You are here
Home > Ekonomi >

Harga Cabai Rawit Akan Mengalami Penurunan Menjelang Bulan Puasa

Harga Cabai Rawit Akan Mengalami Penurunan Menjelang Bulan Puasa
Bagikan Artikel Ini

Harga cabai rawit kabarnya akan turun menjelang bulan Ramadhan tahun ini. Proyeksi ini seiring dengan berlangsungnya panen raya yang akan berlangsung pada April hingga Mei mendatang di sentra produksi seperti di Kediri, Tuban, dan Mojokerto.

Bahkan saat ini untuk harga cabai pada sejumlah pasar khususnya tradisional telah menunjukkan penurunan dalam waktu beberapa terakhir ini. Pasalnya, di daerah Jakarta sendiri pada pasar tradisional memiliki harga sekitar 70 ribu per kilogram.

Kisaran Harga Cabai Rawit pada Sejumlah Pasar Tradisional

Kabarnya cabai rawit ini di sejumlah daerah akan mengalami penurunan saat bulan puasa tiba. Hal ini dengan melimpahkan stok dari musim panen raya pada sejumlah sentra produksi cabai tersebut.

Sehingga harga cabai dapat cenderung stabil ketika bulan Ramadhan mendatang. Hal ini dengan tujuan supaya petani tidak ada yang mengalami kerugian. Selain itu juga tidak akan membebani daya beli pada konsumen, terlebih saat musim pandemi Covid-19 yang belum berakhir.

Petani Mendadak Kaya

Kendati demikian, ada sebagian besar pula pasar yang memiliki harga cabai rawit hingga 100 ribu rupiah per kilogram dan membuat petani menjadi kaya seketika. Namun di sisi lain juga, harga cabai yang dibanderol seperti ini, bisa memberatkan para konsumen lain.

Seperti yang telah diakui oleh Supeno seorang dari Kelompok Tani Sumber Rejeki dari Mojokerto. Ia mengakui dapat mengantongi hingga 170 juta rupiah dari hasil panen cabai seluas satu hektar. Uang tersebut pun akan dia gunakan sebagai memenuhi kebutuhan hidupnya.

Naik Setiap Pekan

Petani lain yaitu Saimin juga menjelaskan bahwa adanya lonjakan harga cabai rawit atas hasil buminya akan naik setiap pekannya. Pada awal Januari memiliki harga hingga 50 ribu per kilogram dan naik 10 ribu rupiah pada setiap minggunya.

Pasalnya, puncak harga cabai ini akan menembus hingga 100 ribu rupiah per kilogram dan akan mengalami penurunan hingga 30 ribu per kilogramnya.

Wilayah Penanaman Cabai

Pada daerah Dawar Blandrong kabupaten Mojokerto pertanaman cabai, lahan yang digunakan adalah tempat tadah hujan yang dapat ditanami cabai setiap setahun sekali. Pertanaman yang dipanen untuk saat ini adalah hasil dari tanaman pada bulan Oktober hingga Desember lalu.

Wastuti Muryati sebagai seorang Kabid Hortikultura Dinas Pertanian di kabupaten Mojokerto saat di wawancarai telah mengaku. Bahwa pada tahun seperti sekarang ini, harga cabai rawit di daerah Mojokerto memperoleh pendapatan yang sangat tinggi daripada tahun sebelumnya.

Pertanaman Cabai di Garut

Menjelang puasa, Prihasto Setyanto sebagai Direktur Jenderal Hortikultura juga memantau kondisi yang riil dari pertanaman cabai di Garut untuk sentra cabai terbesar nasional. Bahkan kabupaten Garut sendiri memberikan share produksi yang paling besar pertama untuk jenis cabai besar. Seta paling besar ke 8 untuk jenis cabai rawit.

Menjadi Penyangga Pasokan

Pada wilayah kabupaten Garut sendiri cabai rawit yang mencapai hingga 14,24 ton per hektar. Sehingga pemerintah juga berharap Garut bisa menjadi salah satu penyangga pasokan untuk cabai di wilayah Jabodetabek.

Hal ini sesuai pada arahan dari Syahrul Yasin Limpo sebagai Menteri Pertanian saat kunjungan kerja pada kabupaten Garut. Dengan tujuan untuk memastikan atas ketersediaan cabai yang cukup. Khususnya untuk HBKN pada bulan Ramadhan dan Idul Fitri tahun 2021.

Hal ini supaya harga cabai rawit dapat cenderung menjadi lebih stabil ketika bulan Ramadhan datang nantinya. Selain itu, membuat para petani tidak mengalami rugi dan konsumen juga tak merasa terbebani.

adriana
Penulis,suka traveling dan photography

Leave a Reply

Top