Meresahkan Warga! Aksi Klitih di Jogja Memakan KorbanBerita Nasional by Liana Sandev - April 6, 20220 Bagikan Artikel IniPojokjakarta.com – Setelah memakan korban, pemberitaan tentang Klitih di Jogja semakin luas. Aksi Klitih di Jogja memang bisa dikatakan sangat meresahkan. Apalagi jika dilihat dari rekaman CCTV yang memperlihatkan pelaku yang membawa parang seperti hendak menebas orang yang sedang berkendara.Setelah seorang pelajar tewas akibat Klitih pada Minggu (3/4/2022), masyarakat sekitar benar-benar mengecam. Tidak hanya mencaci maki Klitih, warga bahkan berusaha menangkap sendiri pelaku.Tindakan Karena Doktrin KelompokSetelah runtutan kejadian yang begitu meresahkan, seorang sosiolog dari Universitas Gadjah Mada (UGM), Suprapto mengungkapkan jika sebab dari maraknya kejadian Klitih tersebut adalah doktrin dalam proses rekrutmen atau inisiasi kelompok tertentu.Hal tersebut seringkali memunculkan bersitegang di antara beberapa kelompok di lingkungan tersebut. Sehingga, tindakan-tindakan anarkis dan juga membabi buta tidak segan untuk dilakukan.Suprapto juga mengungkap jika rekrutmen tersebut dilakukan untuk menguji mental calon anggota kelompok. Artinya, aksi-aksi klitih di Jogja tersebut adalah sebuah kegiatan uji mental yang pada dasarnya sangat membahayakan. Tidak hanya untuk kelompok lain, namun juga untuk masyarakat sekitar.Aksi-aksi semacam itu ternyata juga memberikan pengaruh yang besar pada anggota yang dinilai tidak punya nyali. Bahkan aksi tersebut dikatakan dilakukan dengan cekokin minuman keras. Sehingga pikiran rasional sang pelaku pun tidak bisa dikontrol dengan baik. Akhirnya kejadian-kejadian tersebut bisa terjadi.Pada dasarnya, aksi-aksi semacam ini bisa dicegah dengan berbagai cara. Salah satunya adalah edukasi terhadap generasi muda agar tidak terjerumus di lembah pergaulan yang salah.Sehingga, hingga saat ini polisi masih terus berusaha untuk memberikan keamanan di lingkungan sekitar. Harapannya, kejadian semacam itu tidak kembali terjadi dan tidak ada korban lagi. Terlebih korban yang tidak bersalah karena salah lewat jalan dan kebetulan berpapasan dengan kelompok-kelompok anarkis tertentu.Orangtua Dimohon untuk Menjaga Anak-anaknyaSaat ini, pemerintah memberikan instruksi pada masyarakat sekitar tempat kejadian dan dimanapun. Orang tua harus jauh lebih ekstra memberikan pengamanan pada anak-anak mereka.Dalam kondisi yang masih tegang, tidak menutup kemungkinan siapapun jadi korban. Sebab, aksi klitih di Jogja tersebut dilakukan tidak terstruktur. Benar-benar liar dan siapapun bisa berpotensi menjadi korban.Tidak ada satu orang tua pun yang ingin anak-anaknya menjadi korban. Namun di sisi lain aksi-aksi semacam itu juga tidak bisa dideteksi secara dini. Sehingga, berbagai tindakan preventif perlu dilakukan untuk menghindari kejadian yang tidak diinginkan.Apapun alasannya, aksi tersebut sudah melewati batas, apalagi berkedok sebagai perkumpulan remaja saja. Maka dari itu, masyarakat harus terus mawas diri dan tidak capek untuk mengingatkan anak-anaknya. Terutama yang masih duduk di bangku SMP dan SMA.