You are here
Home > Berita Nasional >

BIN: Banyak Provokator di Masa Pandemi Covid-19

Provokator di Masa Pandemi
Bagikan Artikel Ini

Pojokjakarta.com –Akhir-akhir ini, banyak narasi-narasi negatif yang digencarkan pada pemerintah. Khususnya terhadap Presiden Joko Widodo. Termasuk Jokowi Endgame yang viral di Twitter. Badan Intelijen Negara mengatakan jika banyak provokator di masa pandemi.

Mereka adalah orang-orang yang menunggangi rasa kekecewaan rakyat pada penanggulangan Covid-19 di Indonesia.Tajuk negatif yang dilontarkan pada masyarakat tersebut, seringkali memprovokasi.

Bahkan diantaranya bisa dikatakan sebuah ajakan untuk menjatuhkan ataupun kudeta terhadap presiden. Padahal, hal semacam itu tidaklah memiliki relevansi di masa sekarang ini. Sebab Covid-19 masih perlu diurus dan jauh lebih penting ketimbang urusan politis.

Viral Di Twitter dan Facebook

Wacana-wacana demo, penurunan, dan ancaman pada pemerintah berkeliaran di akun-akun anonim masyarakat. Beberapa orang pun meneruskan hoax-hoax yang akhirnya membuat emosi beberapa masyarakat semakin menjadi-jadi.

Maka dari itu, tidak heran jika BIN mendeteksi gerakan tersebut. Ada banyak provokator di masa pandemi yang menyeru ajakan ke situasi dan kondisi yang sangat buruk. Narasi-narasi yang digunakan bahkan kurang esensi dan sangat subjektif.

Beberapa hastag yang akhir-akhir ini viral adalah, Presiden terburuk dalam sejarah, turunkan Jokowi, Jokowi turun rakyat selamat, dan masih banyak lagi. Hampir setiap hari, hastag-hastag yang berbau semacam itu viral dan menjadi 10 besar trend di twitter.

Beberapa tajuk itu akhirnya dibawa ke media sosial lain dan memprovokasi masyarakat. Sehingga mereka semakin tidak percaya dengan keputusan dan kebijakan pemerintah terhadap penanggulangan Covid-19 ini.

Ajakan untuk Demo Presiden

Beberapa wacana yang viral yang ada di media sosial tersebut rasanya berakhir untuk ajakan demonstrasi. Sehingga, kursi pemerintahan saat ini bisa digulingkan. Meskipun setelah itu belum ada solusi bagaimana proses birokrasi selanjutnya.

Masyarakat harusnya bisa memilah mana informasi yang benar atau yang salah. Sehingga, provokasi-provokasi tersebut tidak semakin menjadi-jadi dan membawa banyak masa emosi dan melakukan demonstrasi.

Pasalnya, dampak terburuk jika hal tersebut terjadi adalah kenaikan kasus Covid-19. Demo akan membawa kerumunan, sehingga tidak mustahil jika demo, Pandemi ini tidak akan selesai-selesai.

Masyarakat memang harus menyuarakan aspirasi. Namun tidak perlu melanggengkan provokasi. Sebab, provokasi sangatlah destruktif. Bisa memecah belah masyarakat dan menjadikan pemerintah tidak memiliki wibawa kepemimpinan.

Penanggulangan Covid-19 yang Kurang Efektif

Diantara sebab dari wacana-wacana tersebut bermunculan adalah langkah penanggulangan Covid-19 oleh pemerintah yang dikatakan kurang  efektif. Bahkan pemerintah tidak terlihat mengikuti apa kata para ahli.

Sehingga, karena itulah masyarakat juga samain geram. Ditambah dengan banyak provokasi di masa Pandemi ini, luapan emosi tersebut semakin menjadi-jadi. Akhirnya muncullah hastag-hastag yang viral tersebut.

BIN menyampaikan jika masyarakat harus bahu membahu untuk melawan hal tersebut. Jika provokasi diteruskan, maka dapat dipastikan negara ini akan semakin ditempatkan pada situasi yang tidak baik.

Artinya, Pandemi Covid-19 tidak akan selesai begitu saja meskipun pejabat pemerintahannya digantikan. Semua provokasi hanya berdasarkan asumsi, maka dari itu, masyarakat perlu tegas dan memilah-milah mana informasi yang tepat untuk dibaca. Jangan sampai ikut-ikut provokasi yang dilakukan akun anonim.

Untuk saat ini, proses penanggulangan Covid-19 mungkin saja belum terlihat efektivitasnya. Hal tersebut tentu bukan hanya disebabkan oleh kebijakan yang kurang efektif, akan tetapi perlu waktu untuk menunggu kebijakan tersebut bekerja.

Covid-19 menyebar membutuhkan waktu, maka jika pembatasan-pembatasan yang dilakukan oleh pemerintah diikuti secara patut oleh masyarakat, maka kemungkinan besar Covid-19 akan turun persentasenya.

Pemerintah juga Memerangi Kejahatan di Masa Pandemi

Selain melakukan kritik pada pemerintah, masyarakat seharusnya perlu mendukung pemerintah. Sebab, tidak semua pejabat dalam tubuh pemerintah di Indonesia busuk. Ada yang benar-benar tegas dan adil.

Dengan kebijakan-kebijakan yang terbaik, mereka ingin masyarakat bisa survive di masa Pandemi ini. Mereka juga memerangi pejabat yang korup dan tidak ingin pemerintah memutuskan seenaknya saja.

Sehingga, dalam menanggulangi Pandemi ini, pemerintah tidak bisa bekerja sendiri. Perlu adanya kolaborasi dari masyarakat luas. Khususnya pada pegiat sosial media untuk tidak terlalu mudah menyebarkan berita hoax dan narasi provokatif yang malah bisa menimbulkan perpecahan di masyarakat.

Hal tersebut sangat penting sebab kesatuan masyarakat bisa menjadi kunci selesainya Pandemi Covid-19. Sudah menjadi tugas dari pemerintah untuk melindungi kesehatan masyarakat. Sehingga, keputusan apapun akan diambil.

Semaksimal mungkin, pemerintah akan mendayagunakan apa yang dimiliki untuk membantu masyarakat di masa Pandemi Covid-19. Sehingga, masyarakat perlu mendukung berbagai upaya tersebut. Sehingga terjadi keselarasan.

Apa yang dikatakan BIN terkait adanya banyak provokator di masa Pandemi ini harus dipahami oleh masyarakat luas. Sehingga jika ada berita yang tidak benar, harus segera ditangkap dan tidak di share lebih luas lagi.

Gerakan melawan hoax adalah cara terbaik untuk menolak provokator pemecah belah masyarakat. Maka dari itu, jangan sampai masyarakat malah terkesan melawan pemerintah dan begitu juga sebaliknya.

Provokator Adalah Musuh yang Utama

Di tengah Pandemi Covid-19, provokator adalah orang yang paling bertanggung jawab atas pecahnya persatuan masyarakat. Jangan sampai kita menjadi provokator tanpa sadar, sehingga menghambat pelaksanaan pencegahan Covid-19.

Pemerintah tidak bisa melakukan semua pencegahan ini sendirian. Sehingga, perlu kerja sama yang baik dari masyarakat pula. Terlebih, semua kebijakan yang diambil pemerintah adalah bentuk tanggung jawab pemerintah terhadap masyarakatnya.

Jangan sampai banyaknya provokator di masa Pandemi ini menjadi penyebab utama gagalnya penanggulangan Covid-19. Sekali lagi, kritik perlu disampaikan dan diutarakan sehingga adalah balance, namun tidak perlu memprovokasi.

Leave a Reply

Top