You are here
Home > Berita Nasional >

Bu Wati Diusir Warga, Fakta Babi Ngepet Depok yang Mencengangkan

Babi ngepet Depok
Bagikan Artikel Ini

Pojokjakarta.com – Akhir-akhir ini ramai kasus Babi ngepet Depok. Salah satu video viral yang beredar memperlihatkan sosok perempuan yang mengaku percaya jika tetangganya memiliki babi ngepet.

Usai viral di twitter dan media sosial lainnya, akhirnya kasus ini terbongkar. Ada banyak fakta mengejutkan dari kasus babi ngepet ini. Banyak respon dari netizen terkait kasus ini, ada yang menganggap serius dan ada yang bikin lucu-lucuan.

Motif Cari Ketenaran Seorang Ustadz

Fakta menarik pertama adalah motif awal dari kasus ini ternyata adalah seorang ustadz. Ia menciptakan sebuah siasat atau rencana agar namanya semakin kondang.

Ada sebuah video juga yang menunjukkan ia sedang menjelaskan bagaimana babi nheprt ditangkap dan rencana akan dibunuh. Hal tersebut tentu saja membuat nama ustadz ini semakin besar di lingkungan sekitar.

Namun saat ini, polisi sudah mengamankan pelaku. Ia akan dipenjara tentunya karena sudah melakukan fitnah dan siasat yang membuat masyarakat geger dan bahkan saling menuduh.

Apapun motif yang dimiliki sang ustadz, bersiasat agar kondang dengan cara seperti itu tentu saja tidak bisa dimaklumi. Banyak orang yang tertipu karena ulah yang ia perbuat. Bahkan Bu Wati yang videonya viral ternyata tidak tahu skenario dari ustadz tersebut.

Kronologi Rekayasa ‘Babi Ngepet Depok’

Awalnya, serba serbi berita tentang satu tetangga yang terlihat tidak kerja tapi terlihat kaya. Setelah itu, Bu Wati sebagai salah seorang tetangga yang sinis terprovokasi untuk melakukan hal-hal mistis.

Ia melemparkan sebuah benda yang ‘dipercaya’ bisa mendeteksi keberadaan babi ngepet. Sebelum saat itu, ada beberapa warga yang merasa kehilangan uang, ada yang 1 juta dan ada yang 2 juta. Hal tersebut tentu membuat Bu Wati semakin ingin menuduh.

Akhirnya kejadian yang ada di video itupun terjadi. Bu Wati dengan gencar mengungkapkan jika ada tetengga yang melalukan praktik pencurian uang dengan babi ngepet. Namun setelah berita viral dan menghebohkan, akhirnya kebenaran terungkap.

Babi yang ditangkap dan hanya bisa dilihat ketika telanjang ternyata hanyalah babi biasa yang dibeli via online oleh tim sang ustadz. Jadi, apapun yang ia katakan pada masyarakat adalah sebuah kebohongan dan tidak bisa dibuktikan. Babi yang dibunuh ternyata bukanlah babi jadi-jadian, akan tetapi hewan babi yang dibeli via online.

Setelah kejadian tersebut selesai, masyarakat sekitar diberitakan mengusir Bu Wati dari daerah tersebut. Apalagi, ia adalah seorang perantau dari daerah lain. Orang yang kadung mempercayai, tentu saja merasa tertipu dan terpedaya.

Bu Wati Tidak Tahu Skenario Ustadz Adam

Terkait nasib Bu Wati, ia bahkan diusir oleh warga setempat. Namun, pihak polisi mengatakan jika Bu Wati tidaklah memiliki sangkut paut dengan Skenario Babi Ngepet Ustadz Adam. Sehingga posisi Bu Wati pada dasarnya adalah warga biasa yang termakan skenario dan ‘sok tahu’.

Meskipun demikian, Bu Wati sudah kadung viral dan menjadi tokoh utama yang menggemborkan Babi Ngepet ini. Jadi, mau tidak mau ia harus mempertanggungjawabkan hukuman norma sosial dari masyarakat setempat.

Hal ini tentu saja menjadi pelajaran bagi masyarakat lainnya agar tidak suka menuduh tanpa bukti dan terlalu ‘mengurusi kehidupan orang’. Fokus saja memperbaiki diri sendiri dan jangan sibuk mengurusi harta orang lain. Karena hal itu berbahaya bagi psikologo kita dan akhirnya mudah diprovokasi seperti Bu Wati ini.

Banyak Pekerjaan yang Bisa Dilakukan di Rumah

Di masa pandemi ini, banyak sekali pekerjaan yang bisa dilakukan di rumah saja. Tentu saja hal tersebut harusnya menjadi pertimbangan untuk berpositif thinking. Orang bisa kaya dari Trading, freelance, dan lain-lain. Sehingga, tidak relate tentunya jika dikatakan bahwa kaya harus ‘terlihat kerja’.

Kasus Bu Wati yang terlalu awal menuduh ini tentu saja dibuat candaan bagi orang yang tahu peluang kerja di rumah. Banyak sekali youtuber yang kerjaannya ngedit video dan si rumah saja. Akan tetapi, ia mendapatkan adsense banyak sehingga bisa beli ini dan itu.

Di era modern ini, pikiran harus terbuka dengan luas. Boleh saja percaya pada babi ngepet, namun dalam lingkup sosial, menuduh orang malakukan pesugihan adalah tindakan yang sangat tercela. Selain merugikan yang tertuduh, tindakan ini juga merugikan orang yang menuduh. Karena citranya sebagai tetangga akan rusak.

Maka tidak heran jika banyak masyarakat yang datang ke rumah Bu Wati untuk mengusirnya. Masyarakat sekitar tentu saja tidak nyaman memiliki tetangga yang memiliki sifat seperti itu. Apalagi semua sudah terlanjur ekspos ke media sosial dan merusak nama baiknya.

Jika Anda ingin bernasib sama dengan Bu Wati, boleh silahkan tuduh tetangga kaya Anda. Namun semua konsekuensi tentu saja harus Anda rasakan sendiri.

Menuduh tanpa bukti saja adalah tindakan yang sangat salah, apalagi menuduh akan sesuatu ghaib seperti pesugihan pada tetangga sendiri. Tentu saja hal itu sangat dibenci.

Refleksi Bagi Kecerdasan Masyarakat Indonesia

Anehnya, hingga saat ini masih banyak orang yang memperdebatkan masalah ini. Meskipun jelas-jelas penipuan, masih banyak orang yang percaya babi ngepet di Depok tersebut.

Hal ini tentu saja membuktikan jika nalar logis dan kritis masyarakat Indonesia dipertanyakan. Jika hal tersebut memanglah benar, maka sudah dipastikan akan banyak orang yang punya babi ngepet.

Dengan adanya kejadian Babi Ngepet Depok ini, masyarakat harus semakin cerdas untuk percaya pada sesuatu yang logis. Jadi, jangan mudah menyerap segala hal yang didapatkan dari internet. Apalagi, langsung berkoar-koar ‘sok tahu’ akan sesuatu yang tidak dipahami.

Leave a Reply

Top