You are here
Home > Berita Nasional >

Resep Bubur Suro Hidangan Khas Bulan Muharam dan Sejarahnya

resep Bubur Suro
Bagikan Artikel Ini

Tanggal satu bulan Muharam yang jatuh pada 20 Agustus tahun ini dalam kalender masehi, banyak dikenal oleh masyarakat terutama wilayah Jawa dengan sebutan satu Suro. Biasanya pada saat tersebut tidak sedikit orang yang mencari tahu resep Bubur Suro sebagai makanan khas. Serta identik dihidangkan ketika memasuki bulan tersebut.

Sajian yang dihadirkan dalam bubur satu ini diketahui menggunakan berbagai macam bumbu rempah sebagai perlambang akan datangnya tahun baru Hijriah dalam Islam. Rasa yang ada pada makanan ini tergolong gurih yang dilengkapi sensasi pedas namun dalam kadar yang sedikit. Kebanyakan hidangan ini hadir dengan sejumlah lauk yang juga sarat akan makna. Berikut informasi asal mula serta resep pembuatan Bubur Suro:

Asal Mula Adanya Bubur Suro

Bukan hanya sekedar hidangan biasa saja, Bubur ini mempunyai filosofi serta sejarah dalam masyarakat terutama yang tinggal di daerah Jawa. Pada mulanya makanan ini dihidangkan untuk memperingati hadirnya bulan Suro yang menjadi hitungan dalam kalender masyarakat Jawa. Dimana saat tanggal tersebut bersamaan dengan jatuhnya tahun baru Islam atau sering disebut 1 Muharam.

Diketahui bahwa kalender masyarakat Jawa itu merupakan hasil terbitan dari Sultan Agung, tidak lain mengacu terhadap keberadaan kalender Hijriah. Berdasarkan hasil penuturan dari Arie Novan selaku sosok pemerhati dari budaya Jawa. Menyatakan bahwa keberadaan Bubur Suro adalah sebuah perlambang akan rasa syukur dari berbagai macam berkah serta rizki yang telah diberikan oleh Yang Maha Kuasa.

Resep pembuatan Bubur Suro

Untuk membuat hidangan khas ini tentu dibutuhkan sejumlah bahan serta tahapan yang harus dilalui. Bagi yang ingin mengetahui lebih lanjut, berikut ulasannya:

1. Bahan

Dalam proses pembuatan resep Bubur Suro, bahan yang dibutuhkan memang cukup beragam. Dimana bahan tersebut terdiri dari sejumlah bahan utama, lalu bahan untuk kuah, serta tidak ketinggalan bahan pelengkap. Adapun rinciannya adalah sebagai berikut:

  • Bahan utama yang perlu dipersiapkan adalah beras beratnya mencapai 350 gram kemudian cuci sampai bersih.
  • Dibutuhkan santan berkadar encer sebanyak 2 liter.
  • Juga yang masih kental dengan ukuran 500 ml, atau setara dengan 1,5 buah kelapa.
  • Butuh juga garam sebanyak dua setengah sendok teh.
  • Lalu daun salam sejumlah enam lembar.
  • Serai yang telah digeprek sebanyak 2 batang.
  • Untuk Bahan pembuatan kuah dibutuhkan ayam bagian paha sebanyak 2 buah, lalu potong dengan bentuk kotak berukuran kecil.
  • Bahan lainnya adalah daun salam sebanyak dua lembar.
  • Lengkuas yang telah digeprek dengan ukuran 3 cm.
  • Jahe yang telah digeprek sebanyak 2 cm.
  • Dua batang dari serai yang telah dimemarkan.
  • Bahan garam dibutuhkan sebanyak empat sdt.
  • Lalu merica berbentuk bubuk mencapai setengah sdt.
  • Untuk pemanis ada gula pasir sejumlah sekitar empat sendok teh.
  • Santan dengan takaran 1,5 liter.
  • Minyak dibutuhkan untuk kebutuhan menumis sebanyak dua sdm.
  • Diperlukan juga bumbu halus seperti kemiri, lalu kunyit, kemudian ketumbar dan lainnya

2. Tata cara Membuat

Tahapan untuk memasak Bubur Suro terdiri dari sejumlah langkah dan tahapan. Adapun penjelasannya sebagai berikut:

  • Langkah pertama adalah menyiapkan wajan kemudian masak beras yang telah dibersihkan sebelumnya dengan dicampur santan encer sampai keadaannya mendidih.
  • Sejumlah bahan yang terdiri dari daun salam, kemudian bahan berupa garam, lalu ada juga santan serta serai dimasukkan, lakukan pengadukan sampai berbentuk bubur.
  • Buat kuah dari bahan yang telah disebutkan sebelumnya sampai matang seluruhnya.
  • Terakhir sajikan Bubur dengan pelengkap seperti perkedel, kerupuk serta lainnya.

Demikian pembahasan terkait resep Bubur Suro makanan khas yang disajikan saat jatuh tanggal satu Muharam. Dari sejarah yang ada menyebutkan bahwa makanan ini tidak hanya sekedar hidangan biasa. Melainkan dijadikan sebagai simbol rasa syukur sekaligus untuk memperingati hari penting dalam kalender Jawa maupun Hijriah.

 

 

lilik sumarsih
Petualang,photographer dan penulis artikel tentang traveling dan alam liar

Leave a Reply

Top