Skenario Tsunami 8 Meter Saat Nataru di Cilegon, Masyarakat Harus WaspadaBerita Nasional by Liana Sandev - December 1, 2021December 1, 20210 Bagikan Artikel IniPojokjakarta.com – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengingatkan skenario tsunami 8 meter saat nataru di Cilegon. Tentu saja, skenario terburuk ini hanya sebuah potensi dari bencana yang di Indonesia saat akhir tahun ini. Peringatan ini seharusnya dijadikan sebuah peringatan dan tidak perlu ditakuti.Salah satu bencana yang kemungkinan terjadi adalah tsunami 8 meter di selat Sunda. Tepatnya di Cilegon, Banten. Kawasan tersebut memang menjadi kawasan yang rawan tsunami. Sehingga tempat wisata di sekitar tempat tersebut harus melakukan berbagai hal pencegahan.Ketua BMKG: Bisa Terjadi di Wilayah LainKembali lagi disampaikan, peringatan ini hanya dikatakan hanya sebuah potensi. Sebuah bukan sebuah kepastian bencana sebab keadaan alam bisa saja selalu berubah-ubah. Sehingga pada wilayah yang potensial, harus dihindari dan masyarakat harus waspada.Peringatan dari BMKG tersebut ternyata juga berlaku untuk wilayah lainnya. Selain bencana tsunami, bencana lain yang kemungkinan bisa terjadi adalah badai tropis. Potensi ini dibaca oleh BMKG setelah melihat tren pembentukan badai tropis yang kian meningkat dari waktu ke waktu.BMKG menyebutkan jika di wilayah Bengkulu adalah salah satu wilayah yang akhir-akhir ini mendapatkan bencana badai. Dampaknya tentu saja banyak, mulai dari gelombang tinggi, angin kencang, hingga hujan lebat. Maka dari itu, masyarakat dimohon untuk waspada menghadapi berbagai hal yang kemungkinan terjadi.Wilayah lain yang kemungkinan juga mengalami badai tropis antara lain Aceh, Sulawesi, Gorontalo, Maluku, dan Papua. Adanya bibit siklon tropis adalah salah satu penyebab kenapa badai ini perlu diwaspadai oleh masyarakat. Bahkan, BMKG menyebutkan jika masih ada jenis badai lain yang kemungkinan bisa menyerang beberapa wilayah di Indonesia.Berwaspada dan Tidak Perlu PanikHingga saat ini, peringatan tersebut hanya bersifat potensi. Sehingga kemungkinan besar juga tidak terjadi. Cuaca memang sangat sulit ditebak saat ini. Terlebih di akhir-akhir tahun dimana kebanyakan wilayah di Indonesia dalam keadaan hujan.Maka dari itu, peringatan dari BMKG ini memiliki potensi terjadi. Terlebih, mereka juga berbicara berdasarkan data dan tren dengan berbagai alat canggih. Peringatan tersebut harus dimaknai masyarakat sebagai pengingat agar tidak berada di kawasan-kawasan potensial bencana saat merayakan tahun baru.Terlebih saat ini pemerintah telah menerapkan aturan PPKM level 3. Sehingga masyarakat dimohon untuk tetap berada di dalam rumah agar Covid-19 tidak kembali naik di Indonesia. Hal ini tentu bertujuan untuk kebaikan bersama.Masyarakat juga tidak perlu panik dengan peringatan dini ini. Masyarakat hanya perlu menaati aturan pemerintah dan anjuran BMKG. Tetap waspada dengan berbagai bencana yang kemungkinan terjadi di wilayah Indonesia kapanpun dan dimanapun kita berada.