You are here
Home > Berita Nasional >

Indonesia Impor Garam 3,07 Juta Ton, Petani Garam Angkat Suara

Indonesia Impor Garam
Bagikan Artikel Ini

Pojokjakarta.com – Tahun ini, pemerintah Indonesia memutuskan untuk impor garam sebanyak 3,07 juta ton. Tentu, keputusan pemerintah Indonesia impor garam ini memberatkan pihak petani garam di Indonesia. Bahkan petani garam mengatakan jika pemerintah tidak benar-benar serius melindungi garam rakyat.

Jumlah garam yang diimpor pemerintah tersebut bukanlah jumlah yang sedikit. Tentu akan sangat berimbas pada harga pasaran untuk garam nasional. Sehingga, produksi garam rakyat kemungkinan besar akan terganggu atau bahkan terhambat. Petani garam akan rugi besar jika garam impor menguasai pasar Indonesia.

Sudah Menjadi Masalah dari Tahun ke Tahun

Keputusan pemerintah Indonesia impor garam adalah sebuah keputusan yang selalu ada dari tahun ke tahun. Selalu menjadi masalah sebab negara Indonesia adalah negara maritim. Sehingga banyak sekali orang yang menyambung hidup dengan garam.

Jika pemerintah melakukan impor besar-besaran, yang terjadi adalah kerugian pada petani garam Indonesia. Persaingan para penjual tidak masalah yang cukup besar jika dibanding dengan keputusan pemerintah yang melakukan impor garam dari luar negeri.

Hal ini berkaitan dengan regulasi pemerintah. Beberapa pihak mengatakan jika pemerintah tidak begitu serius menangani kepentingan petambak garam. Sehingga sudah dapat dipastikan dari tahun ke tahun masalah impor garam ini akan menjadi masalah.

Ketua himpunan masyarakat petambak garam Indonesia, Muhammad Hasan mengatakan jika ada dua solusi yang bisa diterapkan. Pertama adalah memperbaiki data kebutuhan produksi masyarakat Indonesia. Sehingga kebijakan impor tidak merugikan para petambak garam.

Sedangkan solusi kedua adalah pemerintah memberikan perlindungan dan kepastian pasar. Komoditas garam harus dijadikan bahan pokok. Sehingga harga pokok penjualan bisa diatur. Sehingga, akhirnya harga garam bisa dikendalikan dan para petani garam tidak rugi dengan produksi yang mereka lakukan.

Sepakat Dialokasikan untuk Komoditas Industri

Keputusan pemerintah Indonesia impor garam ini akhirnya diarahkan ke komoditas industri. Sehingga, garam di pasaran masih bisa dikuasai oleh garam produksi Indonesia. Para petani garam pun masih bisa mendapatkan laba dari situ.

Artiya, garam 3 juta ton lebih hasil impor tidak akan diedarkan ke masyarakat. Pemerintah melakukan impor garam tersebut dilakukan untuk menjamin ketersediaan bahan baku garam bagi industri dalam negeri. Hal itu juga sudah disampaikan oleh Menteri Perindustrian) Menperin Agus Gumiwang Kartasasmita.

Mengingat masalah impor garam adalah problem menahun, pemerintah tentu diharapkan memberikan keputusan terbaiknya. Impor garam pada dasarnya tidak ada masalah asalkan dilakukan dengan tepat. Sebab ada sebuah hubungan antar negara untuk saling membantu.

Namun jika hal tersebut melupakan kepentingan bangsa sendiri, maka bisa jadi rakyat kecil atau para petani garam yang terdampak. Sehingga, solusi benar-benar dibutuhkan. Jangan sampai petani garam terjun ke jalan untuk berdemo menuntut agar mereka disejahterakan. 

Leave a Reply

Top