You are here
Home > Berita Nasional >

Dituding Bisnis Obat Covid-19, Moeldoko Ancam Polisikan ICW dengan UU ITE

Dituding Bisnis Obat Covid 19 Moeldoko Ancam Polisikan ICW dengan UU ITE
Bagikan Artikel Ini

Pojokjakarta.com – Kepala Kantor Staff Kepersidenan Moeldoko akhirnya merasa gerah sebab dituding bisnis obat Covid-19 di masa Pandemi. Dalam hal ini, orang yang menudingnya adalah Egi Primayogha Di bawah Indonesia Corruption Watch (ICW).

Tidak tanggung-tanggung, ICW menuding jika Moeldoko adalah orang yang berburu rente dari penggunaan obat Ivermectin untuk penanganan Covid-19. Hingga saat ini, Moeldoko melayangkan somasi terhadap ICW.

Ia memberikan waktu 5 hari untuk ICW agar meminta maaf soal tudingan penjualan Obat Covid-19 tersebut. Kuasa hukum dari Moeldoko sendiri mengatakan jika ada unsur niat mencemarkan nama baik Moeldoko dalam hal ini.

Karena tudingan tersebut, Moeldoko berniat polisikan ICW dengan basis UU ITE karena mencemarkan nama baiknya. Namun, pihaknya tidak ingin terburu-buru melapor pada polisi, ia memberikan batas waktu 5 hari untuk ICW meminta maaf.

ICW Akan Dilaporkan Polisi dengan UU ITE

Penelitian dari ICW yakni Egi Primayogha memberikan dana penelitian jika Moeldoko adalah orang yang ikut dalam bisnis jual obat Covid-19 di masa pandemi ini. Hal tersebut dianggap oleh pihak bersangkutan sebagai pencemaran nama baik.

Sehingga sangat mungkin untuk dipolisikan dengan basis UU ITE pencemaran nama baik. Lebih tepatnya, UU yang akan digunakan untuk mempolisikan ICW adalah UU ITE Pasal 27 dan 45 tentang kabar bohong dan pencemaran nama baik.

Sebelumnya, dengan berani Moeldoko mengungkapkan berani dipolisikan ICW jika memang terbukti melakukan pelanggaran. Melalui Otto Hasibuan, ia menantang Peneliti ICW untuk memberikan pernyataan pada media terkait bukti dari temuan tersebut.

Sudah menjadi sebuah keharusan jika seorang penuding membeberkan bukti yang dimiliki untuk menyatakan kesalahan orang yang dituding. Sehingga, pihak Moeldoko akhirnya memberikan waktu 5 hari untuk minta maaf jika memang tidak bisa membuktikan.

Layangkan Somasi Terakhir ke ICW

Akhirnya, Moeldoko melayangkan Somasi yang terakhir ke ICW agar orang yang menudingnya meminta maaf. Tudingan ini tentu akan berdampak pada peneliti agar benar-benar bisa membuktikan tudingan tersebut.

Jika tidak bisa dan enggan meminta maaf, maka pihak Moeldoko tak akan segan membawa kasus ini ke kepolisian atas dasar UU ITE. Dituding bisnis obat Covid-19 di masa Pandemi tentu sebuah hal yang berat. Mengingat saat ini banyak masyarakat yang kesulitan ekonomi.

Bisa dikatakan, tudingan berbisnis obat di masa pandemi merupakan sebuah tudingan berat. Jika memang terbukti, dampaknya benar-benar akan merusak citra baik Moeldoko sebagai Mantan Panglima TNI dan Staf Khusus Presiden tersebut.

Bagaimanapun akhir dari polemik tersebut, Moeldoko beserta kuasa hukumnya akan terus mengejar pihak ICW. Berbagai langkah akan ditempuh agar tudingan tersebut bisa dibatalkan karena sangat berdampak pada citra seorang Moeldoko.

Leave a Reply

Top