4 Wanita Ini Menjadi Tokoh Penting di Momen Sumpah Pemuda, Siapa Saja Mereka?Berita Nasional by Maman Soleman - October 28, 20220 Bagikan Artikel IniMomen Sumpah Pemuda tak cuma diisi oleh tokoh pria saja. Di antara begitu banyaknya pejuang, wanita pun menjadi tokoh penting di momen Sumpah Pemuda itu. Namun nama mereka tersebut jarang sekali disorot. Dari 82 pemuda yang jadi peserta kongres, sebagian kecil di antaranya ialah perempuan.Para wanita yang datang dalam Kongres Pemuda II waktu itu diketahui sebagai sosok yang aktif dalam pergerakan. Berikut ini beberapa nama wanita yang menjadi tokoh penting di balik lahirnya peristiwa bersejarah Sumpah Pemuda.1. Emma PoeradiredjaEmma Poeradiredja merupakan salah satu wanita yang menjadi tokoh penting pada momen Sumpah Pemuda. Sewaktu hidupnya, Emma terkenal amat aktif di berbagai organisasi, terutama dalam memperjuangkan kesetaraan perempuan dan kemerdekaan Indonesia. Emma tak cuma aktif dalam Kongres Pemuda, tetapi juga amat gencar memperjuangkan hak-hak wanita untuk mendapatkan pendidikan yang layak.Tokoh yang lahir pada tanggal13 Agustus 1902 lalu ini mendapat julukan sebagai perempuan 3 zaman. Emma memang ikut berjuang dalam 3 zaman, sejak Kebangkitan Nasional, Sumpah Pemuda, sampai Proklamasi. Dalam Kongres Pemuda ia mempunyai peran yang cukup penting, yaitu sebagai Ketua Cabang Bandung Jong Islamieten Bond. Ia sering berorasi tentang peran perempuan supaya tak hanya dalam pembicaraan pergerakan tetapi juga mesti dalam soal perbuatan.2. PoernomowulanPoernomowulan pun mempunyai peran penting dalam momen Sumpah Pemuda. Ia adalah seorang guru sekaligus salah satu perwakilan pemuda Taman Siswa. Ia jadi pembicara pertama di mimbar saat Kongres Pemuda II berlangsung. Poernomowulan terkenal amat aktif di bidang pendidikan, ia sering berpidato tentang mencerdaskan bangsa yang mesti diiringi dengan pendidikan yang disiplin dan teratur. Menurutnya bahwa setiap anak mesti mendapatkan pendidikan yang layak, entah di sekolah ataupun di rumah.3. Siti SoendariKecuali menjadi tokoh penting dalam momen Sumpah Pemuda, ia nyatanya adalah adik dari dr. Soetomo. Siti Soendari dilahirkan dari kalangan Jawa elit yang mampu menempuh pendidikan tinggi di Universitas Leiden di Belanda pada tahun 1934 dengan gelar Meester in de Ritchen (Sarjana Hukum). Pada waktu itu menempuh pendidikan tinggi untuk para wanita masih condong sulit.Siti Soendari terdaftar sebagai perempuan kedua yang berhasil meraih gelar itu. Di samping berhasil mengecap pendidikan, ia pun sempat menjabat selaku direktur bank. Wanita yang aktif di Kongres Pemuda II ini kerap berpidato mengenai rasa cinta Tanah Air. Ia menjelaskan bahwa rasa cinta Tanah Air mesti ditanam dan dipelihara pada perempuan semenjak usia dini. Ketika itu Siti berpidato dalam bahasa Belanda sehingga Muhammad Yamin selaku Sekretaris Kongres Pemuda II perlu menerjemahkan pidato Siti.4. Johanna Masdani TumbuanSaat dilaksanakannya Kongres Pemuda, waktu itu usia Johanna masih 18 tahun. Meskipun termasuk masih sangat muda, tetapi ia sudah aktif dalam memperjuangkan kemerdekaan. Malahan ia pernah meraih beberapa penghargaan pada masa pemerintahan Soeharto sampai BJ Habibie.Beberapa penghargaan tersebut yang sempat ia terima di antaranya ialah medali Sewindu Angkatan Perang Republik Indonesia (1953), Bintang Satya Gerilya (1958), Bintang Satya Lencana Penegak (1967), Bintang Mahaputera Utama (1998) dan penghargaan yang lainnya.Itulah 4 wanita yang menjadi tokoh penting di saat Sumpah Pemuda. Mudah-mudahan dengan mengenali nama-nama itu dapat membakar semangat para pemuda untuk tetap berjuang. Semoga saja di hari Sumpah Pemuda ini kita semua dapat menjadi pemuda yang mampu berpartisipasi dan membawa dampak positif untuk Indonesia.