Dunia perfilman tengah diramaikan dengan hadirnya salah satu film hasil dari rumah produksi Disney belakangan ini. Adapun judul dari film tersebut yaitu Raya And The Last Dragon yang terinspirasi dari cerita yang ada di Asia Tenggara. Ditambah pula dua orang pemainnya memang memiliki keturunan asal Asia Tenggara juga. Salah satunya pemeran tokoh Raya yang bernama Kelly Marie. Diketahui artis tersebut berasal dari Amerika namun mempunyai darah Vietnam. Para penonton terutama orang Indonesia tentu merasa tidak asing dengan beberapa tampilan yang disajikan dalam sejumlah adegan. Misalnya seperti kesenian Wayang Kulit, ada juga Gamelan, tidak terlewatkan buah kelengkeng dan lainnya. Berikut beberapa informasi terkait film baru yang mengusung budaya Asia bagian Tenggara: Terlibatnya Juliana Wijaya Diketahui bahwasanya tokoh tersebut merupakan seorang ahli bahasa. Yang merangkap sebagai Presiden Dewan Pengajar dalam bidang bahasa-bahasa wilayah Asia Tenggara yang ada di Amerika Serikat. Saat itu menjadi peristiwa pertama kali bagi dirinya ikut terlibat sebagai konsultan bagian budaya dalam proyek tersebut. Menurut cerita yang diutarakan bahwa dirinya mulai dihubungi oleh pihak Disney pada bulan April 2019 lalu. Keterlibatan Juliana dalam proyek Raya And The Last Dragon adalah untuk membantu akan kepastian serta kesesuaian terkait beragam istilah yang dipergunakan. Pihak dari rumah produksi tersebut mempunyai sejumlah orang yang bekerja untuk menempati posisi sebagai tim kreatif. Tim itulah yang menciptakan bahasa yang kemudian dikirim ke Juliana untuk menentukan pilihan kata yang baik untuk dipakai. Di samping itu, Juliana juga mempunyai peran penting seperti memberikan bantuan terhadap penciptaan aksara fiktif dalam film tersebut. Ahli bahasa itu juga turut menjelaskan kepada tim kreatif mengenai beberapa pembahasan yang menyangkut tulisan lekuk huruf. Dimana bentuk serta goresan yang dimiliki oleh huruf dari negara Asia Tenggara dengan wilayah lainnya memiliki perbedaan. Melakukan Observasi Budaya Indonesia Tim ataupun kru dari pihak produksi film Raya And The Last Dragon juga datang langsung ke negara Indonesia lebih tepatnya Provinsi Bali. Dengan didampingi oleh sepasang seniman dengan nama Dewa dan Emiko. Rombongan tersebut lalu dibawa untuk menyambangi kampung halaman milik dari Dewa yang terletak di wilayah Pengosekan daerah Gianyar. Sejumlah rombongan juga turut mengikuti beberapa aktivitas yang biasa dilakukan di tempat tersebut. Misalnya saja seperti demo pencak silat, ada juga upacara adat, serta tidak lupa tentang kesenian lokakarya Gamelan. Berdasarkan yang diutarakan soleh saudara Dewa, rombongan juga diperlihatkan tentang level kejadian yang ada. Mulai dari tersakral yang bertempat di dalam Pura, bagian tengah sampai pada sisi luarnya. Sejumlah kru tersebut juga tidak ketinggalan untuk mengabadikan sejumlah gambar dengan cara melukisnya. Adapun orang yang turut ikut dalam rombongan yang datang ke Bali meliputi sang sutradara sendiri, John Ripa beserta Paul Briggs dan lainnya. Fakta Menarik Dari Film Ini merupakan salah satu film yang penayangannya lumayan dinantikan oleh sejumlah penonton. Setelah dilakukan wawancara oleh orang terkait perihal film tersebut. Ternyata didapatkan sejumlah fakta menarik saat melakukan proses pembuatan Raya And The Last Dragon berlangsung, yakni sebagai berikut: 1. Melakukan Riset Di 6 Negara Termasuk Indonesia Sebelum memulai untuk digarap, persiapan yang dilakukan oleh tim memang tidak sebentar karena terhitung sejak beberapa tahun terakhir. Para kru yang ikut berwenang dalam pembuatan film tersebut sampai melakukan riset hingga kepada 6 negara yang ada di Asia Tenggara. Salah satu dari enam negara tersebut diketahui ada nama Indonesia. Lainnya meliputi negara Malaysia, ada juga Vietnam, serta Kamboja, tidak lupa negeri gajah putih Thailand beserta Laos dan Singapura. Adapun riset yang dilakukan seperti mengeksplorasi beragam kekayaan yang dimiliki oleh setiap tempat tersebut. Misalnya seperti budaya, kesenian dan lainnya. Dari peristiwa itu hadirlah ide dengan tokoh perempuan tangguh sebagai pemeran utama beserta naga. 2. Sebagainya Proses Dikerjakan Dari Rumah Tahap produksi yang dilakukan oleh pihak tim yang bersangkutan bersamaan dengan musim pandemi. Hingga pada tahap pembuatan sebagian besarnya dilakukan di rumah. Hal tersebut juga memperoleh pengakuan dari sang sutradara Don Hall. Bahwa terkait pengerjaan proyek film Raya And The Last Dragon ini idenya dilalui dengan cara rapat online lewat aplikasi zoom. Ini ternyata menjadi salah satu tantangan besar bagi tim ketika melakukan pekerjaan biasanya menjadi terbilang rumit karena harus online. Misalnya dari yang tadinya sering menjalankan obrolan yang bersifat santai saat melakukan pekerjaan di kantor jadi jarang dilakukan pada waktu online. Perihal teknis posisi produser yang dijabat oleh Osnat Shurer juga lebih berat mengingat harus mengambil keputusan serta memastikan sesuatu lewat cara virtual. Bahkan jumlah keputusan yang diambil mencapai angka ribuan. Sampai pada pemakaian aplikasi zoom dalam versi medium sekalipun, ini bukan hal yang gampang. 3. Tidak Mengetahui Kapan Produksi Terakhir Bagian yang sempat dirasakan oleh pengisi suara dalam karakter film tersebut yaitu ketidak tahuannya akan kapan waktu produksi selesai digarap. Pasalnya pengisi acara sempat merasa beberapa kali tengah melakukan adegan akhir. Namun kenyataan yang ada justru terdapat sejumlah adegan tambahan untuk pengambilan suara. Walaupun sebelumnya tercatat sempat juga mengisi suara dalam film bergenre animasi. Namun menurut Kelly M serta Awkwafina tetap saja rasa sulit masih dirasakan. Salah satu contohnya adalah seperti ketika harus menyesuaikan ekspresi dengan naskah yang ada dalam sebuah adegan. Bahkan di waktu tertentu pengisi suara harus mengeluarkan suara aneh yang tidak jelas tanpa mengetahui konteksnya. Dari penuturan yang diberikan oleh pengisi suara dari tokoh Raya ini, kesulitan saat harus mengeluarkan suara dengan nada terengah-engah. Tanpa tahu akan konsep adegan dengan cukup jelas dari suara tersebut. Hal ini dikarenakan tugasnya hanyalah memberikan suara yang sesuai. Itu tadi pembahasan mengenai informasi film Raya And The Last Dragon yang belakangan baru saja dilakukan rilisnya. Ini menjadi salah satu film yang memperlihatkan sejumlah representatif budaya yang terdapat di wilayah Asia lebih tepatnya bagian Tenggara. Salah satunya seperti Indonesia dengan ikut terlibatnya sejumlah seniman dan juga penyanyi lewat film tersebut.