You are here
Home > Berita Nasional >

Trend Twitter Dipenuhi Konten Negatif, Siapa yang Salah?

Trend Twitter Dipenuhi Konten Negatif Siapa yang Salah
Bagikan Artikel Ini

Pojokjakarta.com – Menjadi satu hal yang sangat disayangkan yang terjadi di Indonesia ini. Dimana, Trend Twitter seringkali dipenuhi dengan hal-hal yang berbau pornografi. Entah karena netizen twitter yang bermasalah atau memang algoritma Twitter yang bermasalah.

Hal ini sempat disinggung oleh salah satu public figure. Ia mempermasalahan twitter yang dipenuhi dengan konten negatif yang hadir di waktu pagi. Parahnya, konten tersebut tidak hanya satu saja di trend, akan tetapi terkadang beberapa.

Twitter memang Gudangnya “Konten Negatif”

Salah satu fakta yang tidak dapat disanggah dari twitter adalah menjamurnya konten negatif didalamnya yang sepertinya tidak dipermasalahkan. Kita ambil contoh Google misal. Di dalam mesin pencarian terbesar ini, tentu saja ada pornografi. Namun disensor.

Seperti juga instagram, di dalamnya pasti ada konten negatif, namun tentu disensor. Namun di twitter, semua itu bisa diakses dengan sangat mudah dan bebas. Bahkan di negara seperti Indonesia ini. Sehingga sangat jadi masalah bila warna yang mengaksesnya adalah generasi muda.

Banyak sekali akun-akun yang melegalkan konten negatif di dalam twitter. Sehingga, media sosial yang satu ini jika tidak digunakan dengan bijak, hasilnya adalah pencemaran otak generasi muda. Karena pada umur tertentu, konten negatif sangatlah merusak otak manusia.

Algoritma Twitter Apakah Bermasalah?

Karena algoritma merupakan sebuah urusan teknis di dalam database pusat, tentu saja tidak ada yang masalah. Karena setiap platform tentu saja memiliki algoritma sendiri-sendiri. Jadi, algoritma twitter dari pusat pada dasarnya tidak ada masalah.

Namun satu hal yang mungkin bisa diulik adalah masalah kebebasan akses. Kita tahu, akun dan konten negatif harusnya bisa dihapus atau diberikan sistem auto-delete. Itu pun bisa diatur sedemikian rupa untuk satu server negara sendiri-sendiri.

Sehingga, harusnya twitter ID bisa melakukan pembaharuan sistem. Karena twitter Indonesia harusnya bisa diperbaiki secara aturan data. Sehingga, orang yang menginstal twitter Indonesia, tidak bisa mengakses hal-hal semacam itu.

Apakah hal tersebut mungkin?

Tentu saja mungkin. Pemerintah kita memiliki hak kuasa penuh dari penyiaran. Memang, indonesia adalah negara demokrasi. Dimana kebebasan berpendapat dan mengungkapkan ide benar-benar dijamin seratus persen.

Bukan Masalah Demokrasi, Namun Moral

Memang, Indonesia menerapkan asas kebebasan berpendapat. Namun hal tersebut tidaklah boleh dijadikan dalih untuk membenarkan sebuah konten negatif. Jika pemerintah yang tidak memberikan kebijakan, maka tidak ada orang di dunia ini yaung memiliki wewenang.

Negara Indonesia adalah negara hukum. Sehingga masuk akal sekali jika dalam proses penegakannya, konten-konten negatif di Twitter ini bisa dibasmi. Karena selain meresahkan, nasib moral dan mental generasi muda benar-benar digadaikan.

Moralitas itu jauh lebih penting. Alasannya, atas dasar moral itulah kita bisa menegakkan hukum dan tatanan negara ini dengan baik. Demokrasi yang tidak didasarkan pada moral, tentu hanya akan menjadi sebuah masalah dan akhirnya yang terjadi adalah degradasi moral dan intelektual.

Twitter Sebagai Platform Jual Beli Wanita

Faktanya, twitter adalah sebuah media sosial yang di dalamnya legal terkait proses jual beli harga diri. Banyak wanita yang menjual diri dan menjadi media paling cepat penyebaran hal-hal negatif. Twitter memang di satu sisi memiliki keunggulan, namun disisi lain memiliki kelemahan yang berbahaya.

Istilah Open BO, VCS, dan sejenisnya sangatlah marak dan Trending. Apalagi jika algoritma trending diatur pada region Indonesia. Tentu saja hal ini merupakan sebuah masalah. Karena jika anak kecil yang belum tahu apa-apa melihat hal semacam itu, boleh jadi otaknya akan rusak.

Karena studi yang dilakukan oleh ahli psikologi, seksologi, dan kesehatan lain, mengatakan jika pornografi adalah konten yang merusak otak. Sehingga jika dibiarkan, yang akan terdampak adalah masa depan moral generasi muda.

KOMINFO: Twitter Penyumbang Konten Pornografi

Menurut data dari Kominfo, Twitter dan Facebook adalah media sosial penyumbang konten negatif terbesar di Indonesia. Dua platform media sosial terbesar di Indonesia tersebut bisa menerima semua golongan umur.

Namun meski demikian, konten yang ada di dalam facebook dan twitter banyak yang mengandung unsur pornografi dan kekerasan. Hal ini seharusnya bisa diantisipasi secara taktis oleh pemerintah dan masyarakat.

Sebagai media sosial yang bisa diakses dan didownload masyarakat lintas umur, twitter perlu dibersihkan. Karena jika hanya berbekal laporan individu saja, maka tidak akan memberikan efek yang signifikan.

Masyarakat Harus Kompak Menolak

Twitter tidaklah buruk, namun konten yang ada didalamnya yang seringkali tidak layak untuk dilihat. Apalagi untuk anak yang masih berumur belia. Sebagai media sosial, twitter sudah sangat layak dijadikan media mencerdaskan bangsa.

Hanya saja, banyak oknum yang menggunakan Twitter sebagai platform jual beli dan penyebaran konten negatif. Arus informasi di dalam twitter boleh dikatakan sangat cepat, sehingga twitter sangat diminati. Apalagi oleh generasi muda yang haus informasi terupdate.

Banyak keunikan-keunikan Twitter yang positif. Hal tersebut harus diimbangi dengan hilangnya konten negatif di dalam twitter. Masyarakat harus bergerak untuk saling mengingatkan. Twitter harus dijadikan media sosial pemersatu dan mempercerdas masyarakat, bukan sebaliknya.

Selain kolaborasi masyarakat sangat diperlukan, pemerintah tentunya juga harus ikut ambil andil dalam hal ini. Pemerintah tentu memiliki hak untuk memberikan batasan-batasan terhadap konten di dalam Twitter.

Jika pemerintah tidak peduli akan hal ini, maka amanat bangsa tentu saja diciderai. Trend Twitter yang dipenuhi oleh konten negatif dan pornografi harusnya lambat laun mulai dikikis. Sehingga nasib moral dan intelektual generasi muda terselamatkan.

Leave a Reply

Top