Jakarta — Musim penghujan kembali memicu bencana banjir di sejumlah daerah di Indonesia, mulai dari Jakarta, Bekasi, Tangerang, Semarang, hingga beberapa kota di Jawa Barat dan Kalimantan. Selain berdampak pada aktivitas sehari-hari, banjir juga menyebabkan meningkatnya biaya hidup masyarakat. Harga bahan pokok naik, biaya transportasi meningkat, dan kebutuhan darurat sering kali muncul tanpa terduga. Karena itu, ahli keuangan mengimbau masyarakat untuk mulai menerapkan strategi berhemat agar kondisi finansial tetap aman selama musim bencana.
Menurut laporan beberapa lembaga keuangan, pengeluaran rumah tangga meningkat 15–25 persen saat terjadi banjir, terutama untuk kebutuhan logistik, perbaikan kendaraan, obat-obatan, hingga biaya evakuasi. Hal ini menyebabkan banyak keluarga mengalami tekanan finansial.
Mengapa Banjir Membuat Pengeluaran Meningkat?
Banjir bukan hanya soal air yang menggenangi rumah, tetapi rangkaian dampak lain yang menguras biaya. Di antaranya:
Harga sembako naik karena distribusi terhambat
Kendaraan mudah rusak karena terendam atau memaksa menerobos banjir
Biaya transportasi online naik karena akses jalan terbatas
Kebutuhan mendadak seperti makanan cepat saji, air mineral, lilin, baterai, dan obat-obatan
Tagihan listrik dan air sering meningkat saat cuaca ekstrem
Tingginya biaya darurat ini membuat masyarakat perlu lebih disiplin dalam mengatur keuangan.
Cara Berhemat Saat Musim Bencana Banjir
Berikut langkah yang direkomendasikan oleh pengamat keuangan dan relawan kebencanaan:
1. Buat Prioritas Belanja
Batasi pengeluaran hanya untuk kebutuhan primer: makanan, air minum, obat-obatan, dan perlengkapan keselamatan. Tunda pembelian barang konsumtif seperti gadget, fashion, atau dekorasi rumah.
2. Siapkan Dana Darurat
Saat banjir melanda, dana darurat menjadi penyelamat. Sisihkan minimal 5–10% dari pemasukan untuk menghadapi biaya tak terduga. Jika banjir sering terjadi di daerah Anda, dana darurat harus lebih besar.
3. Stok Barang Kebutuhan Lebih Awal
Harga barang bisa naik saat banjir. Untuk berhemat:
Beli beras, mie instan, minyak goreng, dan air minum lebih awal
Siapkan baterai, obat P3K, powerbank, lilin, dan senter
Simpan makanan yang tahan lama agar tidak perlu membeli mahal saat banjir
4. Kurangi Penggunaan Kendaraan
Air masuk ke mesin motor atau mobil akan menyebabkan biaya servis mahal. Jika hujan deras, lebih baik:
Menunda perjalanan
Menggunakan transportasi yang aman
Menghindari jalan tergenang
Mengurangi kerusakan kendaraan berarti menghemat ratusan ribu hingga jutaan rupiah.
5. Manfaatkan Bantuan Pemerintah dan Lembaga Sosial
Banyak bantuan berupa makanan, air, atau perlengkapan darurat tersedia dari BPBD, PMI, dan relawan. Jangan ragu memanfaatkannya jika memang membutuhkan, karena itu memang disediakan untuk masyarakat terdampak.
6. Hindari Belanja Impulsif Online
Saat terjebak di rumah, banyak orang tanpa sadar membeli hal tidak penting lewat marketplace. Matikan notifikasi promo dan hindari membuka aplikasi belanja saat tidak diperlukan.
7. Gunakan Energi Secara Efisien
Tagihan listrik bisa naik drastis saat musim hujan. Hemat energi dengan:
Matikan perangkat yang tidak dipakai
Gunakan lampu LED
Kurangi penggunaan alat elektronik berat
8. Catat Semua Pengeluaran
Untuk tetap disiplin, catat pengeluaran harian. Dengan melihat angka nyata, Anda lebih mudah menahan pembelian yang tidak penting.