Kasus UAS di Singapura Jadi Serius, Banyak Pro dan KontraBerita Nasional by Liana Sandev - May 20, 2022May 28, 20220 Bagikan Artikel IniPojokjakarta.com – Jakarta (20/5/2022), Penceramahan kondang Ustadz Abdul Somad atau biasa disingkat UAS mendapatkan perlakukan tidak baik di Singapura. Hal itu menjadikan kasus UAS di Singapura jadi serius dan mengundang reaksi dari berbagai pihak. Termasuk netizen dan pemerintah Indonesia.Ketua Fraksi PAN bahkan meminta pihak pemerintah Singapura memberikan klarifikasi atau penjelasan secara terbuka dan umum terhadap tindakan yang dilakukan pada UAS tersebut. Mengingat UAS adalah ustadz yang disegani di negeri Indonesia, masalah ini jadi serius karena banyak tokoh yang menyorotnya.Tidak hanya di Indonesia, UAS adalah ulama tersohor di negeri Malaysia, Brunei, dan negara lainnya. Sehingga tidak heran jika kasus UAS di Singapura ini jadi serius dan berbuntut panjang.Hastag Adab Tamu TrendingNetizen di Twitter yang tidak setuju terhadap sikap Ustadz Abdul Somad yang merasa tidak terima meramaikan #adabtamu. Mengisyaratkan jika pemerintah Singapura memiliki hak untuk menolak orang dari luar negeri.Namun, dalam permasalahan ini, UAS merasa tidak diperlakukan dengan baik. Dirinya mengaku ditempatkan di satu ruangan selama beberapa jam. Parahnya, dia membawa keluarga dan anak bayi. Sehingga, hal itu dia ungkapkan di publik sebagai sebuah bukti kekecewaan terhadap pemerintah Singapura.“Ini bukan lagi perkara boleh tidaknya masuk di negara tersebut, tapi masalah keadilan dan kesetaraan.Masalah hubungan diplomatik negeri serumpun,” Kata Saleh Partaonan Daulay, Ketua Fraksi PAN DPR RI.Dirinya juga mengungkap jika pemerintah Indonesia seharusnya mempertanyakan tindakan Singapura terhadap UAS. Meskipun dirinya tidak sependapat dengan Menko Polhukam, dia tetap kekeh untuk Kemenlu RI agar membeli UAS dalam masalh ini.Dalih lain yang disampaikan oleh Saleh adalah, “Jika UAS saja diberikan perlakukan seperti ini, tentu pada warga negara Indonesia yang lain juga lebih tidak adil lagi,”Dituding Sebagai Teroris atau RadikalSalah satu hal yang ditudingkan pada UAS dan tidak membiarkannya masuk di Singapura adalah tuduhan teroris yang dilontarkan padanya. Hal tersebut tentu disangkal mentah oleh UAS karena dirinya sama sekali tidak terafiliasi oleh organisasi apapun yang berhubungan dengan terorisme atau radikalisme.Pada pendukung Ustadz Abdul Somad tentu hingga saat ini menuntut keadilan. Tindakan yang dilakukan oleh pihak Singapura dianggap tidak pantas, terlebih pada UAS yang notabenenya adalah pendakwah kondang.Bahkan beberapa pihak mendesak agar pemerintah Indonesia menanyakan pada pihak Singapura. Jika perlu, pihak Singapura harus meminta maaf atas tindakan yang telah dilakukan kepada salah satu warga negara Indonesia, yakni UAS.Hingga saat ini, Kasus UAS di Singapura masih terus bergulir. Banyak sekali media yang mengkaji permasalahan ini agar ditemukan gelar solusinya. Sudah banyak juga diskusi-diskusi di ruang publik untuk membahas permasalahan ini.