You are here
Home > Berita Nasional >

Juliari Terjerat Korupsi Bansos: Minta Diakhiri Penderitaannya

Juliari Terjerat Korupsi Bansos
Bagikan Artikel Ini

Pojokjakarta.com – Pada hari Senin (09/08/2021), pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) mengadakan sidang lanjutan terkait kasus Juliari terjerat korupsi bansos dana pandemi covid-19. Dalam sidang tersebut, mantan Menteri Sosial itu memperoleh kesempatan untuk menyampaikan pledoinya.

Juliari Batubara menggegerkan publik dengan pernyataan dalam pledoinya. Ia justru meminta dibebaskan dari segala hukuman karena kasus korupsi bantuan sosial selama pandemi. Ia mengaku sudah sangat menderita dan meminta hakim mengakhirinya.

Terjerat Kasus Korupsi Bantuan Sosial Pandemi Covid -19

Sebelumnya Juliari Batubara dituntut  hukuman 11 tahun penjara dengan denda 500 juta rupiah serta subsider enam bulan kurungan. Ia juga akan dicabut hak politik untuk dipilih selama 4 tahun dan wajib membayar uang pengganti sebesar 14,5 miliar.

Ini karena Juliari terbukti menerima suap dari bantuan sosial saat pandemi covid-19 sebesar 32, 4 miliar. Dana tersebut ia dapatkan dari setiap paket sembako yang dananya dipotong 10.000 rupiah dari para vendor.

Juliari dijerat dengan pasal 12 huruf b Juncto, pasal 18 UU RI Nomor 31 Tahun 1999 juncto, Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP juncto, dan Pasal 64 ayat (1) KUHP.

Pledoi Juliari Batubara Saat Sidang: Akhiri Penderitaan Saya

Dalam menyampaikan pledoi saat sidang lanjutan tipikor pada hari Senin (09/08/2021), Juliari meminta untuk diakhiri penderitaannya. Ia mengaku sudah banyak mendapatkan hujatan dan hinaan akibat terjerat kasus bantuan sosial tersebut.

“Oleh karena itu permohonan saya, permohonan istri saya, permohonan kedua anak saya yang masih kecil-kecil serta permohonan keluarga besar saya kepada majelis hakim yang mulia, akhirilah penderitaan kami ini dengan membebaskan saya dari segala dakwaan,” ucap Juliari dalam pledoinya.

Ia juga menyinggung perannya sebagai ayah yang tentunya sangat penting bagi keluarga. Ia mengaku bahwa keputusan dari hakim untuk membebaskan dirinya dari tuntutan akan sangat berdampak bagi keadaan keluarganya. Terutama bagi istrinya dan kedua anaknya yang masih di bawah umur.

Dalam pledoinya, ia juga mengaku tidak pernah sama sekali berniat untuk melakukan korupsi. Bahkan sikap kooperatif yang ia tunjukkan kepada KPK dan pengadilan selama ini ia jadikan bukti bahwa ia memang berintegritas.

Sempat Meminta Maaf Kepada Presiden dan Megawati Akibat Kelalaiannya

Pada pledoi yang disampaikan oleh Juliari Batubara, ia juga sempat meminta maaf kepada Presiden Jokowi akibat kelalaiannya. Ia menyampaikan maaf karena tidak bisa menjadi Menteri Sosial yang bisa melaksanakan pengawasan secara ketat kepada anak buahnya dalam melakukan kinerja.

Ia juga menyatakan bahwa kasus ini tentu menyita dan mengganggu perhatian Presiden Jokowi di tengah upaya untuk mengatasi pandemi covid-19 yang belum berakhir saat ini. Bahkan Juliari juga mendoakan Jokowi agar selalu dilindungi Tuhan yang Maha Kuasa.

Selain itu, sebagai pejabat yang juga bernaung pada partai PDIP, Juliari terjerat korupsi bansos juga meminta maaf kepada Megawati. Ia meminta maaf karena semenjak kasus tersebut, PDIP ikut terkena dampaknya. Dimana hujatan dan cacian selalu mengalir dan dikaitkan dengan kasus korupsi bansos tersebut.

Leave a Reply

Top