You are here
Home > Berita Nasional >

Ustadz Khalid Basalamah Klarifikasi: Usai Beredar Video Tidak Perlu Ikut Menyanyikan Indonesia Raya

Ustadz Khalid Basalamah Klarifikasi
Bagikan Artikel Ini

Pojokjakarta.com –Pada hari Jum’at (28/05/2021), Ustadz Khalid Basalamah klarifikasi perkara cuplikan video dakwahnya yang menyatakan untuk tidak perlu ikut menyanyikan Indonesia Raya. Video tersebut ia posting pada kanal youtube resminya yaitu Khalid Basalamah Official.

Beberapa hari sebelumnya, cuplikan video dakwah tersebur sempat viral dan menjadi perbincangan warga net di sosial media, terutama di twitter. Dalam cuplikannya, ustadz khalid menyarankan tidak perlu ikut menyanyikan Indonesia Raya saat upacara bendera.

Sontak hal ini menimbulkan banyak reaksi kontroversi dari warga net. Hingga akhirnya Ustadz Khalid Basalamah mengeluarkan klarifikasi untuk meluruskan semuanya.

Viral Cuplikan Video Ustadz Khalid Basalamah Menyarankan Tidak Perlu Ikut Menyanyikan Lagu Indonesia Raya

Beberapa hari sebelumnya, viral cuplikan video Ustadz Khalid Basalamah di twitter. Pada video tersebut, nampak sang Ustadz sedang menjawab pertanyaan dari salah satu jamaah pengajiannya.

Jamaah itu menanyakan bagaimana seharusnya apabila anaknya selalu diharuskan menyanyi lagu Indonesia Raya di sekolahnya saat upacara. Pertanyaan kira-kira sebagai berikut:

“Sekolah ana tiap pagi ada waktu untuk menyanyi lagu kebangsaan (Indonesia Raya), apa yang harus ana lakukan soalnya jika ana tidak lakukan nanti ditegur oleh guru”.

Dalam video itu, nampak Ustadz Khalid Basalamah menjawab untuk tidak perlu ikut saja. “Tak usah ikut. Saran saya gak usah ikut. Masa dia lihat mulut kita” Jawab Ustadz Khalid Basalamah.

Ustadz Khalid Basalamah juga menegaskan kembali ini hanya merupakan sarannya. Bukan berarti melawan, namun jika bisa lebih baik tidak ikut menyanyi saja.

Menyarankan untuk Membaca Al-Falaq dan An-Naas Saja

Selain itu, dalam cuplikan video tersebut, Nampak Ustadz Khalid Basalamah menyarankan untuk lebih baik membaca ayat-ayat alqur-an. Lebih tepatnya yaitu membaca Quran Surat An-Naas dan Al-Falaq.

“Mungkin kalau dia lagi nyanyi, antum ulangi Al-Falaq, An-Naas” begitu tegas Ustadz Khalid Basalamah.

Hal ini juga Ia sampaikan karena tidak mungkin juga mereka melihat detail mulut jamaahnya ketika bernyanyi. Sehingga dengan membaca ayat-ayat alqur’an, seolah-olah ikut menyanyi lagu Indonesia Raya.

Mendapatkan Berbagai Komentar Warga Net dan Tokoh Agama Lainnya

Setelah cuplikan video tersebut di upload oleh salah satu warga net di sosial media twitter, sontak menimbulkan berbagai komentar kontroversial dari warga net. Bahkan tokoh agama yang lainnya pun ikut angkat bicara terkait hal ini.

Salah satu yang turut berkomentar yaitu @Ayang_Utriza sebagai Intelektual NU. Ia berkomentar, “Ustadz, jika tidak mau menyanyikan lagu Indonesia Raya & menolak mencintai negara dan bangsa ini, silahkan pindah ke Saudi Arabia. Tempat dan sumber salafi wahabi yang Anda sebaarkan di NKRI ini”.

