You are here
Home > Berita Nasional >

Yahya Cholil Staquf Jadi Ketua PBNU: Pernah Jadi Jubir Gus Dur Hingga Alumni HMI

Yahya Cholil Staquf Jadi Ketua PBNU
Bagikan Artikel Ini

Pojokjakarta.com – Kabar gembira terdengar dari Ormas terbesar di Indonesia, yaitu Nahdlatul Ulama (NU). Setelah menggelar muktamar NU ke-34 di Lampung, akhirnya Yahya Cholil Staquf jadi ketua PBNU menggantikan Said Aqil Siradj.

Dari muktamar tersebut, Yahya mendapatkan suara sebanyak 337 sedangkan Said mendapatkan 210 suara. Muktamar tersebut ditayangkan di TVNU dan Youtube TVNU pada hari Jumat (24/12/2021).

Perlu diketahui, Ketua PBNU yang sebelumnya adalah Said Aqil Siradj. Sehingga, kali ini posisinya digeser oleh ketua baru yang mungkin saja memberikan banyak harapan untuk umat muslim yang ikut ormas Nahdlatul Ulama.

Diketahui Merupakan Alumni HMI

Sebelum muktamar tersebut digelar, banyak pihak yang memberikan perbandingan sepak terjang dari kedua calon ketua PBNU. Dimana Said merupakan seorang alumni PMII yang memang notabenenya asli dari NU.

Sedangkan, Yahya bukanlah alumni PMII, Ia adalah alumni HMI yang serat berbeda ideologi dari sudut pandang Omek (Organisasi Mahasiswa Ekstra Kampus). HMI bukanlah miliki NU, sehingga hal ini menjadi sebuah hal yang unik.

Banyak pihak yang mengatakan jika HMI dan PMII akan jauh lebih rekat ketika NU dipimpin oleh Yahya. Sebab, ia yang alumni HMI bisa memimpin NU saat ini. Namun hal semacam itu mungkin saja hanya sebuah harapan yang tidak mudah terjadi begitu saja.

Dilihat dari sepak terjang perpolitikan, Yahya tidak kalah berpengalaman daripada Said. Ia adalah kakak dari Yaqut Cholil Qoumas yang saat ini menjadi menteri agama. Keduanya adalah tokoh anak dari Cholil Bisri yang pernah menjadi eks Wakil Ketua MPR.

Pada tahun 2018, Presiden Joko Widodo juga melantik Yahya sebagai Anggota dewan Pertimbangan Presiden (Wantimpres). Selain itu, pada zaman Gus Dur, Yahya juga pernah menjadi juru bicara.

Dilihat dari segi pendidikan agama, Yahya pernah berguru pada KH. Ali Maksum Madrasah Al-Munawwir Krapyak, Yogyakarta dan pernah kuliah di Universitas Gadjah Mada. Sehingga sudah sangat cukup untuk prasyarat sebagai ketua PBNU.

Apakah Bisa Membawa Perubahan?

Terpilihnya Yahya Cholil Staquf jadi ketua PBNU tentu membawa banyak harapan di hati para pengikut NU. Terlebih, dia mendapatkan suara jauh lebih besar dari Said. Sehingga dapat terindikasi jika ada harapan besar umat NU kepadanya.

Terlepas dari berbagai hal yang dia miliki, Yahya adalah sosok yang mungkin saja bisa membawa perubahan bagi NU ke depannya. Terlebih, akhir-akhir ini NU diindikasikan menjadi partai yang agak terombang-ambing dalam berbagai situasi politik.

Tentu saja, semua pihak berharap yang terbaik untuk NU. Terlebih Nu sebagai sebuah organisasi masyarakat islam yang cinta tanah air dan membela kesatuan republik Indonesia. Semoga Gus Yahya bisa amanah untuk lima tahun mendatang dan bisa membawa nama NU kembali ke Khittah-nya.

Leave a Reply

Top