You are here
Home > Berita Nasional >

Mengenal Hustle Culture Beserta Pola Pikir Dan Cara Menghindarinya

Mengenal Hustle Culture
Bagikan Artikel Ini

Terdapat sebuah istilah terkenal yang sering dikutip oleh sejumlah orang dimana tak ada yang tak mungkin apabila seseorang bekerja dengan keras. Akan tetapi disadari ataupun tidak sikap gila terhadap kerja justru berujung pada sesuatu yang kurang baik. Untuk itu perlu yang namanya mengenal Hustle Culture yang merupakan istilah lain yang dipakai untuk aktivitas kerja terlalu berlebihan. 

Hal semacam ini bisa juga disebut dengan sebuah gaya hidup dari seseorang yang merasa bahwasanya harus bekerja dengan intensitas yang cukup keras. Sementara waktu untuk istirahat yang dimiliki hanya sedikit. Hingga orang tersebut menilai bahwasanya dirinya telah sukses jika telah melakukan hal semacam itu. Berikut informasi terkait gila kerja atau bisa juga disebut dengan Hustle Culture:

Memahami Istilah Hustle Culture 

Aktivitas gila kerja atau yang sering disebut dengan mengenal Hustle Culture adalah sebuah keadaan dari seseorang yang melakukan kegiatan bekerja dengan cara terburu-buru. Serta intensitas bekerja yang dijalankan tergolong berlebihan sehingga kemungkinan produktivitas yang diperoleh dapat memburuk. 

Bagi sebagian orang keadaan gila kerja semacam ini dipahami sebagai bentuk motivasi tersendiri yang berlebihan. Tidak lain dimaksudkan guna memperoleh suatu imbalan maupun pencapaian tertentu. Hal ini lantaran menurut pandangan dari orang tersebut dengan menjalankan bekerja semakin keras maka keuntungan yang didapatkan juga akan lebih banyak. 

Pola Pikir Dari Hustle Culture 

Orang yang mengalami Hustle Culture nantinya akan mempunyai pola pikir bahwasanya bekerja merupakan sesuatu identitas yang dimiliki. Pasalnya pekerjaan yang dilakukan tersebut bisa membuat seseorang menjadi dirinya sendiri. Di samping itu penderita gila kerja juga memiliki dorongan lebih supaya dirinya dapat bekerja bertambah giat. Dengan demikian semakin cepat pula imbalan yang akan diperoleh. 

Pola Pikir semacam ini umumnya akan hadir setelah seseorang menjalankan pekerjaannya dengan durasi berjam-jam. Meskipun demikian orang tersebut juga tidak jarang mengutarakan keluhan jika dirinya tengah lelah. Namun tetap saja memaksakan untuk menyelesaikan pekerjaan yang dimiliki. Sementara pemikiran orang gila kerja terhadap kegiatan istirahat adalah hanya membuang-buang waktu saja. 

Cara Terhindar Dari Hustle Culture 

Jika sebelumnya telah diuraikan terkait istilah mengenal Hustle Culture dan juga pola pikirnya. Maka bagi orang yang ingin terhindar dari kondisi gila kerja. Bisa mencoba melakukan beberapa cara seperti berikut:

1. Tidak Membandingkan Diri Dengan Orang Lain 

Cara pertama yang dapat dicoba supaya terhindar dari yang namanya keadaan gila kerja adalah dengan menjadi diri sendiri tanpa membandingkannya dengan orang lain. Memiliki sosok yang dijadikan idola ataupun panutan dalam bidang pekerjaan memang tidak salah. Namun perhatikan juga bahwa setiap orang memiliki garis start serta tingkat perjuangan yang berbeda. 

2. Berpikir Bahwa Sukses Tidak Hanya Datang Dari Bekerja 

Cara lainnya untuk menghindari terkena Hustle Culture adalah dengan memiliki pemikiran bahwasanya sebuah kesuksesan tidak hanya datang dari dunia kerja saja. Di samping itu, bekerja dengan cara berlebihan juga tidak memberikan jaminan jika nantinya seseorang akan sukses. 

Dalam hal ini agaknya seseorang harus memiliki definisi terkait kata kesuksesan menurut diri sendiri, bukan orang lain. Langkahnya bisa dimulai dari membuat sebuah perumusan tentang kesuksesan yang dimaksud. Misalnya bisa rutin olahraga setiap hari selama 30 menit. 

Demikian pembahasan tentang mengenal Hustle Culture beserta pola pikir dan cara menghindarinya. Ulasan di atas mungkin bisa dipakai sebagai tambahan referensi jika dihadapkan dengan pekerjaan yang menumpuk. Mengingat dalam hidup membutuhkan sebuah keseimbangan. Mulai dari bekerja sampai dengan waktu istirahat supaya tidak menghadirkan kerugian seperti jatuh sakit dan lainnya.

 

 

lilik sumarsih
Petualang,photographer dan penulis artikel tentang traveling dan alam liar

Leave a Reply

Top