Selain itu, Ustadz Mohay sebagai salah satu tokoh agama islam terkenal juga berkomentar akan hal ini. Beliau kurang setuju dengan pernyataan dari Ustadz Khalid yang menyarankan untuk tidak ikut bernyanyi Indonesia Raya. Hal ini karena dalam lagu tersebut dapat membangkitkan semangat patriorisme dan jiwa nasionalisme sebagai seorang warga negara.

“Mencintai bangsa bisa dimulai melalui teknis benyanyi dengan lagu kebangsaan, hymne kebangsaan, dan segala sesuatu hal yang mungkin tidak masalah asal tidak menabrak hukum agama” tegasnya.

Ustadz Khalid Basalamah Klarifikasi

Setelah videonya menjadi viral di twitter, Ustadz Khalid Basalamah kalrifikasi melalui kanal youtube resminya yaitu Khalid Basalamah Official. Klarifikasi tersebut diunggah pada 28 Mei 2021 dan sudah ditonton lebih dari 90 ribu orang/

Dalam klarifikasi tersebut Ustadz Khalid Basalamah membenarkan bahawa itu memang cuplikan video ceramahnya. Lebih tepatnya saat itu ia sedang ceramah di masjid wilayah Jatinegara pada tahun 2017.

Pada video klarifikasi yang berdurasi sekitar 5 menit tersebut, awalnya Ustadz Khalid membahas mengenai cinta NKRI. Ia menyebutkan bahwa semua orang, termasuk dirinya pasti mencintai NKRI dan mendukung segala perjuangannya.

Selanjutnya, ia berkata bahwa dalam video tersebut, konteks yang ingin ia tekankan bukan mengenai boleh atau tidak ikut menyanyikan lagu Indonesia Raya. Melainkan menekankan pada keluhan penanya yang merasa terbebani dengan selalu diminta untuk ikut bernyanyi.

“Sesuai dengan pertanyaan itu, maka saya menjawab pada saat itu tidak usah Anda ikut, dalam arti kata dia sendiri merasa terbebani karena pada saat disuruh ikut. Saya sedang membahas tentang keluhan dia, ikut dia ataupun anaknya dia di sekolah. Jadi bukan sedang membahas sebenarnya tentang masalah syair dan lagu Indonesia Raya” Ucap Ustadz Khalid.

Bahkan ia juga menegaskan apabila ia sendiri tidak mencintai NKRI, mana mungkin setiap hari ia share konten dakwah untuk berjuang di jalan Allah dan menegakkan kemerdekaan negara.

“kalau bukan mencintai dan memperjuangkan negeri tercinta Indonesia, maka mungkin kami tidak akan selalu mengadakan live setiap hari menyampaikan agama Allah” begitu tegasnya dalam video klarifikasi tersebut.

“Hampir pada setiap taklim, pada akhirnya saya selalu berdoa kepada Allah SWT agar negara Indonesia tercinta menjadi negara yang aman, damai, semua utangnya terlunasi dan Allah memberikan petunjuk para pemimpin agar bisa sama-sama kembali ke ajaran Allah SWT”

Jika Anda ingin mengetahui video ustadz khalid basalamah klarifikasi perkara tidak boleh ikut menyanyikan lagu Indonesia raya, Anda bisa melihatnya di sini.

Tetap Menjadi Netizen yang Bijak Ketika Menanggapi Sesuatu

Dalam akhir video klarifikasinya, Ustadz Khalid juga berpesan agar momen ini tidak menjadi sebuah isu untuk melahirkan kesalahpahaman dan permusuhan. Melainkan menjadi ajang untuk berjuang bersama-sama menegakkan keutuhan NKRI.

Berdasarkan kasus ini, tentunya kita sebagai warga net harusnya semakin bijak ketika menanggapi sesuatu. Salah satunya ketik terdapat informasi dengan maksud yang mungkin “multi tafsir”, alangkah baiknya untuk tidak langsung menyimpulkan dan berpikiran negatif.

Leave a Reply

Top