebal yang tampak dari kejauhan. Saat meninggal, Khamenei sedang berada
Tekanan Global terhadap Iran dan Perkembangan Iran ke DepanBerita Internasional by Algi Zaki - January 17, 2026January 19, 20260 Iran saat ini berada di bawah tekanan global yang besar, baik dari sisi ekonomi, politik, maupun geopolitik. Sebagai negara berpengaruh di kawasan Timur Tengah, Iran menghadapi sanksi internasional berkepanjangan, ketegangan dengan negara Barat, serta dinamika politik dalam negeri yang terus berkembang. Kondisi ini menjadikan masa depan Iran sebagai salah satu isu penting dalam peta politik global. Sanksi Ekonomi dan Dampaknya bagi Iran Tekanan terbesar terhadap Iran datang dari sanksi ekonomi internasional yang membatasi sektor energi, perbankan, dan perdagangan. Sanksi tersebut berdampak langsung pada perekonomian nasional. Nilai mata uang melemah, inflasi meningkat, dan biaya hidup masyarakat ikut naik. Meski berada dalam tekanan, pemerintah Iran berupaya menjaga stabilitas ekonomi dengan meningkatkan produksi dalam negeri dan mengurangi ketergantungan pada impor. Kebijakan ini bertujuan untuk memperkuat ketahanan
Dukung Iran, China Nasihati Trump untuk Tak Cawe-cawe Negara LainBerita Internasional by Maman Soleman - January 16, 2026January 17, 20260 Beijing kembali menyuarakan penentangan keras terhadap kebijakan Amerika Serikat. China nasihati Trump untuk tak cawe-cawe negara lain, khususnya Iran. Langkah ini diambil setelah Presiden Donald Trump mengancam tarif 25 persen bagi negara yang berbisnis dengan Teheran. Juru bicara Kementerian Luar Negeri China, Mao Ning, menyampaikan sikap tegas Beijing. China menolak campur tangan pihak luar dalam urusan internal negara lain. Pernyataan ini disampaikan dalam konferensi pers rutin di Beijing. China Tolak Sanksi Sepihak Amerika China menegaskan penolakannya terhadap sanksi sepihak yang melanggar hukum internasional. Kedutaan Besar China di Washington menyebut kebijakan Trump sebagai langkah ilegal. Beijing menilai perang tarif tidak memiliki pemenang sama sekali. Pemerintah China berjanji melindungi kepentingan nasionalnya dengan tegas. Mao Ning menyatakan bahwa pendekatan koersif tidak bisa menyelesaikan masalah. China akan mengambil
Nilai Mata Uang Iran Rial Merosot Tajam: Krisis Ekonomi MemburuBerita Internasional by Maman Soleman - January 15, 20260 Nilai mata uang Iran rial merosot tajam hingga mencapai titik terendah sepanjang sejarah. Kondisi ekonomi Iran semakin memburuk dengan inflasi tinggi dan sanksi internasional yang membelit negara tersebut. Pelemahan drastis ini memicu gelombang protes massal di berbagai wilayah Iran. Pada awal 2026, nilai tukar rial anjlok hingga 1,04 juta rial per dolar AS. Angka ini menunjukkan penurunan drastis dibandingkan akhir 2025. Masyarakat Iran kini menghadapi krisis ekonomi yang semakin parah. Daya beli rakyat terus merosot akibat inflasi yang tak terkendali. Perbandingan Nilai Tukar Rial dengan Rupiah Penurunan nilai mata uang Iran rial juga terlihat jelas terhadap rupiah Indonesia. Per 14 Januari 2026, satu rupiah dihargai sekitar 63 rial. Kondisi ini sangat berbeda dengan Mei 2025 lalu. Pada masa itu, nilai rial masih relatif