Seringnya Kasus Terorisme, Bagaimana Perspektif Islam Tentang Terorisme?Berita Nasional by Liana Sandev - April 1, 2021April 1, 20210 Bagikan Artikel IniPojokjakarta.com – Setelah munculnya teror bom bunuh diri di Katedrall Makassar, terjadi beberapa terror lagi. Entah itu di Mabes Polri ataupun di beberapa tempat lain yang dicurigai Densus 88. Sebenarnya, bagaimana perspektif islam tentang terorisme?Mengingat terduga pelaku sering mengenakan busana yang dikatakan syar’i dan bahkan bercadar. Apakah di dalam islam ada ajaran untuk bunuh diri? Kami akan menulisnya beberapa perspektif. Sehingga semua bisa lebih gamblang.Tentu saja, kami akan mengutip pendapat beberapa tokoh dan tidak mengarang. Pembahasan agama tentu saja tidak boleh dibuat-buat. harus ada dasar yang kuat dan menurut pendapat ulama dan para ahli agama lainnya.Bom Bunuh diri Adalah Bunuh DiriDikutip dari Syaikh Muhammad bin Shalih Al-Utsaimin, perbuatan sebagian orang yang mengorbankan diri dengan jalan membawa bom kemudian ia datang kepada kaum kuffar lalu meletakkannya merupakan bentuk bunuh diri. Maka dari itu, siapa pun yang melakukan bunuh diri, hukumnya akan masuk Neraka Jahannam selamanya.Maka dari itu, tidak ada syariat islam yang memberikan isyarat jika Bom bunuh diri merupakan ajaran. Syaikh Utsaimin sudah menyatakan demikian. Apalagi syaikh ini adalah orang yang pendapatnya sudah dikutip oleh banyak orang islam di dunia ini.Maka dari itu, tentu saja tidak ada terlalu banyak khilaf. Apalagi mengingat kondisinya memang tidak dalam perang ataupun berjihad. Karena negara Indonesia sedang damai dan tidak ada konflik. Dengan adanya Bom bunuh diri, maka teror malah terjadi.Berbeda dengan JihadJika dalihnya adalah berjihad, maka juga tidak bisa dibenarkan. Karena jihad harus ada instruksi dari pemimpin. JIka tidak maka hal tersebut tidak bisa dibenarkan. Situasi dan kondisinya berbeda. Tidak seperti jihad yang dibenarkan dalam islam.Maka dari itu, Bom bunuh diri artinya bunuh diri. Bukanlah sebuah tindakan membeli agama islam ataupun berjihad di jalan Allah. Karena Islam membenarkan toleransi antar umat beragama. Sehingga tidak boleh saling menyerang. Karena hal itu akan merusak perdamaian.Tidak Memberikan ManfaatBom bunuh diri sama sekali tidak memberikan manfaat pada umat islam atau umat lain. Karena hal tersebut hanya malah menimbulkan teror dan tentu saja hancurnya pedamaian. Ketika zaman rasul dahulu, jihad tentu saja membuat banyak pasukan menjadi semangat.Namun dalam keadaan damai seperti ini, tidak ada korelasinya. Maka dari itu, tetap kembali ke hukum bom bunuh diri itu bunuh diri. Orang yang melakukannya akan kekal di neraka dan disiksa di neraka selamanya.Karena sekali lagi, kasus bom bunuh diri itu tidaklah memberikan dampak positif sama sekali. setelah kejadian bom bunuh diri, malah nama islam menjadi lebih buruk karena kesannya islam adalah agama yang membolehkan bom bunuh diri.Padahal, di dalam islam tidak ada syariat demikian. Apalagi di negara yang tentram seperti Indonesia ini. Setelah ada kasus pertama di Katedral Makassar, sekarang malah timbul teror lainnya. Banyak yang diduga teroris dan semuanya memakai busana yang terlihat syar’i.Bukan islam yang jaya, islam malah redup karena hal tersebut. Maka dari itu, islam tidak membenarkan tindakan demikian. Orang-orang yang melakukan tindakan tersebut hanya satu oknum saja yang mempelajari aliran yang kurang benar.Pelaku Tidaklah SyahidSeperti yang dikatakan Syaikh Utsaimin sebelumnya, jika bom bunuh diri adalah tindakan bunuh diri, maka tidak mungkin pelakunya diklaim sebagai orang yang syahid. Sama saja ia mencelakai dirinya sendiri dan menjelaskan dirinya sendiri ke neraka selamanya.Hal tersebut bahkan sudah ada dalam Al-Quran. Tidak ada alasan yang dibenarkan dalam islam yang membolehkan seseorang melakukan bunuh diri. Bunuh diri dalam hal apapun, apalagi bukan jihad, tidaklah boleh dan hukumnya haram.Barang siapa yang melakukannya, ia akan dihukum berdosa dan tentu saja masuk neraka selamanya. Konteks dan situasi bom bunuh diri tersebut tidak bisa disamakan dengan mujahid di zaman Rasul. Karena saat itu memang dalam kondisi perang.Nah di negara ini, kondisinya aman, tentram, dan antar umat beragama saling menghormati. Pelaku bom bunuh diri tiba-tiba meledakkan dirinya sendiri di depan katedral, tentu saja hal tersebut tidaklah logis bila diungkapkan sebagai tindakan jihad. Karena tidak relevan dan tidak nyambung dengan situasi dan kondisinya.Islam Adalah Agama ToleransiDalam islam, berkomunikasi dengan umat lain adalah tindakan yang mulia. Bahkan saling mengenal dan bekerja sama sangatlah dianjurkan. Tentu saja, hal tersebut dalam hal sosial dan bukan pada ranah ibadah. Sah-sah saja dan diperkenankan.Maka dari itu, jika hal seperti itu sangat dianjurkan dalam islam, maka tidaklah mungkin bom bunuh diri untuk menghancurkan rumah ibadah umat lain disyariatkan. Maka dari itu, benar jika pelaku bom bunuh diri akan kekal di negara jahannam.Islam tidaklah menganggap umat agama lain adalah musuh. Apalagi dalam situasi dan kondisi yang aman dan tentram seperti ini. Islam memberikan syariat untuk berbuat baik sesama manusia, lintas suku dan agama.Maka dari itu, mustahil dalam islam ada syariat bom bunuh diri untuk membunuh atau menghancurkan umat lain. Tidak mungkin. Karena islam menginginkan perdamaian dan keselarasan hidup antar umat manusia.PenutupDemikian sedikit penjelasan bagaimana Perspektif Islam Tentang Terorisme. Tidak ada sama sekali alasan yang dibenarkan bagi seseorang untuk bom bunuh diri. Karena bom bunuh diri artinya adalah bunuh diri. Sehingga pelakunya akan kekal di neraka jahannam dalam perspektif islam.