Motor listrik Indonesia baru-baru ini mulai dilirik masyarakat, terutama setelah harga BBM resmi naik. Hal tersebut tidak lain lantaran kendaraan beroda dua ini tak memakai bensin sebagai bahan bakarnya dan diketahui lebih ramah terhadap lingkungan. Di samping itu bila dilihat di jalan raya juga keberadaan sepeda motor telah semakin banyak karena harganya yang terhitung lebih murah dibandingkan dengan mobil. Akan tetapi fungsinya tetap sama yakni sebagai alat transportasi. Sebagai contoh, harga motor listrik Indonesia di pasaran dibandrol pada rentang harga kira-kira Rp10 juta sampai Rp30 jutaan. Sementara motor bensin tipe Vario cuma dipasarkan dengan bandrol Rp20 jutaan saja. Hal itu tentu amat jauh berbeda dengan mobil yang dapat mencapai puluhan hingga ratusan juta rupiah. Motor Listrik Indonesia VS Motor BBM Ingat nasihat dari para orangtua dulu, jangan terburu-buru dalam memutuskan sesuatu supaya tak menyesal nanti. Hal itu dapat Anda terapkan sebelum memilih kendaraan yang diperlukan. Maka dari itu Anda perlu mengetahui perbedaan antara motor listrik dengan motor bensin terlebih dulu lewat ulasan di bawah ini. Apa saja kelebihan dan kekurangan motor listrik Indonesia dan motor bensin? Berikut ini beberapa kelebihan dan kekurangan motor listrik Indonesia dan motor bensin. Kelebihan dan Kekurangan Sepeda Motor Listrik vs Sepeda Motor Bensin [caption id="attachment_13583" align="alignnone" width="742"] Setelah mengetahui adanya perbedaan antara kedua sepeda motor tersebut di atas, lalu motor mana yang jauh lebih irit?[/caption] Lebih Irit Mana Sepeda Motor Listrik atau Bensin? Merujuk pada press conference yang telah dilakukan PLN secara daring beberapa waktu lalu menyatakan bahwa penggunaan motor listrik lebih murah ketimbang motor BBM. Hal itu bisa diasumsikan lewat konversi nilai 1 liter BBM menjadi kWh listrik. Berikut ini contoh rinciannya. 1 liter bensin Pertalite = 1,228 kWh. 1 liter bensin Pertamax = 1,25 kWh. Maka akan didapat 1 kWh dari Pertalite menjadi sebesar Rp12.280. Sementara, Pertamax sebesar Rp18.125. Dengan harga itu diketahui jika biaya yang dikeluarkan jauh lebih mahal daripada motor listrik yang cuma menghabiskan maksimal Rp1.500 kWh. Misalnya, untuk menempuh jarak 20 km motor bensin memerlukan bahan bakar kira-kira 2 liter. Bila harga Pertalite Rp10 ribu per liter, Anda mesti menyediakan uang sebesar Rp 20 ribu. Sementara itu untuk motor listrik, 20 km bisa ditempuh cuma dengan mengeluarkan 2 kWh listrik dari baterai. Kini harga listrik per kWh-nya ada di kisaran Rp1.500. Berarti bila dikonversikan ke dalam rupiah, motor listrik cuma memerlukan Rp3.000 saja. Tentukan Pilihan Sesuai dengan Bujet Dari berbagai kelebihan dan kekurangan di atas serta estimasi rincian pengeluaran untuk sepeda motor listrik maupun sepeda motor bensin, Anda bisa memilih alat transportasi yang Anda harapkan. Soalnya, walaupun kendaraan roda dua jenis bensin memerlukan biaya lebih, tetapi Anda tidak usah cemas dengan jarak tempuh. Sedangkan bila memilih motor listrik Indonesia Anda mesti amat prepare dengan kapasitas baterai waktu hendak melakukan perjalanan jauh.