You are here
Home > Berita Nasional >

Anggaran Seragam Anggota Dewan Kota Tangerang Tuai Kontroversi Publik

Anggaran Seragam Anggota Dewan
Bagikan Artikel Ini

Di tengah peliknya situasi pendemo saat ini, pemerintah terus mengeluarkan kebijakan-kebijakan yang dirasa kurang masuk akal. Salah satunya tentang rencana anggaran seragam anggota dewan kota Tangerang yang menuai kontroversi publik. Ada banyak faktor yang menyebabkan rencana anggaran seragam ini ditolak keras oleh masyarakat.

Nominal Dua Kali Lipat

Tentunya sangat disayangkan jika di masa genting seperti sekarang pemerintah justru membuat rencana yang menguntungkan diri sendiri. Salah satunya datang dari anggota dewan kota Tangerang yang menyusun anggaran dana seragam begitu besar. Anggaran ini dianggap terlalu besar bahkan dua kali lipat dari anggaran di tahun sebelumnya.

Dilansir dari situs resmi pemerintahan kota Tangerang, anggaran untuk seragam anggota dewan mencapai biaya Rp675 juta. Nilai ini besarnya dua kali lipat dari anggaran tahun lalu yang mencapai Rp312,5 juta. Tentunya fakta ini menuai kritik pedas dari masyarakat. Begitu informasi ini tersebar ke publik, banyak kritik mengarah kepada para anggota dewan yang membuat kebijakan tersebut.

Apabila anggaran seragam dibuat dua kali lipat lebih besar dari tahun sebelumnya, maka putusan ini dianggap tidak etis. Di tengah situasi pandemi yang menyusahkan masyarakat saat ini pemerintah seharusnya lebih fokus pada hal lain. Anggaran seragam anggota dewan yang terlalu besar tidak akan memberi manfaat besar dan tidak menguntungkan masyarakat.

Anggaran Seragam Baru

Sekretaris DPRD dari kota Tangerang, Agus Sugiono, menyebutkan bahwa anggaran dana ini telah direncanakan sesuai jumlah anggota. Menurutnya ada 50 anggota legislatif yang akan menerima seragam tersebut. Penambahan anggaran ini terjadi karena akan ada 4 jenis seragam baru yang harus disediakan.

Setiap orang anggota dewan akan menerima 5 stel seragam sehingga totalnya mencapai 250 setel. Setelah dikulik lebih jauh, ternyata anggaran Rp675 juta ini hanya digunakan untuk pengadaan bahan. Nilai yang besar ini ternyata masih belum melibatkan anggaran untuk penjahitan baju seragam tersebut.

Lewat laman situs yang sama, disebutkan bahwa anggaran untuk menjahitkan baju dinas ini sebesar Rp600 juta. Itu artinya total anggaran yang dibutuhkan untuk pengadaan seragam anggota dewan ini mencapai angka Rp1,275 miliar. Tentu saja nilai ini begitu besar dan tak mengherankan jika rencana anggaran tersebut menuai kontra dari berbagai pihak.

Menggunakan Merek Ternama

Tak hanya soal anggaran yang dua kali lipat lebih besar dari tahun sebelumnya, ada lagi poin yang menjadi sorotan publik mengenai pengadaan seragam anggota dewan ini. Disebutkan bahwa bahan yang digunakan untuk seragam dinas harian adalah bahan keluaran Louis Vuitton. Merek ternama ini tentu akan memasang harga yang begitu tinggi meskipun memang sebanding dengan kualitasnya.

Tak hanya Louis Vuitton, beberapa jenis seragam kabarnya akan menggunakan merek bahan yang berbeda. Misalnya seragam sipil harian akan memakai bahan Theodoro dan seragam sipil lengkap akan menggunakan bahan Thomas Crown. Namun pihak DPRD kota Tangerang membantah telah mengajukan nama-nama merek ternama ini.

Tentu saja besar rencana biaya dan munculnya nama-nama merek ternama ini dalam rencana pengadaan seragam anggota dewan mendapat kritik pedas. Publik menilai bahwa ini bukan waktu yang tepat bagi pemerintah untuk menghamburkan anggaran demi memenuhi kebutuhan seragam. Apalagi saat ini negara tengah fokus mencari jalan keluar dari gelombang pandemi COVID-19.

Kabar terbaru menyebutkan bahwa rencana anggaran seragam anggota dewan kota Tangerang ini telah dibatalkan. Pihak pemerintahan Tangerang menyebutkan bahwa anggaran ini tidak akan dikeluarkan. Mendengar masukan dari publik, para anggota dewan tak akan mendapat seragam baru apalagi dengan biaya yang begitu besar.

 

lilik sumarsih
Petualang,photographer dan penulis artikel tentang traveling dan alam liar

Leave a Reply

Top