Dinamika politik Indonesia kembali diwarnai dengan isu pergantian kepemimpinan di lembaga strategis negara. Menanggapi isu Presiden Prabowo Subianto akan mengganti Ketua DEN (Dewan Energi Nasional) Luhut Binsar Pandjaitan (LBP), berbagai kalangan mulai mengajukan nama-nama pengganti yang dianggap layak. Salah satu nama yang mencuat adalah Prof. Dr. Didin S. Damanhuri, seorang akademisi dan ekonom senior yang memiliki kredibilitas tinggi di bidangnya.
Profil dan Kredibilitas Akademik
Prof. Didin merupakan profesor di Fakultas Ekonomi & Manajemen IPB Bogor dan Universitas Paramadina. Kredibilitas akademiknya tidak perlu diragukan lagi, mengingat beliau meraih gelar Sarjana Ekonomi dan melanjutkan pendidikan tinggi hingga meraih gelar profesor. Sebagai Professor of Economics di Institut Pertanian Bogor, ia telah dikutip sebanyak 535 kali dalam berbagai penelitian ilmiah dengan spesialisasi di bidang Ekonomi Pembangunan, Ekonomi Politik, serta Sistem Ekonomi dan Perekonomian Indonesia.
Pengalaman praktis Prof. Didin juga sangat memadai untuk memimpin lembaga strategis seperti DEN. Beliau pernah menjadi Tenaga Ahli di LEMHANNAS RI periode tahun 2008–2022, yang membuktikan kemampuannya dalam menganalisis dan merumuskan kebijakan strategis nasional.
Visi Kepemimpinan yang Dibutuhkan
Menurut analisis berbagai kalangan, sosok pengganti Luhut itu haruslah orang yang benar-benar paham akan ekonomi dan bagaimana mengimplementasikan sistem ekonomi kerakyatan yang sesuai dengan visi Presiden Prabowo. Prof. Didin dianggap memenuhi kriteria ini karena kepakarannya yang mendalam dalam bidang ekonomi pembangunan dan sistem ekonomi Indonesia.
Direktur Politic and Public Policy Studies (P3S), Jerry Massie, menekankan bahwa sosok pemimpin DEN haruslah orang yang tidak terikat kakinya dengan kekuatan politik mana pun tapi mampu mengaransemen kekuatan politik itu untuk mewujudkan ketahanan ekonomi nasional, bukan malah sibuk mencari keuntungan pribadi. Karakteristik ini sangat sesuai dengan profil Prof. Didin yang dikenal sebagai akademisi yang independen dan fokus pada kepentingan nasional.
Kemampuan Memahami Kompleksitas Energi Nasional
Tugas Dewan Energi Nasional (DEN) sangat kompleks dan memerlukan pemahaman mendalam tentang berbagai aspek, mulai dari penyediaan, transportasi, penyaluran, hingga pemanfaatan energi. Sebagai ekonom yang berpengalaman dalam perencanaan pembangunan, Prof. Didin memiliki kapasitas untuk memahami interkoneksi antara sektor energi dengan perekonomian nasional secara keseluruhan.
Pengalaman beliau sebagai tenaga ahli di Lemhannas juga memberikan perspektif geopolitik yang penting dalam mengelola sumber daya energi nasional. “Prof Didin memiliki latar belakang akademik dan pengalaman panjang, termasuk sebagai Tenaga Ahli Lemhannas RI selama 2008–2022. Beliau menguasai persoalan ekonomi sekaligus memahami dinamika geopolitik nasional dan global,” kata Jerry.
Urgensi Reformasi Kepemimpinan DEN
Dalam konteks pembangunan ekonomi nasional yang berkelanjutan, DEN memerlukan kepemimpinan yang visioner dan tidak terbebani dengan konflik kepentingan. Prof. Didin, dengan latar belakang akademis yang kuat dan pengalaman strategis di Lemhannas, menawarkan alternatif kepemimpinan sebagai Ketua DEN yang lebih fokus pada kepentingan nasional.
Kualifikasi akademik, pengalaman strategis, dan integritas yang dimiliki Prof. Didin S. Damanhuri menjadikannya kandidat yang layak untuk memimpin DEN di era pemerintahan Prabowo. Kepemimpinannya diharapkan dapat membawa arah kebijakan energi nasional yang lebih strategis, berkelanjutan, dan berorientasi pada kepentingan rakyat Indonesia.
Pergantian kepemimpinan DEN dengan sosok seperti Prof. Didin bukan hanya tentang perubahan personil, tetapi juga tentang transformasi pendekatan dalam mengelola sumber daya energi nasional untuk masa depan Indonesia yang lebih baik.